Jakarta: Setiap tanggal 31 Oktober, perayaan Halloween identik dengan anak-anak yang mengenakan kostum menyeramkan, berkeliling dari rumah ke rumah, dan mengucapkan kalimat “trick or treat!”.
Setelah itu, mereka biasanya menerima permen, cokelat, atau makanan manis lainnya dari penghuni rumah.
Tradisi ini menjadi salah satu bagian paling populer dari perayaan Halloween, terutama di Amerika Serikat. Namun, apa sebenarnya arti trick or treat? Bagaimana tradisi meminta permen ini bisa menjadi bagian dari perayaan Halloween?
Arti Trick or Treat dalam Bahasa Indonesia
Secara harfiah, trick or treat berarti “trik atau hadiah”. Namun, dalam konteks Halloween, frasa ini lebih tepat dimaknai sebagai “beri kami hadiah atau kami akan jailin kamu”.
Kata trick berarti tipuan atau keisengan, sedangkan treat berarti suguhan atau sesuatu yang menyenangkan, seperti permen dan cokelat. Ketika anak-anak mengucapkan “trick or treat!”, mereka secara tradisional meminta suguhan kepada penghuni rumah dengan ancaman bercanda akan melakukan keisengan jika tidak mendapatkannya.
Meski demikian, dalam praktik modern, bagian trick umumnya tidak dimaksudkan sebagai ancaman sungguhan. Anak-anak biasanya hanya mengucapkan kalimat tersebut untuk meminta permen sebagai bagian dari keseruan Halloween.
Tradisi ini dilakukan dengan mengenakan berbagai kostum, mulai dari penyihir, hantu, vampir, hingga karakter film dan animasi. Mereka kemudian mendatangi rumah-rumah yang berpartisipasi dalam perayaan Halloween untuk mengumpulkan permen.
Menurut Dictionary.com, tradisi trick or treat berkaitan dengan kebiasaan lama di Eropa ketika orang-orang mengenakan kostum, menyanyikan lagu, atau melakukan pertunjukan sederhana untuk mendapatkan makanan sebagai imbalan.
Berawal dari Tradisi Eropa
Asal-usul trick or treat tidak dapat ditelusuri ke satu peristiwa tertentu. Tradisi modern ini diperkirakan berkembang dari sejumlah kebiasaan lama di Eropa, termasuk souling dan guising.
Pada Abad Pertengahan, terdapat tradisi souling di Inggris. Dalam praktik ini, orang-orang miskin mengunjungi rumah keluarga yang lebih berada untuk meminta makanan, termasuk kue khusus yang disebut soul cakes.
Sebagai imbalannya, mereka berjanji mendoakan anggota keluarga pemilik rumah yang telah meninggal dunia.
Baca Juga :
7 Perayaan Halloween Paling Unik di Dunia: Dari Ritual Kuno hingga Kota Penyihir
Sementara itu, di Skotlandia dan Irlandia, dikenal tradisi guising. Orang-orang, termasuk anak-anak, mengenakan penyamaran dan mengunjungi rumah-rumah untuk menyanyikan lagu, membacakan puisi, atau melakukan pertunjukan sederhana demi mendapatkan makanan maupun hadiah.
Kebiasaan tersebut memiliki kemiripan dengan trick or treat modern, meskipun tidak dapat dipastikan bahwa salah satunya merupakan satu-satunya asal langsung tradisi tersebut.
Ketika banyak imigran Irlandia dan Skotlandia datang ke Amerika Serikat pada abad ke-19, mereka turut membawa berbagai kebiasaan Halloween dari negara asalnya.
Tradisi meminta makanan dari rumah ke rumah kemudian berkembang dan mengalami perubahan hingga menjadi kegiatan yang dikenal saat ini.
Trick or Treat Mulai Populer
Tradisi trick or treat dalam bentuk modern berkembang di Amerika Utara pada awal abad ke-20. Istilah tersebut mulai muncul dalam pemberitaan surat kabar pada dekade 1920-an, ketika kegiatan Halloween juga kerap diwarnai berbagai keisengan.
