Pendamping Desa Berperan Besar Kurangi Kesenjangan
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. Foto: Dok.
Jakarta: Pendamping desa merupakan ujung tombak pemerintah membantu atasi kesenjangan sosial. Relawan tersebut dianggap besar membimbing masyarakat kurang mampu dalam meningkatkan kesejahteraan. 

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, meminta pendamping desa untuk mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru di desa. Menurutnya, hal tersebut akan membantu mengurangi kesenjangan ekonomi, terutama desa.

Hal itu disampaikan oleh Eko saat memberikan kata sambutan pada Training of Trainer (TOT) Peningkatan Kapasitas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten/Kota Program Inovasi Desa di The Media Hotel and Tower, Jakarta, Senin, 2 Juli 2018. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu dihadiri oleh 351 peserta dari berbagai daerah. 


"Saya harap dalam lima tahun ke depan ada pengusaha baru menengah yang asalnya dari pendamping desa atau yang didampingi," kata Eko. 



Menurutnya, salah satu tugas paling berat yang harus diselesaikan oleh negara ini adalah menyejahterakan masyarakat. Meskpun begitu, pemerintah tetap berkomitmen mewujudkan salah satu amanat pada pembukaan UUD 1945 yang berbunyi 'Untuk memajukan kesejahteraan umum'.

"Pemerintah berkomitmen dalam mengentaskan kemiskinan dan menaikkan tingkat desa-desa tertinggal. Mengentaskan kemiskinan dan kenaikan tingkat desa bukan hal yang mudah," ungkap dia.

Dalam arahannya tersebut, Menteri Eko meminta pendamping desa untuk detil dalam menjalankan tugas sebagai pendamping. Ia juga meminta pendamping desa untuk memperhatikan segala aspek dalam membantu mengembangkan desa.

"Kegagalan dari program pemerintah di masa lalu disebabkan karena setiap program tidak direncanakan dengan matang, tidak terintegerasi. Dalam kapasitas sebagai Training of trainer, tanamkan bahwa dalam melakukan segala sesuatu itu harus dari hulu hingga hilir," tegasnya.

Terlebih, saat ini setiap desa mendapatkan dana alokasi dari pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur desa. Ketersediaan infrastruktur tersebut akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa melalui inovasi-inovasi baru.

"Sekarang jalan desa sudah banyak yang terbangun. Memang tidak ada jalan tol, tidak ada trotoar. Ini butuh inovasi. Inovasi tidak bisa top down. Ada program  Program Inovasi Desa (PID). Kita harapkan dengan ini akan tumbuh inovasi-inovasi baru sehingga masyarajat bisa rasakan manfaatnya supaya tidak terpaku," ujarnya.

Eko mengakui, hal itu semua merupakan tugas berat. Untuk itu, dibutuhkan panggilan hati dari semua pendamping desa untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan di desa.

"Gaji pendamping desa itu kecil, tapi bebannya besar. Jadi butuh pendamping yang memiliki panggilan hati," ujarnya.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id