Lokasi ledakan di sisi utara Monas. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Lokasi ledakan di sisi utara Monas. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Fakta-fakta Janggal di Balik Ledakan di Monas

Nasional Ledakan di Monas
Cindy • 10 Desember 2019 15:56
Jakarta: Polisi dinilai ragu membuka hasil investigasi ledakan granat di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat. Hal ini menyebabkan fakta-fakta dalam insiden ini molor diungkapkan kepada publik.
 
"Bisa jadi bertolak belakang dengan yang disampaikan di awal (oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono)," kata Direktur Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi kepada Medcom.id, Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.
 
Menurut dia, ada tiga alasan kepolisian ragu mengungkap hasil investigasi. Pertama, soal sifat granat asap yang disebut meledak. Granat asap, kata dia, sejatinya tidak menghasilkan ledakan ataupun api.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Materialnya (granat asap) tidak mengandung bahan eksplosif," ucap Khairul.
 
Khairul menyebut jenis granat yang mampu menimbulkan ledakan, terbakar, dan menghasilkan asap putih yakni granat pembakar berbahan fosfor. Bahan fosfor ini beracun.
 
"Jika terkena kulit dalam jumlah tertentu, bisa menyebabkan kematian," terang dia.
 
Masalah kedua, soal asal usul granat. Khairul menyoroti pernyataan Gatot yang menduga granat bisa jadi perlengkapan personel yang tertinggal saat pengamanan unjuk rasa PA Alumni 212, Senin, 2 Desember 2019.
 
"Namun kemudian dibantah, dan Kapolda menegaskan itu bukan granat inventaris Polri. Sejak awal tidak ada kejelasan soal ini. Apakah granat itu ditemukan di lokasi atau dibawa," ujar Khairul.
 
Terakhir, Kapola dinilai terburu-buru mengungkap insiden tak berkaitan dengan teroris. Khairul merasa heran sebab pernyataan Irjen Gatot tumpang tindih.
 
"Jika tidak terkait jaringan teror, dan granatnya bukan milik Polri/TNI, lalu siapa? Bagaimana barang seberbahaya itu bisa tertinggal?" ungkap dia.
 
Ledakan terjadi diMonas, tepatnya di seberang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jalan Medan Merdeka Utara, pukul 07.20 WIB, Selasa, 3 Desember 2019. Insiden diduga dipicu granat asap.
 
Polda Metro Jaya bekerja sama dengan TNI mengusut kasus ledakan ini. Koordinasi diperlukan lantaran korban berstatus prajurit TNI, yakni Sersan Kepala (Serka) Fajar Arisworo dan Prajurit Kepala (Praka) Gunawan Yusuf.
 
Fajar mengalami luka di lengan cukup parah, sedangkan Gunawan mendapat luka di bagian paha. Kedua korban dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
 
Sementara itu, Polda Metro Jaya mengedepankan keterangan korban untuk mengusut kasus ledakan di Monas. Namun, polisi belum dapat meminta keterangan korban karena masih dalam perawatan intensif.
 
Polda Metro Jaya meminta masyarakat bersabar menunggu hasil penyelidikan. Pasalnya, Korps Bhayangkara tidak bisa memaksa korban memberi keterangan dengan kondisi yang tidak memungkinkan.
 
Tim Satuan Gabungan Khusus (Satgassus) untuk membedah kasus ini sudah dibuat. Tim ini bakal menggabungkan keterangan korban dengan fakta yang ditemukan di lapangan.
 
Pusat Laboratorium Forensik Polri, kata dia, masih meneliti barang bukti yang ditemukan di lapangan. Yusri berjanji akan membeberkan kepada publik jika hasil pemeriksaan sudah rampung.
 
"Kita tunggu saja, mudah-mudahan secepatnya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Desember 2019.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif