Tim SAR mengevakuasi wisatawan yang terjatuh di Air Terjun Robo, Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Foto: Metro Tv
Tim SAR mengevakuasi wisatawan yang terjatuh di Air Terjun Robo, Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Foto: Metro Tv

Viral Video Wisatawan Hanyut di Air Terjun Robo Sumbar, Korban Ditemukan Meninggal

Muhammad Syahrul Ramadhan • 17 Oktober 2026 13:15
Ringkasnya gini..
  • Video wisatawan terseret arus di Air Terjun Robo, Sumatra Barat, viral di media sosial. Korban ditemukan meninggal dunia.
  • Windy Rahma Putri, 25 tahun, jatuh ke dasar air terjun setelah terseret arus pada 15 Oktober 2026.
  • Tim SAR membutuhkan sekitar lima jam untuk mengevakuasi korban akibat medan tebing yang terjal dan licin.
Jakarta: Video seorang wisatawan yang terseret arus hingga jatuh dari Air Terjun Robo, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, beredar di media sosial. Peristiwa tersebut berakhir tragis setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dalam rekaman yang beredar, korban terlihat sedang merebahkan diri di aliran air. Tak lama kemudian, tubuhnya terseret arus hingga jatuh ke bagian bawah air terjun. Situasi yang semula terlihat tenang berubah menjadi kepanikan.

Korban diketahui bernama Windy Rahma Putri, 25 tahun, warga Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat.

 
Windy mendatangi lokasi wisata tersebut bersama sejumlah rekannya pada Kamis, 15 Oktober 2026. Ia berada di kawasan Air Terjun Robo, Nagari Harau, untuk menikmati suasana alam dan kesejukan air terjun.

Kronologi Wisatawan Terjatuh di Air Terjun Robo

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 15 Oktober 2026. Korban dilaporkan terseret arus ketika berada di aliran air di kawasan Air Terjun Robo hingga jatuh ke bagian bawah air terjun.

Setelah menerima laporan, tim SAR melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Namun, pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil.

Operasi pencarian kemudian dilanjutkan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Korban akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia.
 
Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Petugas harus menghadapi medan yang terjal dan licin untuk menjangkau lokasi korban di dasar air terjun.

Komandan Pos Basarnas Kabupaten Lima Puluh Kota, Roni, menjelaskan bahwa kondisi medan membutuhkan perlengkapan keselamatan yang memadai.

Petugas harus mengangkat korban melalui jalur tebing dengan kemiringan hampir 90 derajat. Kondisi batuan yang licin turut menyulitkan proses evakuasi, yang membutuhkan waktu sekitar lima jam hingga korban berhasil dibawa keluar dari lokasi.

Setelah dievakuasi, korban dibawa ke rumah terdekat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>