Jakarta: MIND ID kembali menghadirkan MediaMIND, ajang kompetisi karya jurnalistik yang memasuki penyelenggaraan tahun kelima. Mengusung tema "Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri", MediaMIND 2026 mengajak insan media, akademisi, pengamat, dan masyarakat menggali kontribusi industri pertambangan bagi Indonesia.
MediaMIND 2026 membawa sejumlah subtema, yakni Ekonomi & Investasi, ESG (Environmental, Social, and Governance) & Green Mining, Kontribusi Sosial Masyarakat, Hilirisasi, Industrialisasi & Ketahanan Mineral Indonesia, serta Transformasi & Inovasi.
Melalui kompetisi tersebut, MIND ID mendorong peserta mengangkat berbagai cerita mengenai pengelolaan kekayaan mineral Indonesia secara bertanggung jawab. Cerita yang diangkat diharapkan dapat menunjukkan peran industri pertambangan dalam memperkuat industri nasional, mendukung transisi energi, menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
MediaMIND Masuk Tahun Kelima
Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, mengatakan MediaMIND merupakan program berkelanjutan yang digelar setiap tahun. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Sosialisasi MediaMIND di Energy Building, Jakarta, Senin, 14 September 2026.
“MediaMIND ini merupakan program kita yang berlanjut setiap tahun. Jadi ini acaranya telah berlangsung untuk kelima kalinya, dan alhamdulillah setiap tahun berjalan dengan lancar,” kata Pria.
Menurutnya, MediaMIND menjadi salah satu upaya MIND ID untuk memperkenalkan sisi lain dari industri pertambangan kepada masyarakat. Ia berharap pemberitaan mengenai aktivitas pertambangan tidak hanya melihat dampak negatif, tetapi juga kontribusi dan upaya pengelolaan yang dilakukan secara bertanggung jawab.
“Kami sebenarnya ingin mempublikasikan bahwa tambang itu tidak selalu negatif. Kami ingin mempublikasikan bahwa usaha tambang yang kami lakukan itu bertanggung jawab,” ujarnya.
Pria menegaskan kegiatan pertambangan tidak berhenti pada proses pengambilan mineral. Menurutnya, terdapat upaya untuk menjaga ekosistem dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.
“Usaha yang kami lakukan itu tidak sekadar pertama menambang, terus kami tinggalkan, terus merusak ekosistem lingkungan dan sekitar,” katanya.
Dorong Kolaborasi dengan Media
MediaMIND juga menjadi wadah kolaborasi antara MIND ID dengan media, pengamat, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan perspektif baru mengenai industri pertambangan Indonesia.
“Ini bukan hanya kami yang mempublikasi, tapi kami ingin media bisa berkolaborasi. Berkolaborasi secara positif antara kami dengan media, kemudian juga dengan rekan-rekan para pengamat, termasuk juga mahasiswa,” ujar Pria.
Pria juga menambahkan bahwa karya-karya yang dihasilkan melalui MediaMIND nantinya diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai dunia pertambangan sekaligus melahirkan gagasan inovatif.
“Mudah-mudahan selain dapat memberikan edukasi mengenai dunia pertambangan, juga dapat memberikan hal-hal baru yang sifatnya inovatif,” lanjutnya.
Pria berharap kolaborasi tersebut memberikan dampak positif bagi MIND ID sekaligus Indonesia.
“Mudah-mudahan hal ini bisa memberikan dampak positif bukan hanya buat kami, buat MIND ID, tapi juga tentunya untuk negara kita, untuk Indonesia yang kita cintai,” tuturnya.
Kategori Kompetisi MediaMIND 2026
MediaMIND 2026 membuka sejumlah kategori kompetisi bagi berbagai kelompok peserta.
Jurnalis:
- Teks: Hard News dan Feature
- Foto: Foto Tunggal dan Foto Cerita
- TV/Video: Hard News dan Feature
- Infografik
Akademisi & Pengamat:
- Artikel Opini
Umum:
- Media Sosial, seperti Instagram dan TikTok
- Teks Reportase
MediaMIND 2026 telah resmi dimulai melalui kick off pada 1 Agustus 2026. Karya yang dapat diikutsertakan merupakan karya yang telah dipublikasikan pada periode 15 September 2025 hingga 17 September 2026.
