Pengurus Pusat P3B masa bakti 2026–2031 resmi dilantik pada Minggu (11/10).
Pengurus Pusat P3B masa bakti 2026–2031 resmi dilantik pada Minggu (11/10).

Resmi Dilantik, PP P3B Fokus Bangun Daerah dan Perempuan Bengkulu

Muhammad Syahrul Ramadhan • 13 Oktober 2026 17:19
Ringkasnya gini..
  • Pengurus Pusat P3B masa bakti 2026–2031 resmi dilantik pada Minggu (11/10).
  • PP P3B berharap perempuan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kemampuan
  • Melalui kepengurusan masa bakti 2026–2031, PP P3B diharapkan mampu memperkuat persatuan perempuan Bengkulu.
Jakarta: Pengurus Pusat Persatuan Perempuan Provinsi Bengkulu (PP P3B) menegaskan komitmennya untuk menyatukan potensi perempuan Bengkulu dan memperkuat kontribusi mereka dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. 

Komitmen tersebut mengemuka dalam pelantikan Pengurus Pusat P3B masa bakti 2026–2031 yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026). Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pembina PP P3B, Maya Miranda Ambarsari, S.H., M.I.B. 

Rangkaian acara meliputi pembacaan Surat Keputusan (SK), pembacaan naskah pelantikan, penyerahan bendera pataka dan bendera Merah Putih, pengambilan sumpah atau janji pengurus, penandatanganan pakta integritas, serta pembacaan sejarah PP P3B.

Dalam prosesi tersebut, Maya meminta para pengurus menyatakan kesediaan untuk menerima dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Para pengurus yang dipimpin oleh Diah Nurhadini, S.E., M.Pd., selaku Ketua Umum PP P3B masa bakti 2026–2031, menyatakan kesediaan mereka.

Ketua Umum PP P3B Diah Nurhadini yang akrab disapa Dini Primadini ini menyampaikan bahwa fokus utama kepengurusan PP P3B adalah menyatukan potensi yang dimiliki seluruh perempuan Bengkulu dari berbagai latar belakang, profesi, organisasi, dan generasi agar dapat saling mendukung dan berkembang bersama. 

“Melalui PP P3B, saya ingin perempuan-perempuan Bengkulu bersatu. Kita memiliki banyak perempuan hebat dengan kemampuan, pengalaman, dan prestasi di bidang masing-masing. Potensi ini perlu kita satukan agar tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat saling mendukung, berkolaborasi, dan bersama-sama memajukan Provinsi Bengkulu,” jelasnya.

Dengan latar belakang sebagai pimpinan Primadini Caraka Training Camp (PCTC), yang dikenal sebagai bimbingan belajar kedinasan nomor satu di Indonesia, beliau akan menerapkan pengalaman dan kemampuannya dalam mendidik dengan tegas dan disiplin di organisasi P3B. Hal ini diharapkan dapat mendorong seluruh anggota untuk konsisten menjalankan komitmen, memperkuat kerja sama, dan bersama-sama memajukan Provinsi Bengkulu.
Dalam lima tahun ke depan, PP P3B akan mendorong sejumlah program prioritas, antara lain pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan UMKM, pendidikan dan pelatihan keterampilan, perlindungan perempuan dan anak, serta edukasi mengenai perundungan dan kekerasan.

Selain itu, organisasi juga mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan dan pemerintahan. Melalui berbagai program tersebut, PP P3B berharap perempuan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan kemandirian, serta mengambil bagian dalam pengambilan keputusan.

Ketua Dewan Pembina PP P3B, Maya Miranda Ambarsari menekankan pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap daerah asal. Menurutnya, kebanggaan sebagai bagian dari Bengkulu perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata sesuai kemampuan masing-masing.

“Kita harus bangga menjadi orang Bengkulu. Mari bersama-sama membangun Bengkulu dengan cara dan kemampuan masing-masing. Dengan saling menghormati, menyayangi, dan membantu, kita bisa menjadi lebih kuat,” ungkap Maya.

Maya yang juga merupakan perempuan pengusaha asal Bengkulu ini berharap kepengurusan PP P3B 2026–2031 mampu merangkul lintas generasi, menghargai pengalaman para senior, serta mendorong perempuan berkembang dan berperan aktif dalam pembangunan. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan menjadi landasan bagi organisasi dalam menjalankan program yang bermanfaat bagi perempuan dan masyarakat Bengkulu.

Sejalan dengan hal itu, Anggota DPD RI asal Provinsi Bengkulu, Hj. Lenny John Latief menekankan pentingnya memperkuat keterwakilan dan partisipasi perempuan dalam pembangunan, khususnya di bidang kepemimpinan dan pemerintahan. 

Dia berharap PP P3B menjadi wadah untuk menyatukan potensi perempuan dan mendorong kontribusi di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta sosial.
“Harapan kami, dengan adanya PP P3B, perempuan semakin hadir dan mengambil peran dalam pembangunan. Potensi ini perlu disatukan agar kita bisa bersama-sama mengangkat perempuan dan memajukan Provinsi Bengkulu,” ungkap Lenny.

Salah satu inisiator PP P3B Dra. Mawarti Anwar Duramin menjelaskan bahwa organisasi ini memiliki sejarah perjuangan sejak 1968 dan turut berperan memperkenalkan Provinsi Bengkulu kepada masyarakat luas. Kebangkitan kembali organisasi ini berangkat dari keinginan menghadirkan wadah perempuan yang lebih aktif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Pada 2025, kami bermusyawarah untuk membangkitkan kembali organisasi ini dan mengembangkannya menjadi Persatuan Perempuan Provinsi Bengkulu. Kami ingin organisasi ini tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga ruang bagi perempuan untuk mengembangkan potensi, saling mendukung, serta memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” tutur Mawarti.

Menurutnya, kebangkitan PP P3B merupakan upaya melanjutkan sejarah dan nilai perjuangan para pendahulu sekaligus membuka ruang bagi generasi penerus untuk menghadirkan gagasan baru. 

Melalui kepengurusan masa bakti 2026–2031, PP P3B diharapkan mampu memperkuat persatuan perempuan Bengkulu, mengembangkan program pemberdayaan yang berkelanjutan, serta memperluas kontribusi perempuan dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>