Jakarta: Bank Indonesia menggelar Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, FERBI mengajak masyarakat semakin cinta rupiah sebagai simbol dan identitas, persatuan, dan kedaulatan bangsa Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, saat membuka FERBI 2026. “Di setiap lembar dan keping uang yang beredar, Rupiah telah menjadi simbol persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tidak hanya di uang tunai, Rupiah juga berdaulat sebagai satuan nilai dalam ekosistem pembayaran digital," kata Ricky.
FERBI 2026 yang berlangsung di bulan kemerdekaan ini menjadi momentum untuk menguatkan komitmen untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
“Cinta Rupiah" diwujudkan dengan merawat dan menjaga Rupiah, “Bangga Rupiah" dengan menggunakannya dalam setiap transaksi sebagai wujud kedaulatan bangsa, “Paham Rupiah" dengan memahami peran Rupiah dalam perekonomian dan menggunakannya secara bijak untuk mendukung ekonomi Indonesia.
(Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali mengunjungi booth FERBI 2026)
FERBI 2026 berlangsung selama tiga hari pada 14-16 Agustus 2026 di Istora Senayan. Beragam acara dihadirkan dengan nuansa festival yang dikemas secara menarik. Masyarakat diajak semakin mencintai rupiah dengan rangkaian acara mulai dari Talkshow Rupiah, Kelas Belajar dan Ngobrol Publik, CBP Rupiah Championship hingga Pameran Rupiah oleh Museum Bank Indonesia (MuBI).
Talkshow Rupiah
Rangkaian talkshow mengangkat tema perjalanan Rupiah dalam mendukung kedaulatan bangsa dan penerapan manajemen uang yang ramah lingkungan sebagai pengelolaan Rupiah berkelanjutan.
Talkshow Rupiah menghadirkan tiga tema utama, yakni Rupiah untuk Indonesia Berdaulat, Rupiah untuk Indonesia Lestari, dan Rupiah untuk Indonesia Sejahtera.
Talkshow di hari pertama yang bertajuk Rupiah untuk Indonesia Berdaulat menghadirkan sejumlah tokoh, salah satunya Mantan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. Dalam sesi tersebut Retno mengungkapkan bahwa kecintaan terhadap rupiah dapat menjadi wujud nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Rupiah selain sebagai identitas, juga sebagai sebuah kekuatan untuk membangun ekonomi kita,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kecintaan terhadap rupiah juga harus dibangun melalui kepercayaan. Kepercayaan itu tumbuh ketika kebijakan dan aksi pemerintah memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kelas Belajar dan Ngobrol Publik
Selain talkshow, Kelas Belajar dan Ngobrol Publik juga menjadi sesi yang menarik. Sesi ini
menghadirkan rangkaian edukasi bersama komunitas mengenai CBP Rupiah, literasi keuangan, budaya, lingkungan, kesehatan, dan pemanfaatan media digital.
Dalam salah satu sesi Kelas Belajar day 2 bertajuk Uang dan Kebahagian yang dibawakan dosen Universitas PTIQ Jakarta, Muhammad Khoirul Anwar mengulas tentang bagaimana Islam memandang uang. Dalam pemaparannya, Khoirul menjelaskan bahwa uang merupakan sarana bukan tujuan akhir.
Lebih lanjut ia menjelaskan sebagai sarana, uang bisa membawa pada kebahagiaan dengan landasan rasa syukur. “Syukur ini sebagai starting point untuk mengelola uang yang sehat,” ungkapnya.
(Kelas Belajar dan Ngobrol Publik)
Sinergi Mitra Kerja
Asisten Gubernur, Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, M. Anwar Bashori mengungkapkan selain festival yang berlangsung selama 3 hari juga ada dialog international collaboration yang membahas tentang Pengelolaan Uang Rupiah (PUR). “Kita bicara keseluruhan namanya 6P mulai dari perencanaan, pencetakan, pengeluaran pengedaran, pencabutan atau penarikan, dan pemusnahan. Jadi FERBI 2026 itu showcase sekaligus untuk mengatakan kemajuan pengelolaan uang rupiah di Indonesia ” jenisnya.
Terdapat juga Pameran Rupiah yang mengajak masyarakat mengenal perjalanan pengelolaan uang Rupiah sekaligus melihat perkembangan teknologi dan infrastruktur pengelolaan Rupiah.
Masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan edukatif interaktif, gamifikasi, kompetisi mendongeng, mural, cerdas cermat, dan lomba kreator konten.
