Aksi Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto membengkokkan golok Foto: Tangkapan Layar Youtube
Aksi Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto membengkokkan golok Foto: Tangkapan Layar Youtube

Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Aksi Bengkokkan Golok Kembali Viral

Muhammad Syahrul Ramadhan • 02 Oktober 2026 16:01
Ringkasnya gini..
  • Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026. Aksi membengkokkan golok saat menjabat Kapolda Banten kembali viral.
  • Suyudi pernah menunjukkan kemampuan bela diri dengan membengkokkan golok dalam peringatan HUT ke-79 Bhayangkara di Serang.
  • Sebagai Kapolri baru, Suyudi akan fokus pada konsolidasi internal, pelayanan publik, penegakan hukum, dan kedekatan polisi dengan masyarakat.
Jakarta: Nama Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kembali menjadi sorotan setelah resmi dilantik sebagai Kapolri pada Kamis, 1 Oktober 2026. Di tengah pemberitaan mengenai jabatan barunya, aksi Suyudi membengkokkan golok saat masih menjabat Kapolda Banten kembali viral.

Momen tersebut terjadi dalam peringatan HUT ke-79 Bhayangkara yang digelar di Alun-Alun Kota Serang, Banten, pada 2025. Ketika itu, Suyudi masih berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol).

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube MGSTVDIGITAL, Suyudi terlihat mengambil sebilah golok dari seorang pria. Ia kemudian memainkan golok tersebut sebelum meletakkannya di belakang kepala.

Suyudi lalu menggunakan kedua tangannya untuk membengkokkan golok tersebut. Bilah senjata itu terlihat melengkung hingga sekitar 45 derajat. Aksi tersebut langsung mendapat tepuk tangan dari masyarakat yang menyaksikan.

Suyudi Resmi Jadi Kapolri

Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada Kamis sore, 1 Oktober 2026.

Setelah resmi menjabat, Suyudi mengatakan langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan konsolidasi internal. Ia juga menyatakan akan melanjutkan sejumlah program yang telah dijalankan pimpinan sebelumnya.
 
Suyudi mengatakan pihaknya akan mengevaluasi berbagai program dan kebijakan untuk melihat hal-hal yang masih perlu dilanjutkan maupun diperbaiki.

Selain konsolidasi internal, Suyudi menyebut peningkatan pelayanan publik dan penegakan hukum yang adil menjadi bagian dari fokus kepemimpinannya.

Ia juga ingin memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat melalui program kerja yang mengusung konsep polisi bersama masyarakat.

Menurut Suyudi, polisi harus hadir di tengah masyarakat dan mampu merespons kebutuhan masyarakat dengan cepat dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>