Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang melibatkan Danantara dalam pembangunan lanjutan LRT Jakarta dari Manggarai menuju Dukuh Atas.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut langkah tersebut merupakan bentuk kolaborasi untuk memperkuat pembangunan transportasi publik di Jakarta.
Rencana pelibatan Danantara sebelumnya disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Sebab, untuk jalur Manggarai-Dukuh Atas membutuhkan investasi yang sekitar Rp2,7 triliun.
Rano menjelaskan, pelibatan Danantara juga berkaitan dengan posisi Jakarta yang tidak hanya menjadi kepentingan warga Ibu Kota, tetapi bagian dari sistem transportasi nasional.
"Kan disampaikan juga oleh Bapak Presiden bahwa Jakarta milik Indonesia. Nah, mungkin dalam momen itu, kita mengajak Danantara sebagai BUMN yang sekarang melebur menjadi satu kekuatan besar," katanya dikutip dari Berita Jakarta, Selasa, 22 September 2026.
Baca Juga :
Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Rp8 Berlaku Sampai 23 September 2026
Melebur Menjadi Satu Kekuatan Besar
Rano berharap, nantinya Danantara bisa mendukung pembiayaan pembangunan LRT rute Manggarai-Dukuh Atas. Ia meyakini, penambahan rute itu bakal berdampak terhadap peningkatan jumlah pengguna LRT Jakarta yang sebelumnya sudah terkoneksi mulai dari Kelapa Gading hingga Manggarai.
Namun, Rano juga menegaskan, sasaran utama pembanguan lanjutan rute LRT Jakarta bukan hanya meningkatkan jumlah konsumen, tapi lebih pada aspek memberikan layanan transportasi publik yang memadai.
"Sasaran utama kita bukan kepada jumlah penumpangnya, tapi agar transportasi di Jakarta ini betul-betul transportasi umum itu menjadi pilihan masyarakat Jakarta," tuturnya.
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang melibatkan Danantara dalam pembangunan lanjutan
LRT Jakarta dari Manggarai menuju Dukuh Atas.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut langkah tersebut merupakan bentuk kolaborasi untuk memperkuat pembangunan transportasi publik di Jakarta.
Rencana pelibatan Danantara sebelumnya disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Sebab, untuk jalur Manggarai-Dukuh Atas membutuhkan investasi yang sekitar Rp2,7 triliun.
Rano menjelaskan, pelibatan Danantara juga berkaitan dengan posisi Jakarta yang tidak hanya menjadi kepentingan warga Ibu Kota, tetapi bagian dari sistem transportasi nasional.
"Kan disampaikan juga oleh Bapak Presiden bahwa Jakarta milik Indonesia. Nah, mungkin dalam momen itu, kita mengajak Danantara sebagai BUMN yang sekarang melebur menjadi satu kekuatan besar," katanya dikutip dari Berita Jakarta, Selasa, 22 September 2026.
Melebur Menjadi Satu Kekuatan Besar
Rano berharap, nantinya Danantara bisa mendukung pembiayaan pembangunan LRT rute Manggarai-Dukuh Atas. Ia meyakini, penambahan rute itu bakal berdampak terhadap peningkatan jumlah pengguna LRT Jakarta yang sebelumnya sudah terkoneksi mulai dari Kelapa Gading hingga Manggarai.
Namun, Rano juga menegaskan, sasaran utama pembanguan lanjutan rute LRT Jakarta bukan hanya meningkatkan jumlah konsumen, tapi lebih pada aspek memberikan layanan transportasi publik yang memadai.
"Sasaran utama kita bukan kepada jumlah penumpangnya, tapi agar transportasi di Jakarta ini betul-betul transportasi umum itu menjadi pilihan masyarakat Jakarta," tuturnya.
(ANN)