Depok: Yayasan Al Qohhar kembali menggelar pertemuan rutin bulanan sekaligus menyerahkan santunan kepada anak yatim dan yatim piatu binaan. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Qohhar, Sawangan, Depok, Minggu (4/10/2026), diikuti lebih dari 1.200 anak binaan.
Pertemuan tersebut dihadiri Pembina Yayasan Al Qohhar H. Robert Nitiyudo Wachjo beserta keluarga, Ketua Yayasan Kartono Warigogung, jajaran pengurus, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan.
Sebanyak 865 anak yatim dan 367 anak yatim piatu hadir dalam kegiatan tersebut. Selain penyerahan santunan, agenda diisi dengan tausiah, silaturahmi, serta kegiatan bermain dan hiburan bagi anak-anak.
Dalam tausiahnya, H. Robert berpesan agar anak-anak senantiasa berdzikir dan bersyukur kepada Allah SWT. Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan sebagai hamba Allah.
"Perhatian kepada anak-anak ini adalah bentuk kecintaan dan upaya meneruskan amanat guru kami," ujar H. Robert.
Tak Hanya Santunan
Komitmen Yayasan Al Qohhar terhadap anak binaan tidak berhenti pada pemberian santunan bulanan. Yayasan juga memberikan pendampingan di bidang kesehatan, termasuk membantu anak-anak yang membutuhkan pengobatan khusus.
Salah satunya Wildan, anak binaan yang mengalami gangguan penglihatan hingga hampir kehilangan kemampuan melihat. Ia mendapat pendampingan pengobatan hingga ke Singapura dan kondisinya berangsur membaik.
Pendampingan juga diberikan kepada anak binaan yang mengalami kanker darah dan sempat mengalami kelumpuhan. Kondisinya kini berangsur membaik hingga kembali dapat berjalan.
Untuk mendukung layanan kesehatan, Yayasan Al Qohhar menyiapkan dokter, klinik dokter umum dan dokter gigi, serta kunjungan rutin psikolog dan tenaga medis. Yayasan juga membuka akses bagi anak binaan yang membutuhkan penanganan di rumah sakit spesialis.
H. Robert bahkan merencanakan pembangunan rumah sakit untuk meningkatkan efektivitas layanan kesehatan bagi anak-anak binaan.
Ketua Yayasan Al Qohhar Kartono Warigogung mengatakan pendampingan anak yatim dan yatim piatu sejak awal memang menjadi amanat yang harus dijalankan secara menyeluruh.
"Dari awal amanatnya memang untuk mengurus anak yatim dan yatim piatu. Jadi bukan hanya soal memberikan santunan. Anak-anak ini punya banyak kebutuhan. Pendidikan, kesehatan, makanan, tempat tinggal, semuanya harus diperhatikan," kata Kartono.
Berawal dari Majelis Ta'lim
Yayasan Al Qohhar resmi berdiri pada 9 Juli 2003. Lembaga tersebut bermula dari kegiatan majelis ta'lim dan kemudian berkembang menjadi lembaga yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan.
Setelah guru H. Robert wafat, amanat untuk mengurus anak yatim, yatim piatu, dan lansia terus dilanjutkan. Hingga kini, yayasan mendampingi 1.232 anak binaan.
Dukungan pendidikan diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari beasiswa dan kebutuhan sekolah hingga renovasi rumah. Yayasan juga membantu menyediakan fasilitas pendukung pendidikan seperti laptop, telepon seluler, sepeda listrik, dan sepeda motor sesuai kebutuhan anak binaan.
Pembinaan bakat turut dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti les Bahasa Inggris, jujutsu, dan renang. Yayasan juga menjalin kerja sama dengan Universitas Binawan serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Lampung.
Anak Binaan Rasakan Dukungan
Dukungan Yayasan Al Qohhar dirasakan langsung oleh anak-anak binaan. Anaya Syakira Abimanyu, 12, siswi SMP Dharma Karya UT Pamulang yang menjadi binaan sejak 2024, mengaku melihat sosok ayah dalam diri H. Robert.
"Ayah Robert sangat baik dan benar-benar menjadi sosok ayah bagi kami. Banyak mengajarkan hal-hal positif dan selalu support untuk kehidupan sehari-hari, HP, laptop, sepeda listrik, kasur, bahkan les bahasa Inggris di EF," ujar Anaya.
Hal serupa dirasakan Zahra, 16, siswi SMAN 10 Depok, dan Mitsuhana Kazuko Minakoshi, siswi SMA Alhasra yang telah menjadi binaan sejak 2022.
Selain santunan bulanan, dukungan berupa kendaraan juga membantu aktivitas pendidikan mereka. Mitsuhana bahkan memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke IPB dengan dukungan dari yayasan.
Kartono menegaskan seluruh bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan masing-masing anak.
"Pak Haji ingin anak-anak ini mendapatkan apa yang memang mereka butuhkan. Kalau ada yang sekolah, kita pikirkan sekolahnya. Kalau ada yang sakit, kita pikirkan pengobatannya," pungkasnya.
Selain mendampingi anak yatim dan yatim piatu, Yayasan Al Qohhar juga rutin menyalurkan bantuan sembako kepada para lansia sebagai bagian dari kegiatan sosial yayasan.
