Jakarta: Jemaah umrah Indonesia diimbau menghindari penerbangan transit melalui Malaysia dan Singapura. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong jemaah dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) memilih penerbangan langsung ke Arab Saudi.
Pasalnya, sekitar 70 ribu jemaah diperkirakan masih menggunakan rute transit tersebut.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah lebih aman. Pengalihan rute juga diharapkan membuka peluang lebih besar bagi maskapai nasional untuk melayani perjalanan umrah sekaligus menggerakkan ekonomi dalam negeri.
“Kami sebagai pihak yang mengelola haji dan umrah mengimbau jemaah memilih maskapai direct, bukan penerbangan transit. Lebih aman bisa direct ke Jeddah atau Madinah. Jadi kami sarankan itu,” katanya dikutip dari laman HIMPUH, Rabu, 28 Oktober 2026.
Baca Juga :
Daftar Umrah dan Wisata Halal Kini Makin Praktis Lewat Platform Digital Baru
Menurut Dahnil, besarnya jumlah jemaah yang transit melalui Malaysia dan Singapura menjadi peluang bagi penerbangan nasional. Pemerintah ingin lebih banyak perjalanan umrah dilayani maskapai Indonesia, terutama Garuda Indonesia dan Lion Air.
“Jemaah yang transit di Malaysia dan Singapura cukup besar, 70 ribuan. Jika itu diarahkan ke penerbangan nasional juga membantu ekonomi nasional kita. Kita harus dorong dua maskapai nasional kita, yaitu Lion dan Garuda,” katanya.
Travel Umrah Diminta Pertimbangkan Penerbangan Langsung
Kemenhaj telah mengumpulkan asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk menyampaikan imbauan tersebut kepada pelaku usaha travel. Pemerintah meminta penerbangan transit melalui Malaysia atau Singapura tidak menjadi pilihan utama.
“Kami kumpulkan asosiasi PPIU untuk menjadi perhatian kepada pelaku bisnis travel. Kami minta kepada asosiasi jangan dulu memilih penerbangan transit seperti ke Malaysia atau Singapura,” ujar Wamenhaj.
Imbauan ini ditujukan kepada penyelenggara perjalanan maupun jemaah agar rute penerbangan menjadi salah satu pertimbangan saat merencanakan perjalanan ke Tanah Suci.a.
Jakarta:
Jemaah umrah Indonesia diimbau menghindari penerbangan transit melalui Malaysia dan Singapura. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong jemaah dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) memilih penerbangan langsung ke Arab Saudi.
Pasalnya, sekitar 70 ribu jemaah diperkirakan masih menggunakan rute transit tersebut.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah lebih aman. Pengalihan rute juga diharapkan membuka peluang lebih besar bagi maskapai nasional untuk melayani perjalanan umrah sekaligus menggerakkan ekonomi dalam negeri.
“Kami sebagai pihak yang mengelola haji dan umrah mengimbau jemaah memilih maskapai direct, bukan penerbangan transit. Lebih aman bisa direct ke Jeddah atau Madinah. Jadi kami sarankan itu,” katanya dikutip dari laman HIMPUH, Rabu, 28 Oktober 2026.
Menurut Dahnil, besarnya jumlah jemaah yang transit melalui Malaysia dan Singapura menjadi peluang bagi penerbangan nasional. Pemerintah ingin lebih banyak perjalanan umrah dilayani maskapai Indonesia, terutama Garuda Indonesia dan Lion Air.
“Jemaah yang transit di Malaysia dan Singapura cukup besar, 70 ribuan. Jika itu diarahkan ke penerbangan nasional juga membantu ekonomi nasional kita. Kita harus dorong dua maskapai nasional kita, yaitu Lion dan Garuda,” katanya.
Travel Umrah Diminta Pertimbangkan Penerbangan Langsung
Kemenhaj telah mengumpulkan asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk menyampaikan imbauan tersebut kepada pelaku usaha travel. Pemerintah meminta penerbangan transit melalui Malaysia atau Singapura tidak menjadi pilihan utama.
“Kami kumpulkan asosiasi PPIU untuk menjadi perhatian kepada pelaku bisnis travel. Kami minta kepada asosiasi jangan dulu memilih penerbangan transit seperti ke Malaysia atau Singapura,” ujar Wamenhaj.
Imbauan ini ditujukan kepada penyelenggara perjalanan maupun jemaah agar rute penerbangan menjadi salah satu pertimbangan saat merencanakan perjalanan ke Tanah Suci.a.
(ANN)