Jakarta: Super Topan Champi mencatat rekor sebagai badai dengan kecepatan angin terkuat sepanjang 2026 sejauh ini. Siklon yang berada di Laut Filipina tersebut mencapai kecepatan angin sekitar 185 mil per jam pada Selasa sore waktu Eastern Standard Time (EST).
Melansir Scientific American, kecepatan angin Champi menjadi yang tertinggi dibandingkan badai-badai lain yang tercatat sepanjang tahun ini.
Champi kemudian mengalami sedikit pelemahan. Hingga Rabu pagi waktu EST, kecepatan anginnya tercatat sekitar 175 mil per jam. Badan meteorologi memperkirakan badai tersebut akan terus melemah dalam satu atau dua hari berikutnya.
1. Kecepatan Angin Champi Mencapai 185 Mil per Jam
Super Topan Champi mencapai kecepatan angin sekitar 185 mil per jam, setara dengan kurang lebih 290 kilometer per jam, saat berada di Laut Filipina.
Kecepatan tersebut menjadikan Champi sebagai badai dengan angin terkuat sepanjang 2026 sejauh ini. Meski demikian, intensitasnya mulai menurun setelah mencapai puncak kekuatan.
Menurut informasi dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) yang dikutip Scientific American, kecepatan angin Champi pada Rabu pagi waktu EST turun menjadi sekitar 175 mil per jam.
Pada saat laporan tersebut ditulis, Champi berada sekitar 430 mil laut di selatan Pangkalan Udara Kadena di Jepang dan bergerak menuju barat laut.
2. Aktivitas Badai Pasifik Lebih Kuat Dibandingkan Atlantik
Wilayah Pasifik barat dikenal sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas badai tropis yang kuat. Champi memperlihatkan perbedaan intensitas badai antara kawasan Pasifik dan Atlantik sepanjang 2026.
Di Atlantik Utara, badai terkuat tahun ini adalah Badai Isaias, dengan kecepatan angin maksimum sekitar 120 mil per jam atau 193 kilometer per jam.
Sementara itu, Badai Polo di Pasifik timur laut pada September mencapai kecepatan angin sekitar 178 mil per jam atau 286 kilometer per jam. Topan Sinlaku pada April dan Badai Bavi pada Juli di Pasifik barat laut juga mencapai kekuatan yang kurang lebih sama.
Champi menjadi badai Pasifik barat laut ke-25 sepanjang 2026 berdasarkan pelacak siklon Colorado State University yang dikutip dalam laporan tersebut.
Baca Juga :
Ratusan Penerbangan Dibatalkan Gegara Ancaman Topan Champi di Taiwan
3. Perbedaan Topan dan Badai
Topan dan badai merupakan sebutan untuk siklon tropis yang dibedakan berdasarkan lokasi terbentuknya. Agar dapat dikategorikan sebagai topan atau badai, suatu siklon harus mencapai kecepatan angin minimal 74 mil per jam atau sekitar 119 kilometer per jam.
Di Belahan Bumi Utara, siklon yang terbentuk di Pasifik sebelah barat garis tanggal internasional disebut topan. Sementara itu, siklon di Pasifik sebelah timur garis tersebut dikategorikan sebagai badai.
Karena Champi berkembang di Pasifik barat laut, sistem tersebut dikenal sebagai topan. Intensitas anginnya yang tinggi membuatnya dikategorikan sebagai super topan.
4. El Niño Memengaruhi Aktivitas Badai
Laporan Scientific American juga menyoroti kondisi aktivitas siklon yang berbeda antara kawasan Atlantik dan Pasifik pada 2026. Salah satu faktor yang turut memengaruhi pola tersebut adalah El Niño.
El Niño merupakan pola iklim yang dapat memengaruhi kondisi cuaca di berbagai belahan dunia. Selama fenomena ini berlangsung, aktivitas badai cenderung melambat di Atlantik dan meningkat di sejumlah wilayah Pasifik.
Namun, aktivitas siklon tropis tidak hanya ditentukan oleh El Niño. Kondisi laut dan atmosfer juga berperan dalam pembentukan serta penguatan badai.
Super Topan Champi menjadi contoh kuatnya aktivitas badai di Pasifik pada 2026. Meski mencapai kecepatan angin tertinggi tahun ini sejauh laporan tersebut, Champi diperkirakan mengalami pelemahan dalam beberapa hari setelah mencapai puncak intensitasnya.
