Membangun Karakter Bangsa melalui Permainan Rakyat

Anggi Tondi Martaon 30 Oktober 2018 20:57 WIB
berita kemenko pmk
Membangun Karakter Bangsa melalui Permainan Rakyat
(Foto:Dok.Kemenko PMK)
Jakarta: Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar Dialog Kebudayaan bertema Kebijakan Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Pemanfaatan Obyek Pemajuan Kebudayaan (Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional) di Claro Hotel Makassar, Sulsel, pada Selasa, 30 Oktober 2018.

Acara ini merupakan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Dialog melibatkan akademisi, budayawan, serta profesional di bidang permainan rakyat dan olahraga tradisional. Para tamu undangan disambut tari paraga, tarian khas Sulsel yang dimainkan oleh enam orang laki-laki berpakaian adat lengkap sambil memperlihatkan keterampilan/atraksi dalam memainkan bola raga (bola takraw).

Asisten Daerah 3, Bidang Administrasi dan Pemerintah Pemprov Sulsel Ruslan Abu dalam sambutannya mewakili Gubernur Sulsel menyampaikan, kebudayaan merupakan aset terpenting bagi bangsa. "Kebudayaan dapat kita dorong untuk menjadi prestasi, sesuatu yang membanggakan bagi bangsa kita," kata Ruslan.


Ruslan berkaca pada cabang olahraga Sepak Takraw. Pada ajang Asian Games 2018, Sepak Takraw berhasil menyumbangkan medali emas bagi Indonesia.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Hamka Naping, M. A, salah satu pembicara mengapresiasi tema yang diangkat oleh Kemenko PMK dalam kesempatan ini. Menurutnya, ada sebuah fenomena di mana Indonesia yang sangat multikulturalisme secara perlahan kehilangan jati dirinya.

Hamka menyebutkan, salah satu penyebab hilangnya jati diri bangsa akibat pola asuh orang tua. Menurutnya, saat ini permainan tradisional bukan sesuatu yang penting.

Padahal, permainan tradisional banyak mengandung nilai-nilai dasar dalam kehidupan masyarakat. "Permainan rakyat dan olahraga tradisional merupakan strategi budaya untuk menguatkan karakter bangsa," katanya.

Sementara itu, Asisten Deputi Nilai dan Kreativitas Budaya, Kemenko PMK, Alfredo Sani mengatakan, dibutuhkan dari berbagai pihak untuk melestarikan budaya bangsa. "Mengubah karakter bangsa merupakan sebuah proses yang tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak."

Dia berharap, sinergi pemerintah pusat dan daerah serta komunitas dapat terimplementasi untuk membentuk karakter (jati diri) bangsa. Salah satunya melalui permainan tradisional.

"Tidak dapat kita elakkan bahwa hampir semua permainan rakyat dan olahraga tradisional mengandung nilai-nilai revolusi mental yang harus terus dipupuk dan didorong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Dalam dialog itu, disepakati beberapa aspek yang diharapkan dapat melestarikan kebudayaan lokal. Di antaranya, Pemda diminta menginventarisasi dan merevitalisasi obyek pemajuan kebudayaan lokal, pengkayaan sumber daya budaya, promosi obyek pemajuan kebudayaan lokal di tingkat daerah, desa, dan lintas sektor.

Pemerintah pusat dan daerah juga diminta melakukan pengkajian lebih dalam untuk memahami filosofi permainan rakyat dan olahraga tradisional untuk memperkuat karakter dan jati diri bangsa.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id