Depok: Yayasan Al Qohhar kembali menggelar pertemuan rutin bulanan sekaligus menyerahkan santunan kepada anak yatim dan yatim piatu binaan. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Qohhar, Sawangan, Depok, Minggu (4/10/2026), diikuti lebih dari 1.200 anak binaan.
Pertemuan tersebut dihadiri Pembina Yayasan Al Qohhar H. Robert Nitiyudo Wachjo beserta keluarga, Ketua Yayasan Kartono Warigogung, jajaran pengurus, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan.
Sebanyak 865 anak yatim dan 367 anak yatim piatu hadir dalam kegiatan tersebut. Selain penyerahan santunan, agenda diisi dengan tausiah, silaturahmi, serta kegiatan bermain dan hiburan bagi anak-anak.
Dalam tausiahnya, H. Robert berpesan agar anak-anak senantiasa berdzikir dan bersyukur kepada Allah SWT. Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan sebagai hamba Allah.
"Perhatian kepada anak-anak ini adalah bentuk kecintaan dan upaya meneruskan amanat guru kami," ujar H. Robert.
Tak Hanya Santunan
Komitmen Yayasan Al Qohhar terhadap anak binaan tidak berhenti pada pemberian santunan bulanan. Yayasan juga memberikan pendampingan di bidang kesehatan, termasuk membantu anak-anak yang membutuhkan pengobatan khusus.
Salah satunya Wildan, anak binaan yang mengalami gangguan penglihatan hingga hampir kehilangan kemampuan melihat. Ia mendapat pendampingan pengobatan hingga ke Singapura dan kondisinya berangsur membaik.
Pendampingan juga diberikan kepada anak binaan yang mengalami kanker darah dan sempat mengalami kelumpuhan. Kondisinya kini berangsur membaik hingga kembali dapat berjalan.
Untuk mendukung layanan kesehatan, Yayasan Al Qohhar menyiapkan dokter, klinik dokter umum dan dokter gigi, serta kunjungan rutin psikolog dan tenaga medis. Yayasan juga membuka akses bagi anak binaan yang membutuhkan penanganan di rumah sakit spesialis.
H. Robert bahkan merencanakan pembangunan rumah sakit untuk meningkatkan efektivitas layanan kesehatan bagi anak-anak binaan.
Ketua Yayasan Al Qohhar Kartono Warigogung mengatakan pendampingan anak yatim dan yatim piatu sejak awal memang menjadi amanat yang harus dijalankan secara menyeluruh.
"Dari awal amanatnya memang untuk mengurus anak yatim dan yatim piatu. Jadi bukan hanya soal memberikan santunan. Anak-anak ini punya banyak kebutuhan. Pendidikan, kesehatan, makanan, tempat tinggal, semuanya harus diperhatikan," kata Kartono.
Berawal dari Majelis Ta'lim
Yayasan Al Qohhar resmi berdiri pada 9 Juli 2003. Lembaga tersebut bermula dari kegiatan majelis ta'lim dan kemudian berkembang menjadi lembaga yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan.
Setelah guru H. Robert wafat, amanat untuk mengurus anak yatim, yatim piatu, dan lansia terus dilanjutkan. Hingga kini, yayasan mendampingi 1.232 anak binaan.
Dukungan pendidikan diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari beasiswa dan kebutuhan sekolah hingga renovasi rumah. Yayasan juga membantu menyediakan fasilitas pendukung pendidikan seperti laptop, telepon seluler, sepeda listrik, dan sepeda motor sesuai kebutuhan anak binaan.
Pembinaan bakat turut dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti les Bahasa Inggris, jujutsu, dan renang. Yayasan juga menjalin kerja sama dengan Universitas Binawan serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Lampung.
Anak Binaan Rasakan Dukungan
Dukungan Yayasan Al Qohhar dirasakan langsung oleh anak-anak binaan. Anaya Syakira Abimanyu, 12, siswi SMP Dharma Karya UT Pamulang yang menjadi binaan sejak 2024, mengaku melihat sosok ayah dalam diri H. Robert.
"Ayah Robert sangat baik dan benar-benar menjadi sosok ayah bagi kami. Banyak mengajarkan hal-hal positif dan selalu support untuk kehidupan sehari-hari, HP, laptop, sepeda listrik, kasur, bahkan les bahasa Inggris di EF," ujar Anaya.
Hal serupa dirasakan Zahra, 16, siswi SMAN 10 Depok, dan Mitsuhana Kazuko Minakoshi, siswi SMA Alhasra yang telah menjadi binaan sejak 2022.
Selain santunan bulanan, dukungan berupa kendaraan juga membantu aktivitas pendidikan mereka. Mitsuhana bahkan memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke IPB dengan dukungan dari yayasan.
Kartono menegaskan seluruh bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan masing-masing anak.
"Pak Haji ingin anak-anak ini mendapatkan apa yang memang mereka butuhkan. Kalau ada yang sekolah, kita pikirkan sekolahnya. Kalau ada yang sakit, kita pikirkan pengobatannya," pungkasnya.
Selain mendampingi anak yatim dan yatim piatu, Yayasan Al Qohhar juga rutin menyalurkan bantuan sembako kepada para lansia sebagai bagian dari kegiatan sosial yayasan.
(ASM)