Jakarta: Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi kini telah tiba di Indonesia. Kapal perang buatan Italia tersebut menjadi kapal induk pertama yang akan dimiliki TNI Angkatan Laut.
Kapal ini sebelumnya merupakan bagian dari armada Angkatan Laut Italia dan diberikan kepada Indonesia melalui skema hibah dari pemerintah Italia. Persetujuan penerimaan hibah tersebut telah disepakati DPR RI dalam Rapat Paripurna pada 21 Juli 2026.
ITS Giuseppe Garibaldi dibangun oleh galangan Fincantieri di Monfalcone, Italia. Pengerjaannya dimulai pada 26 Maret 1981, diluncurkan pada 11 Juni 1983, dan mulai berdinas di Angkatan Laut Italia pada 30 September 1985.
Sebagai kapal induk ringan dengan dek penuh, Giuseppe Garibaldi dirancang untuk menjalankan operasi udara dan laut sekaligus menjadi pusat komando bergerak.
Berdasarkan data Angkatan Laut Italia yang dikutip Metro TV News, kapal ini memiliki bobot penuh 13.850 ton. Panjang keseluruhannya mencapai 180,2 meter, dengan lebar 23,4 meter dan lebar dek penerbangan 30,4 meter. Sementara panjang dek terbang mencapai 173,8 meter dengan sarat air 6,7 meter.
Dari sisi penggerak, Giuseppe Garibaldi menggunakan sistem COGAG yang terdiri atas empat turbin gas FIAT/GE LM-2500. Sistem tersebut menggerakkan dua poros dan menghasilkan daya maksimal sekitar 60.400 kilowatt atau setara 80.998 tenaga kuda.
Dengan tenaga tersebut, kapal mampu mencapai kecepatan maksimum 30 knot dan memiliki jangkauan operasional hingga 7.000 mil laut.
Kapasitas Pesawat dan Persenjataan
Sebagai kapal induk, Giuseppe Garibaldi memiliki kapasitas untuk membawa sekitar 18 hingga 20 unit pesawat. Dalam operasional Angkatan Laut Italia, kapal ini dapat mengoperasikan pesawat AV-8B Plus Harrier serta helikopter EH101.
Kapal tersebut juga dilengkapi persenjataan untuk mendukung pertahanan dirinya. Sistem yang tercatat dalam spesifikasi meliputi satu peluncur Albatros dengan delapan peluru kendali Aspide serta tiga sistem senjata DARDO 40/70.
Selain menjalankan fungsi sebagai kapal induk, Giuseppe Garibaldi juga dapat digunakan sebagai pusat komando dan pengendalian kekuatan laut maupun udara. Kapal ini memiliki kapasitas hingga 825 personel.
Baca Juga :
KM Virgo 8 Celaka di Laut Jawa, Pakar ITS Ungkap Pergerakan Terakhir Kapal
Tiba di Indonesia
ITS Giuseppe Garibaldi memasuki wilayah perairan Indonesia pada Kamis, 17 September 2026. Kapal tersebut kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat, 18 September 2026.
Dalam perjalanannya dari Italia, kapal ini sempat singgah di sejumlah negara, salah satunya Sri Lanka. Setelah memasuki wilayah Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I di perairan Bangka, Giuseppe Garibaldi dikawal dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.
Kapal tersebut akhirnya tiba di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta, pada Jumat pagi. Berdasarkan keterangan terbaru TNI AL, kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi itu akan menjadi bagian dari armada TNI AL setelah proses serah terima dan perubahan bendera.
(Ellen Octovia Suherman)
Jakarta: Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi kini telah tiba di Indonesia.
Kapal perang buatan Italia tersebut menjadi kapal induk pertama yang akan dimiliki TNI Angkatan Laut.
Kapal ini sebelumnya merupakan bagian dari armada Angkatan Laut Italia dan diberikan kepada Indonesia melalui skema hibah dari pemerintah Italia. Persetujuan penerimaan hibah tersebut telah disepakati DPR RI dalam Rapat Paripurna pada 21 Juli 2026.
ITS Giuseppe Garibaldi dibangun oleh galangan Fincantieri di Monfalcone, Italia. Pengerjaannya dimulai pada 26 Maret 1981, diluncurkan pada 11 Juni 1983, dan mulai berdinas di Angkatan Laut Italia pada 30 September 1985.
Sebagai kapal induk ringan dengan dek penuh, Giuseppe Garibaldi dirancang untuk menjalankan operasi udara dan laut sekaligus menjadi pusat komando bergerak.
Berdasarkan data Angkatan Laut Italia yang dikutip Metro TV News, kapal ini memiliki bobot penuh 13.850 ton. Panjang keseluruhannya mencapai 180,2 meter, dengan lebar 23,4 meter dan lebar dek penerbangan 30,4 meter. Sementara panjang dek terbang mencapai 173,8 meter dengan sarat air 6,7 meter.
Dari sisi penggerak, Giuseppe Garibaldi menggunakan sistem COGAG yang terdiri atas empat turbin gas FIAT/GE LM-2500. Sistem tersebut menggerakkan dua poros dan menghasilkan daya maksimal sekitar 60.400 kilowatt atau setara 80.998 tenaga kuda.
Dengan tenaga tersebut, kapal mampu mencapai kecepatan maksimum 30 knot dan memiliki jangkauan operasional hingga 7.000 mil laut.
Kapasitas Pesawat dan Persenjataan
Sebagai kapal induk, Giuseppe Garibaldi memiliki kapasitas untuk membawa sekitar 18 hingga 20 unit pesawat. Dalam operasional Angkatan Laut Italia, kapal ini dapat mengoperasikan pesawat AV-8B Plus Harrier serta helikopter EH101.
Kapal tersebut juga dilengkapi persenjataan untuk mendukung pertahanan dirinya. Sistem yang tercatat dalam spesifikasi meliputi satu peluncur Albatros dengan delapan peluru kendali Aspide serta tiga sistem senjata DARDO 40/70.
Selain menjalankan fungsi sebagai kapal induk, Giuseppe Garibaldi juga dapat digunakan sebagai pusat komando dan pengendalian kekuatan laut maupun udara. Kapal ini memiliki kapasitas hingga 825 personel.
Tiba di Indonesia
ITS Giuseppe Garibaldi memasuki wilayah perairan Indonesia pada Kamis, 17 September 2026. Kapal tersebut kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat, 18 September 2026.
Dalam perjalanannya dari Italia, kapal ini sempat singgah di sejumlah negara, salah satunya Sri Lanka. Setelah memasuki wilayah Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I di perairan Bangka, Giuseppe Garibaldi dikawal dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.
Kapal tersebut akhirnya tiba di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta, pada Jumat pagi. Berdasarkan keterangan terbaru TNI AL, kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi itu akan menjadi bagian dari armada TNI AL setelah proses serah terima dan perubahan bendera.
(Ellen Octovia Suherman)
(RUL)