Chairman Media Group Surya Paloh memperoleh World Humanity Award dari ajang Bosphorus Summit ke-17 di Istambul, Turki.
Chairman Media Group Surya Paloh memperoleh World Humanity Award dari ajang Bosphorus Summit ke-17 di Istambul, Turki.

Raih Humanity Award di Istanbul, Surya Paloh: Misi Kemanusiaan Harus Berlandaskan Keikhlasan

Muhammad Syahrul Ramadhan • 05 November 2026 21:50
Ringkasnya gini..
  • Founder and Chairman Media Group Surya Paloh menerima penghargaan Humanity Award di Istanbul, Turki.
  • Surya Paloh merefleksikan kembali perjalanan panjang aksi kemanusiaan yang telah dilakoninya selama lebih dari dua dekade.
  • Surya Paloh mengajak masyarakat Aceh, para guru, dan para relawan kemanusiaan untuk tidak pernah memadamkan harapan.
Jakarta: Usai menerima penghargaan Humanity Award di Istanbul, Turki, Founder and Chairman Media Group Surya Paloh merefleksikan kembali perjalanan panjang aksi kemanusiaan yang telah dilakoninya selama lebih dari dua dekade. Menurutnya, seluruh ikhtiar kemanusiaan bermula dari kepekaan nurani dan harus berlandaskan ketulusan tanpa pamrih.

"Pada dasarnya, nilai-nilai kemanusiaan itu lahir dari terbangunnya kesadaran kita secara pribadi. Bagaimana melihat dan memberikan rasa empati kepada sesama umat manusia yang memerlukan perhatian dan bantuan," kata Surya Paloh, dikutip dari tayangan Top News Metro TV, Kamis, 5 November 2026.

"Namun yang paling penting dari semua itu, seluruhnya didasari oleh keikhlasan. Inilah yang memberi arti lebih sempurna terhadap pendekatan nilai-nilai kemanusiaan," tambahnya

Gotong Royong Warisan Pendiri Bangsa


Surya Paloh menekankan pentingnya merawat semangat gotong royong di tengah dinamika tantangan zaman. Ia menyebut nilai gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan fondasi moral utama yang diwariskan para pendiri bangsa (founding fathers) demi memperkuat solidaritas sosial.

"Itu adalah sebuah value yang paling berarti yang ditinggalkan oleh the founding fathers kita. Itu harus menjadi pegangan kita semuanya, agar kita bisa bersama-sama melaksanakan pemikiran-pemikiran besar tersebut," ucap Surya Paloh.
Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang

Komitmen kemanusiaan Surya Paloh tidak hanya berfokus pada tanggap darurat bencana, melainkan bertransformasi menjadi investasi jangka panjang lewat Yayasan Sukma dan pembangunan Sekolah Sukma Bangsa. Ia memandang pendidikan sebagai instrumen mutlak untuk memulihkan peradaban dan menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa.

"Dasar yang paling utama untuk bisa bertahan dan tetap eksis dalam perjalanan kehidupan kebangsaan adalah bagaimana kita memberikan prioritas tertinggi terhadap aspek pendidikan," ucapnya.

Ia mengingatkan amanat konstitusi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang memprioritaskan alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen. "Kita tidak boleh hanya memikirkan kebijakan untuk hari ini, tetapi yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan masa depan generasi penerus bangsa," tegasnya.

Kerja Kolektif Bebaskan Sandera di Mindanao


Misi kemanusiaan yang dijalankan Surya Paloh juga menembus batas negara, salah satunya ketika terlibat langsung dalam diplomasi kemanusiaan membebaskan belasan Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok bersenjata di perairan Mindanao, Filipina Selatan.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut lahir dari kerja kolektif yang melibatkan tim Media Group, Yayasan Sukma, dan berbagai pihak melalui berbagai jalur pendekatan persuasif.

"Itu pekerjaan kolektif. Ada kekhawatiran luar biasa bagaimana warga negara kita bisa segera dibebaskan. Segala upaya, diplomasi, dan pendekatan apa pun kami lakukan sepanjang dapat memberikan kontribusi positif demi menyelamatkan para sandera," kenangnya.  

Pesan untuk Aceh: Jaga Mimpi Besar


Melihat para penyintas tsunami Aceh yang dahulu dibina di Sekolah Sukma Bangsa kini telah tumbuh mandiri bahkan kembali mengabdi sebagai tenaga pengajar, Surya Paloh menyampaikan rasa syukur mendalam. Hal itu, baginya, membuktikan bahwa ketulusan yang ditanamkan sejak awal berbuah nyata bagi kemaslahatan masyarakat luas.

Mengakhiri pesannya, Surya Paloh mengajak masyarakat Aceh, para guru, dan para relawan kemanusiaan untuk tidak pernah memadamkan harapan.

"Mereka harus tetap memiliki impian-impian besar dan impian itu tidak boleh padam. Suatu saat nanti, mereka bukan lagi sekadar orang yang pernah terbantu, melainkan menjadi pihak yang memberikan kontribusi dan bantuan yang jauh lebih berarti bagi kemajuan bangsa," pungkasnya.




Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>