Jakarta: Aqsa Working Group (AWG) membuka gelaran akbar Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 pada Minggu, 1 November 2026 pagi, di Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas). Acara ini menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Memasuki tahun keenam penyelenggaraan, Bulan Solidaritas Palestina 2026 mengusung tema “Penguatan Peran Advokasi Global menuju Pembebasan Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina.”
Pembukaan BSP 2026 digelar bersamaan dengan Apel 1000 Relawan Kemanusiaan yang melibatkan lima elemen relawan, yakni Tim Rescue, Medis, Jurnalis, Konstruksi, dan Aktivis Sosial, yang berperan mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Pembukaan juga dimeriahkan pengibaran bendera Indonesia dan Palestina menggunakan paramotor. Selain itu, relawan dan peserta apel membentangkan bendera kolosal berukuran 50 x 9 meter sebagai simbol solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Ketua BSP 2026 Yusuf Maulana menegaskan Bulan Solidaritas Palestina bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ikhtiar kolektif untuk merawat kepedulian, membangun kesadaran, memperkuat persatuan, serta menggerakkan dukungan nyata bagi kemerdekaan Palestina dan pembebasan Al-Aqsa.
Baca Juga :
Aksi Simbolis di Pembukaan Synchronize Fest 2026: Ada "Munir-Marsinah" hingga Bendera Palestina
“Palestina tidak boleh kita ingat ketika terjadi tragedi semata. Palestina harus berhari-hari dalam kesadaran, doa, kepedulian dari negara kita,” ujar Yusuf Maulana di Monas, Minggu, 1 November 2026.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya memberikan perhatian kepada Palestina ketika terjadi tragedi kemanusiaan. Menurutnya, dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina merupakan bagian dari amanat konstitusi sekaligus prinsip kemanusiaan.
“Bulan Solidaritas Palestina yang kita adakan hari ini dan sepanjang bulan November bukan hanya persoalan keagamaan, tetapi juga persoalan prinsip kemanusiaan, keadilan, dan pemikiran bangsa Indonesia terhadap pemerdekaan bangsa,” tuturnya,
Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E Abdulfattah A.K Al-Sattari. Foto: medcom.id/fatha
Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E Abdulfattah A.K Al-Sattari turut menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia mengaku optimistis melihat besarnya solidaritas yang ditunjukkan bangsa Indonesia dan berharap dukungan tersebut dapat terus berkembang.
“Saya memang sangat optimistis dan mengapresiasi segala bentuk dukungan yang diberikan untuk rakyat Palestina. Saya rasa ini bisa terus dikembangkan supaya semangat ini terus berkobar,” ujarnya.
Baca Juga :
Penuh Haru! Faank Wali Serukan Doa Untuk Palestina & Karhutla
Pembukaan BSP 2026 di Monas. Foto: Medcom.id/fatha
Setelah pembukaan di Monas, BSP 2026 akan berlanjut dengan berbagai agenda, mulai dari Solidarity Run for Palestine dan Talkshow Perempuan Palestina pada 8 November, Summit for Palestine pada 14–15 November, hingga diskusi jurnalistik pada 19 November.
Rangkaian kegiatan juga mencakup Festival Baitul Maqdis pada 22 November, Simposium Anti-Zionis pada 25 November, serta Long March Cinta Al-Aqsa pada 28–29 November dari Cileungsi menuju Masjid Istiqlal.
Seluruh rangkaian akan ditutup pada 29 November di Masjid Istiqlal, bertepatan dengan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina. Melalui BSP 2026.
Jakarta: Aqsa Working Group (AWG) membuka gelaran akbar
Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 pada Minggu, 1 November 2026 pagi, di Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas). Acara ini menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Memasuki tahun keenam penyelenggaraan, Bulan Solidaritas Palestina 2026 mengusung tema “Penguatan Peran Advokasi Global menuju Pembebasan Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina.”
Pembukaan BSP 2026 digelar bersamaan dengan Apel 1000 Relawan Kemanusiaan yang melibatkan lima elemen relawan, yakni Tim Rescue, Medis, Jurnalis, Konstruksi, dan Aktivis Sosial, yang berperan mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Pembukaan juga dimeriahkan pengibaran bendera Indonesia dan Palestina menggunakan paramotor. Selain itu, relawan dan peserta apel membentangkan bendera kolosal berukuran 50 x 9 meter sebagai simbol solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Ketua BSP 2026 Yusuf Maulana menegaskan Bulan Solidaritas Palestina bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ikhtiar kolektif untuk merawat kepedulian, membangun kesadaran, memperkuat persatuan, serta menggerakkan dukungan nyata bagi kemerdekaan Palestina dan pembebasan Al-Aqsa.
“Palestina tidak boleh kita ingat ketika terjadi tragedi semata. Palestina harus berhari-hari dalam kesadaran, doa, kepedulian dari negara kita,” ujar Yusuf Maulana di Monas, Minggu, 1 November 2026.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya memberikan perhatian kepada Palestina ketika terjadi tragedi kemanusiaan. Menurutnya, dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina merupakan bagian dari amanat konstitusi sekaligus prinsip kemanusiaan.
“Bulan Solidaritas Palestina yang kita adakan hari ini dan sepanjang bulan November bukan hanya persoalan keagamaan, tetapi juga persoalan prinsip kemanusiaan, keadilan, dan pemikiran bangsa Indonesia terhadap pemerdekaan bangsa,” tuturnya,
Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E Abdulfattah A.K Al-Sattari. Foto: medcom.id/fatha
Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E Abdulfattah A.K Al-Sattari turut menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia mengaku optimistis melihat besarnya solidaritas yang ditunjukkan bangsa Indonesia dan berharap dukungan tersebut dapat terus berkembang.
“Saya memang sangat optimistis dan mengapresiasi segala bentuk dukungan yang diberikan untuk rakyat Palestina. Saya rasa ini bisa terus dikembangkan supaya semangat ini terus berkobar,” ujarnya.
Pembukaan BSP 2026 di Monas. Foto: Medcom.id/fatha
Setelah pembukaan di Monas, BSP 2026 akan berlanjut dengan berbagai agenda, mulai dari Solidarity Run for Palestine dan Talkshow Perempuan Palestina pada 8 November, Summit for Palestine pada 14–15 November, hingga diskusi jurnalistik pada 19 November.
Rangkaian kegiatan juga mencakup Festival Baitul Maqdis pada 22 November, Simposium Anti-Zionis pada 25 November, serta Long March Cinta Al-Aqsa pada 28–29 November dari Cileungsi menuju Masjid Istiqlal.
Seluruh rangkaian akan ditutup pada 29 November di Masjid Istiqlal, bertepatan dengan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina. Melalui BSP 2026.
(PRI)