Menurut Smithsonian Magazine, salah satu catatan awal penggunaan frasa tersebut dalam konteks Halloween ditemukan dalam surat kabar Kanada pada 1920-an. Namun, popularitasnya di Amerika Serikat meningkat secara bertahap dan semakin meluas setelah Perang Dunia II.
Pada masa itu, pembagian permen menjadi cara praktis bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam Halloween. Anak-anak bisa berkeliling lingkungan tempat tinggal, sementara para penghuni rumah menyediakan suguhan bagi mereka yang datang mengenakan kostum.
Tradisi ini juga membantu mengarahkan perayaan Halloween menjadi kegiatan komunitas yang lebih terorganisasi. Alih-alih berfokus pada keisengan, masyarakat semakin terbiasa menyambut anak-anak dengan memberikan permen atau cokelat.
Seiring berkembangnya budaya populer dan industri permen, trick or treat akhirnya menjadi salah satu tradisi Halloween yang paling dikenal di Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.
Identik dengan Permen
Permen menjadi suguhan utama dalam tradisi trick or treat karena praktis dibagikan kepada banyak anak. Permen yang dikemas satuan juga memudahkan penghuni rumah menyiapkan hadiah untuk pengunjung yang datang sepanjang malam Halloween.
Setelah Perang Dunia II, tradisi ini semakin populer di Amerika Serikat. Ketersediaan permen yang kembali meningkat setelah masa pembatasan gula, pertumbuhan kawasan permukiman, serta promosi produk bertema Halloween turut mendorong perkembangannya.
Kini, anak-anak biasanya membawa tas atau wadah khusus untuk mengumpulkan permen saat berkeliling. Selain permen, mereka juga dapat menerima cokelat dan berbagai suguhan lainnya dari rumah-rumah yang ikut merayakan Halloween.
Meski begitu, tradisi trick or treat tidak dilakukan dengan cara yang sama di setiap negara. Ada wilayah yang merayakannya secara luas, sedangkan tempat lain lebih banyak mengadakan pesta kostum atau kegiatan Halloween di lingkungan tertentu.
(Vira Farhatul Maula)
Jakarta: Setiap tanggal 31 Oktober, perayaan Halloween identik dengan anak-anak yang mengenakan kostum menyeramkan, berkeliling dari rumah ke rumah, dan mengucapkan kalimat “trick or treat!”.
Setelah itu, mereka biasanya menerima permen, cokelat, atau makanan manis lainnya dari penghuni rumah.
Tradisi ini menjadi salah satu bagian paling populer dari perayaan Halloween, terutama di Amerika Serikat. Namun, apa sebenarnya arti trick or treat? Bagaimana tradisi meminta permen ini bisa menjadi bagian dari perayaan Halloween?
Arti Trick or Treat dalam Bahasa Indonesia
Secara harfiah, trick or treat berarti “trik atau hadiah”. Namun, dalam konteks Halloween, frasa ini lebih tepat dimaknai sebagai “beri kami hadiah atau kami akan jailin kamu”.
Kata
trick berarti tipuan atau keisengan, sedangkan
treat berarti suguhan atau sesuatu yang menyenangkan, seperti permen dan cokelat. Ketika anak-anak mengucapkan “trick or treat!”, mereka secara tradisional meminta suguhan kepada penghuni rumah dengan ancaman bercanda akan melakukan keisengan jika tidak mendapatkannya.
Meski demikian, dalam praktik modern, bagian trick umumnya tidak dimaksudkan sebagai ancaman sungguhan. Anak-anak biasanya hanya mengucapkan kalimat tersebut untuk meminta permen sebagai bagian dari keseruan Halloween.
Tradisi ini dilakukan dengan mengenakan berbagai kostum, mulai dari penyihir, hantu, vampir, hingga karakter film dan animasi. Mereka kemudian mendatangi rumah-rumah yang berpartisipasi dalam perayaan Halloween untuk mengumpulkan permen.
Menurut Dictionary.com, tradisi trick or treat berkaitan dengan kebiasaan lama di Eropa ketika orang-orang mengenakan kostum, menyanyikan lagu, atau melakukan pertunjukan sederhana untuk mendapatkan makanan sebagai imbalan.