Jakarta:
Bank Indonesia menggelar Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, FERBI mengajak masyarakat semakin cinta rupiah sebagai simbol dan identitas, persatuan, dan kedaulatan bangsa Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, saat membuka FERBI 2026. “Di setiap lembar dan keping uang yang beredar, Rupiah telah menjadi simbol persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tidak hanya di uang tunai, Rupiah juga berdaulat sebagai satuan nilai dalam ekosistem pembayaran digital," kata Ricky.
FERBI 2026 yang berlangsung di bulan kemerdekaan ini menjadi momentum untuk menguatkan komitmen untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
“Cinta Rupiah" diwujudkan dengan merawat dan menjaga Rupiah, “Bangga Rupiah" dengan menggunakannya dalam setiap transaksi sebagai wujud kedaulatan bangsa, “Paham Rupiah" dengan memahami peran Rupiah dalam perekonomian dan menggunakannya secara bijak untuk mendukung ekonomi Indonesia.

(Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali mengunjungi booth FERBI 2026)
FERBI 2026 berlangsung selama tiga hari pada 14-16 Agustus 2026 di Istora Senayan. Beragam acara dihadirkan dengan nuansa festival yang dikemas secara menarik. Masyarakat diajak semakin mencintai rupiah dengan rangkaian acara mulai dari Talkshow Rupiah, Kelas Belajar dan Ngobrol Publik, CBP Rupiah Championship hingga Pameran Rupiah oleh Museum Bank Indonesia (MuBI).
Talkshow Rupiah
Rangkaian talkshow mengangkat tema perjalanan Rupiah dalam mendukung kedaulatan bangsa dan penerapan manajemen uang yang ramah lingkungan sebagai pengelolaan Rupiah berkelanjutan.
Talkshow Rupiah menghadirkan tiga tema utama, yakni Rupiah untuk Indonesia Berdaulat, Rupiah untuk Indonesia Lestari, dan Rupiah untuk Indonesia Sejahtera.
Talkshow di hari pertama yang bertajuk Rupiah untuk Indonesia Berdaulat menghadirkan sejumlah tokoh, salah satunya Mantan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. Dalam sesi tersebut Retno mengungkapkan bahwa kecintaan terhadap rupiah dapat menjadi wujud nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Rupiah selain sebagai identitas, juga sebagai sebuah kekuatan untuk membangun ekonomi kita,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kecintaan terhadap rupiah juga harus dibangun melalui kepercayaan. Kepercayaan itu tumbuh ketika kebijakan dan aksi pemerintah memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kelas Belajar dan Ngobrol Publik
Selain talkshow, Kelas Belajar dan Ngobrol Publik juga menjadi sesi yang menarik. Sesi ini
menghadirkan rangkaian edukasi bersama komunitas mengenai CBP Rupiah, literasi keuangan, budaya, lingkungan, kesehatan, dan pemanfaatan media digital.
Dalam salah satu sesi Kelas Belajar day 2 bertajuk Uang dan Kebahagian yang dibawakan dosen Universitas PTIQ Jakarta, Muhammad Khoirul Anwar mengulas tentang bagaimana Islam memandang uang. Dalam pemaparannya, Khoirul menjelaskan bahwa uang merupakan sarana bukan tujuan akhir.
Lebih lanjut ia menjelaskan sebagai sarana, uang bisa membawa pada kebahagiaan dengan landasan rasa syukur. “Syukur ini sebagai starting point untuk mengelola uang yang sehat,” ungkapnya.

(Kelas Belajar dan Ngobrol Publik)
Sinergi Mitra Kerja
Asisten Gubernur, Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, M. Anwar Bashori mengungkapkan selain festival yang berlangsung selama 3 hari juga ada dialog international collaboration yang membahas tentang Pengelolaan Uang Rupiah (PUR). “Kita bicara keseluruhan namanya 6P mulai dari perencanaan, pencetakan, pengeluaran pengedaran, pencabutan atau penarikan, dan pemusnahan. Jadi FERBI 2026 itu showcase sekaligus untuk mengatakan kemajuan pengelolaan uang rupiah di Indonesia ” jenisnya.
Terdapat juga Pameran Rupiah yang mengajak masyarakat mengenal perjalanan pengelolaan uang Rupiah sekaligus melihat perkembangan teknologi dan infrastruktur pengelolaan Rupiah.
Masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan edukatif interaktif, gamifikasi, kompetisi mendongeng, mural, cerdas cermat, dan lomba kreator konten.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(RUL)