Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya saat musim kemarau. Saat api mulai muncul dan berpotensi meluas, masyarakat diminta tidak hanya menunggu petugas datang, tetapi segera melaporkan titik api yang ditemukan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah perkembangan karhutla. Salah satu langkah penting yang bisa dilakukan adalah segera melapor jika menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat dapat menghubungi layanan darurat BNPB di nomor 117 untuk melaporkan potensi bahaya tersebut.
BNPB: Penanganan Karhutla Dilakukan Bersama
Plt. Kapusdatin BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, menegaskan bahwa penanganan karhutla saat ini terus dilakukan secara terpadu dan masif.
"Pemerintah tidak tinggal diam. Saat ini penanganan karhutla terus dilakukan secara terpadu bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, dunia usaha, masyarakat, serta kementerian dan lembaga terkait," ujar Berton dalam keterangannya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurut dia, peran masyarakat juga penting untuk mencegah kebakaran semakin meluas. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta segera menyampaikan informasi jika menemukan titik api.
"Kami mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi berkembang menjadi karhutla," kata Berton.
Jika Menemukan Titik Api, Hubungi 117
BNPB meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan titik api atau kondisi yang berisiko berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan.
Laporan dapat disampaikan melalui call center BNPB di nomor 117. Pelaporan dini diharapkan dapat membantu mempercepat respons dan mencegah api meluas ke wilayah lain.
Selain melaporkan titik api, masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait karhutla. Informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kepanikan dan mengganggu penanganan di lapangan.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Selain pencegahan kebakaran, aspek kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian utama. Mengingat kondisi udara di beberapa wilayah terdampak, warga diimbau untuk membatasi ruang gerak di luar ruangan.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Apabila beraktivitas di luar rumah, diharapkan menggunakan masker," imbuh Berton.
Jakarta:
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya saat musim kemarau. Saat api mulai muncul dan berpotensi meluas, masyarakat diminta tidak hanya menunggu petugas datang, tetapi segera melaporkan titik api yang ditemukan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah perkembangan karhutla. Salah satu langkah penting yang bisa dilakukan adalah segera melapor jika menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat dapat menghubungi layanan darurat BNPB di nomor 117 untuk melaporkan potensi bahaya tersebut.
BNPB: Penanganan Karhutla Dilakukan Bersama
Plt. Kapusdatin BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, menegaskan bahwa penanganan karhutla saat ini terus dilakukan secara terpadu dan masif.
"Pemerintah tidak tinggal diam. Saat ini penanganan karhutla terus dilakukan secara terpadu bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, dunia usaha, masyarakat, serta kementerian dan lembaga terkait," ujar Berton dalam keterangannya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurut dia, peran masyarakat juga penting untuk mencegah kebakaran semakin meluas. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta segera menyampaikan informasi jika menemukan titik api.
"Kami mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi berkembang menjadi karhutla," kata Berton.
Jika Menemukan Titik Api, Hubungi 117
BNPB meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan titik api atau kondisi yang berisiko berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan.
Laporan dapat disampaikan melalui call center BNPB di nomor 117. Pelaporan dini diharapkan dapat membantu mempercepat respons dan mencegah api meluas ke wilayah lain.
Selain melaporkan titik api, masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait karhutla. Informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kepanikan dan mengganggu penanganan di lapangan.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Selain pencegahan kebakaran, aspek kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian utama. Mengingat kondisi udara di beberapa wilayah terdampak, warga diimbau untuk membatasi ruang gerak di luar ruangan.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Apabila beraktivitas di luar rumah, diharapkan menggunakan masker," imbuh Berton.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(ANN)