Batas akhir pengumpulan karya untuk kategori jurnalis adalah 17 September 2026. Sementara itu, kategori umum, akademisi, dan pengamat dibuka hingga 25 Oktober 2026.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jakarta: MIND ID kembali menghadirkan MediaMIND, ajang kompetisi karya jurnalistik yang memasuki penyelenggaraan tahun kelima. Mengusung tema "Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri", MediaMIND 2026 mengajak insan media, akademisi, pengamat, dan masyarakat menggali kontribusi industri pertambangan bagi Indonesia.
MediaMIND 2026 membawa sejumlah subtema, yakni Ekonomi & Investasi, ESG (Environmental, Social, and Governance) & Green Mining, Kontribusi Sosial Masyarakat, Hilirisasi, Industrialisasi & Ketahanan Mineral Indonesia, serta Transformasi & Inovasi.
Melalui kompetisi tersebut, MIND ID mendorong peserta mengangkat berbagai cerita mengenai pengelolaan kekayaan mineral Indonesia secara bertanggung jawab. Cerita yang diangkat diharapkan dapat menunjukkan peran industri pertambangan dalam memperkuat industri nasional, mendukung transisi energi, menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
MediaMIND Masuk Tahun Kelima
Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, mengatakan MediaMIND merupakan program berkelanjutan yang digelar setiap tahun. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Sosialisasi MediaMIND di Energy Building, Jakarta, Senin, 14 September 2026.
“MediaMIND ini merupakan program kita yang berlanjut setiap tahun. Jadi ini acaranya telah berlangsung untuk kelima kalinya, dan alhamdulillah setiap tahun berjalan dengan lancar,” kata Pria.
Menurutnya, MediaMIND menjadi salah satu upaya MIND ID untuk memperkenalkan sisi lain dari industri pertambangan kepada masyarakat. Ia berharap pemberitaan mengenai aktivitas pertambangan tidak hanya melihat dampak negatif, tetapi juga kontribusi dan upaya pengelolaan yang dilakukan secara bertanggung jawab.
“Kami sebenarnya ingin mempublikasikan bahwa tambang itu tidak selalu negatif. Kami ingin mempublikasikan bahwa usaha tambang yang kami lakukan itu bertanggung jawab,” ujarnya.
Pria menegaskan kegiatan pertambangan tidak berhenti pada proses pengambilan mineral. Menurutnya, terdapat upaya untuk menjaga ekosistem dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.
“Usaha yang kami lakukan itu tidak sekadar pertama menambang, terus kami tinggalkan, terus merusak ekosistem lingkungan dan sekitar,” katanya.
Dorong Kolaborasi dengan Media
MediaMIND juga menjadi wadah kolaborasi antara MIND ID dengan media, pengamat, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan perspektif baru mengenai industri pertambangan Indonesia.
“Ini bukan hanya kami yang mempublikasi, tapi kami ingin media bisa berkolaborasi. Berkolaborasi secara positif antara kami dengan media, kemudian juga dengan rekan-rekan para pengamat, termasuk juga mahasiswa,” ujar Pria.
Pria juga menambahkan bahwa karya-karya yang dihasilkan melalui MediaMIND nantinya diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai dunia pertambangan sekaligus melahirkan gagasan inovatif.
“Mudah-mudahan selain dapat memberikan edukasi mengenai dunia pertambangan, juga dapat memberikan hal-hal baru yang sifatnya inovatif,” lanjutnya.
Pria berharap kolaborasi tersebut memberikan dampak positif bagi MIND ID sekaligus Indonesia.
“Mudah-mudahan hal ini bisa memberikan dampak positif bukan hanya buat kami, buat MIND ID, tapi juga tentunya untuk negara kita, untuk Indonesia yang kita cintai,” tuturnya.
Kategori Kompetisi MediaMIND 2026
MediaMIND 2026 membuka sejumlah kategori kompetisi bagi berbagai kelompok peserta.
Jurnalis:
- Teks: Hard News dan Feature
- Foto: Foto Tunggal dan Foto Cerita
- TV/Video: Hard News dan Feature
- Infografik
Akademisi & Pengamat:
- Artikel Opini
Umum:
- Media Sosial, seperti Instagram dan TikTok
- Teks Reportase
MediaMIND 2026 telah resmi dimulai melalui kick off pada 1 Agustus 2026. Karya yang dapat diikutsertakan merupakan karya yang telah dipublikasikan pada periode 15 September 2025 hingga 17 September 2026.
Batas akhir pengumpulan karya untuk kategori jurnalis adalah 17 September 2026. Sementara itu, kategori umum, akademisi, dan pengamat dibuka hingga 25 Oktober 2026.
(Muhammad Zaidan Rizky)
(ASM)