(Ellen Octovia Suherman)
Jakarta: Super
Topan Champi mencatat rekor sebagai badai dengan kecepatan angin terkuat sepanjang 2026 sejauh ini. Siklon yang berada di Laut Filipina tersebut mencapai kecepatan angin sekitar 185 mil per jam pada Selasa sore waktu Eastern Standard Time (EST).
Melansir
Scientific American, kecepatan angin Champi menjadi yang tertinggi dibandingkan badai-badai lain yang tercatat sepanjang tahun ini.
Champi kemudian mengalami sedikit pelemahan. Hingga Rabu pagi waktu EST, kecepatan anginnya tercatat sekitar 175 mil per jam. Badan meteorologi memperkirakan badai tersebut akan terus melemah dalam satu atau dua hari berikutnya.
1. Kecepatan Angin Champi Mencapai 185 Mil per Jam
Super Topan Champi mencapai kecepatan angin sekitar 185 mil per jam, setara dengan kurang lebih 290 kilometer per jam, saat berada di Laut Filipina.
Kecepatan tersebut menjadikan Champi sebagai badai dengan angin terkuat sepanjang 2026 sejauh ini. Meski demikian, intensitasnya mulai menurun setelah mencapai puncak kekuatan.
Menurut informasi dari National Oceanic and Atmospheric Administration
(NOAA) yang dikutip
Scientific American, kecepatan angin Champi pada Rabu pagi waktu EST turun menjadi sekitar 175 mil per jam.
Pada saat laporan tersebut ditulis, Champi berada sekitar 430 mil laut di selatan Pangkalan Udara Kadena di Jepang dan bergerak menuju barat laut.
2. Aktivitas Badai Pasifik Lebih Kuat Dibandingkan Atlantik
Wilayah Pasifik barat dikenal sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas badai tropis yang kuat. Champi memperlihatkan perbedaan intensitas badai antara kawasan Pasifik dan Atlantik sepanjang 2026.
Di Atlantik Utara, badai terkuat tahun ini adalah Badai Isaias, dengan kecepatan angin maksimum sekitar 120 mil per jam atau 193 kilometer per jam.
Sementara itu, Badai Polo di Pasifik timur laut pada September mencapai kecepatan angin sekitar 178 mil per jam atau 286 kilometer per jam. Topan Sinlaku pada April dan Badai Bavi pada Juli di Pasifik barat laut juga mencapai kekuatan yang kurang lebih sama.
Champi menjadi badai Pasifik barat laut ke-25 sepanjang 2026 berdasarkan pelacak siklon Colorado State University yang dikutip dalam laporan tersebut.
3. Perbedaan Topan dan Badai
Topan dan badai merupakan sebutan untuk siklon tropis yang dibedakan berdasarkan lokasi terbentuknya. Agar dapat dikategorikan sebagai topan atau badai, suatu siklon harus mencapai kecepatan angin minimal 74 mil per jam atau sekitar 119 kilometer per jam.
Di Belahan Bumi Utara, siklon yang terbentuk di Pasifik sebelah barat garis tanggal internasional disebut topan. Sementara itu, siklon di Pasifik sebelah timur garis tersebut dikategorikan sebagai badai.
Karena Champi berkembang di Pasifik barat laut, sistem tersebut dikenal sebagai topan. Intensitas anginnya yang tinggi membuatnya dikategorikan sebagai super topan.
4. El Niño Memengaruhi Aktivitas Badai
Laporan
Scientific American juga menyoroti kondisi aktivitas siklon yang berbeda antara kawasan Atlantik dan Pasifik pada 2026. Salah satu faktor yang turut memengaruhi pola tersebut adalah El Niño.
El Niño merupakan pola iklim yang dapat memengaruhi kondisi cuaca di berbagai belahan dunia. Selama fenomena ini berlangsung, aktivitas badai cenderung melambat di Atlantik dan meningkat di sejumlah wilayah Pasifik.
Namun, aktivitas siklon tropis tidak hanya ditentukan oleh El Niño. Kondisi laut dan atmosfer juga berperan dalam pembentukan serta penguatan badai.
Super Topan Champi menjadi contoh kuatnya aktivitas badai di Pasifik pada 2026. Meski mencapai kecepatan angin tertinggi tahun ini sejauh laporan tersebut, Champi diperkirakan mengalami pelemahan dalam beberapa hari setelah mencapai puncak intensitasnya.
(Ellen Octovia Suherman)
(RUL)