Berawal dari Tradisi Eropa
Asal-usul trick or treat tidak dapat ditelusuri ke satu peristiwa tertentu. Tradisi modern ini diperkirakan berkembang dari sejumlah kebiasaan lama di Eropa, termasuk
souling dan
guising.
Pada Abad Pertengahan, terdapat tradisi
souling di Inggris. Dalam praktik ini, orang-orang miskin mengunjungi rumah keluarga yang lebih berada untuk meminta makanan, termasuk kue khusus yang disebut soul cakes.
Sebagai imbalannya, mereka berjanji mendoakan anggota keluarga pemilik rumah yang telah meninggal dunia.
Sementara itu, di Skotlandia dan Irlandia, dikenal tradisi
guising. Orang-orang, termasuk anak-anak, mengenakan penyamaran dan mengunjungi rumah-rumah untuk menyanyikan lagu, membacakan puisi, atau melakukan pertunjukan sederhana demi mendapatkan makanan maupun hadiah.
Kebiasaan tersebut memiliki kemiripan dengan trick or treat modern, meskipun tidak dapat dipastikan bahwa salah satunya merupakan satu-satunya asal langsung tradisi tersebut.
Ketika banyak imigran Irlandia dan Skotlandia datang ke Amerika Serikat pada abad ke-19, mereka turut membawa berbagai kebiasaan Halloween dari negara asalnya.
Tradisi meminta makanan dari rumah ke rumah kemudian berkembang dan mengalami perubahan hingga menjadi kegiatan yang dikenal saat ini.
Trick or Treat Mulai Populer
Tradisi trick or treat dalam bentuk modern berkembang di Amerika Utara pada awal abad ke-20. Istilah tersebut mulai muncul dalam pemberitaan surat kabar pada dekade 1920-an, ketika kegiatan Halloween juga kerap diwarnai berbagai keisengan.
Menurut Smithsonian Magazine, salah satu catatan awal penggunaan frasa tersebut dalam konteks Halloween ditemukan dalam surat kabar Kanada pada 1920-an. Namun, popularitasnya di Amerika Serikat meningkat secara bertahap dan semakin meluas setelah Perang Dunia II.
Pada masa itu, pembagian permen menjadi cara praktis bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam Halloween. Anak-anak bisa berkeliling lingkungan tempat tinggal, sementara para penghuni rumah menyediakan suguhan bagi mereka yang datang mengenakan kostum.
Tradisi ini juga membantu mengarahkan perayaan Halloween menjadi kegiatan komunitas yang lebih terorganisasi. Alih-alih berfokus pada keisengan, masyarakat semakin terbiasa menyambut anak-anak dengan memberikan permen atau cokelat.
Seiring berkembangnya budaya populer dan industri permen, trick or treat akhirnya menjadi salah satu tradisi Halloween yang paling dikenal di Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.
Identik dengan Permen
Permen menjadi suguhan utama dalam tradisi trick or treat karena praktis dibagikan kepada banyak anak. Permen yang dikemas satuan juga memudahkan penghuni rumah menyiapkan hadiah untuk pengunjung yang datang sepanjang malam Halloween.
Setelah Perang Dunia II, tradisi ini semakin populer di Amerika Serikat. Ketersediaan permen yang kembali meningkat setelah masa pembatasan gula, pertumbuhan kawasan permukiman, serta promosi produk bertema Halloween turut mendorong perkembangannya.
Kini, anak-anak biasanya membawa tas atau wadah khusus untuk mengumpulkan permen saat berkeliling. Selain permen, mereka juga dapat menerima cokelat dan berbagai suguhan lainnya dari rumah-rumah yang ikut merayakan Halloween.
Meski begitu, tradisi trick or treat tidak dilakukan dengan cara yang sama di setiap negara. Ada wilayah yang merayakannya secara luas, sedangkan tempat lain lebih banyak mengadakan pesta kostum atau kegiatan Halloween di lingkungan tertentu.
(Vira Farhatul Maula)
(RUL)