Ilustrasi razia kendaraan bermotor. Medcom.id/Farhan Dwitama
Ilustrasi razia kendaraan bermotor. Medcom.id/Farhan Dwitama

Simak! 14 Pelanggaran yang Dibidik Operasi Zebra Serta Besaran Dendanya

Adri Prima • 03 Oktober 2022 16:59
Jakarta: Polda Metro Jaya menggelar Operasi Zebra 2022 mulai hari ini tanggal 3 Oktober 2022. Tak hanya di DKI Jakarta, operasi ini juga dilakukan serentak di seluruh Indonesia.
 
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa mereka membidik 14 pelanggaran dalam Operasi Kepolisian Zebra Jaya 2022.
 
“Mulai tanggal 3 s/d 16 Oktober 2022 Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melaksanakan Kegiatan Operasi Kepolisian Zebra Jaya 2022,” tulis laman Instagram resmi TMC Polda Metro Jaya @tmcpoldametro.

Menggunakan tilang elektronik


Dalam Operasi Zebra 2022 penindakan pelanggaran tidak dilakukan dengan tilang manual, melainkan menggunakan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) alias tilang elektronik. Hal tersebut disampaikan Kasubbag Ren Ops Bagops Korlantas Polri AKBP Agung Nugroho dalam Kegiatan Lat Pra Ops.
 
“Operasi Zebra tahun ini dilarang melaksanakan penilangan secara manual, seluruh penilngan dilaksanakan dengan sistem ETLE statis maupun mobile dan dengan teguran simpatik.” Jelas Agung seperti dikutip dari laman resmi Korlantas Polri. 

Berikut ini 14 Pelanggaran yang ditarget di Operasi Zebra Jaya 2022 beserta denda:


1. Melawan arus lalu lintas sebagaimana diatur dalam Pasal 287 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan sanksi denda maksimal Rp500 ribu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


2. Berkendara di bawah pengaruh alkohol sebagaimana diatur dalam Pasal 293 UU LLAJ dan sanksi denda maksimal Rp750 ribu.
 
3. Menggunakan HP saat mengemudi sebagaimana diatur dalam Pasal 283 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp750 ribu.
 
4. Tidak menggunakan helm SNI sebagaimana diatur dalam Pasal 291 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp250 ribu.
 
5. Mengemudi kendaraan dengan tidak mengenakan sabuk pengaman sebagaimana diatur dalam Pasal 289 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp250 ribu.
 
6. Melebihi batas kecepatan sebagaimana diatur dalam Pasal 287 ayat 5 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp500 ribu.
 
7. Berkendara di bawah umur, tidak memiliki SIM sebagaimana diatur dalam Pasal 281 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp1 juta.
 
8. Sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang sebagaimana diatur dalam Pasal 292 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp250 ribu.
 
9. Kendaraan bermotor roda 4 atau lebih yang tidak memenuhi persyaratan layak jalan sebagaimana diatur dalam Pasal 286 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp500 ribu.
 
10.Kendaraan bermotor roda dua dengan perlengkapan yang tidak standar sebagaimana diatur dalam Pasal 285 ayat 1 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp250 ribu.
 
11.Kendaraan bermotor roda dua atau empat yang tidak dilengkapi dengan surat tanda nomor kendaraan (STNK) sebagaimana diatur dalam Pasal 288 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp500 ribu.
 
12.Pengemudi kendaraan bermotor yang melanggar marka/bahu jalan sebagaimana diatur dalam Pasal 287 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp1 juta.
 
13.Kendaraan bermotor yang memasang rotator dan sirine yang tidak sesuai peruntukannya khususnya pelat hitam, sebagaimana diatur dalam Pasal 287 ayat 4 dengan sanksi denda maksimal kurungan maksimal 1 (satu) bulan dan atau denda Rp250 ribu.
 
14. Penertiban kendaraan yang memakai plat dinas/rahasia.

 
(PRI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif