Manggarai Timur: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA meninjau kerusakan gempa di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8).
Dalam kesempatan itu Mendagri memastikan pemerintah menyiapkan bantuan atas kerusakan rumah warga. Syaratnya, pendataan dilakukan oleh Pemda dan ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) serta Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) setempat.
"Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari," ujar Mendagri yang sebelumnya memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Natas Lehong, Manggarai Timur.
Mendagri mengimbau agar Pemda mengerahkan kepala desa hingga perangkat kecamatan agar pendataan bisa dipercepat. Adapun bantuan pemerintah meliputi Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp70 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat.
Baca Juga :
Presiden Prabowo Ajak Doa Bersama untuk Korban Gempa NTT dan Sumatera di HUT ke-81 RI
"Nanti yang mendatanya dari desa. Nanti desa menyampaikan kepada Pak Bupati. Bupati nanti akan merekap rumah siapa rumahnya rusak ringan, sedang, atau berat," terangnya.
Dalam kesempatan itu Tito juga menyerahkan 2 genset dan 10 velbed ke Posko Relawan Bencana Ronting di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT serta 3 genset dan 15 velbed ke Posko Damer untuk mendukung pelayanan kesehatan. Tidak hanya itu, Mendagri memberikan tali asih Rp15 juta per jiwa yang wafat kepada perwakilan keluarganya serta Rp200 juta kepada dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.
(Mendagri Muhammad Tito Karnavian bersama Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA tinjau dampak gempa dan serahkan bantuan di Manggarai Timur, NTT)
Lebih lanjut, Dirjen Bina Adwil, Safrizal ZA menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk hadirnya negara dalam setiap kejadian bencana. "Percayalah, negara hadir," tegas Safrizal.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya hadir dalam proses penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan koordinasi penanganan bencana hingga tahap pemulihan dapat berjalan efektif di tingkat daerah. Dengan sinergi tersebut, kebutuhan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan disesuaikan dengan langkah penanganan yang diperlukan.
"Pemerintah senantiasa berada di tengah masyarakat untuk memastikan pemulihan berjalan cepat dan kehidupan warga kembali pulih," ungkap Safrizal.
Hasil peninjauan selanjutnya akan dibahas dalam rapat koordinasi bersama kementerian, lembaga, dan BUMN terkait.
"Presiden sudah memerintahkan jajaran kabinet merah putih untuk turun langsung ke lapangan, informasi yang kita dapatkan di lapangan akan langsung jadi bahan masukan untuk segera ditindaklanjuti," pungkasnya.
Manggarai Timur: Menteri Dalam Negeri (Mendagri)
Muhammad Tito Karnavian bersama Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA meninjau kerusakan
gempa di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8).
Dalam kesempatan itu
Mendagri memastikan pemerintah menyiapkan bantuan atas kerusakan rumah warga. Syaratnya, pendataan dilakukan oleh Pemda dan ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) serta Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) setempat.
"Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari," ujar Mendagri yang sebelumnya memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Natas Lehong, Manggarai Timur.
Mendagri mengimbau agar Pemda mengerahkan kepala desa hingga perangkat kecamatan agar pendataan bisa dipercepat. Adapun bantuan pemerintah meliputi Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp70 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat.
"Nanti yang mendatanya dari desa. Nanti desa menyampaikan kepada Pak Bupati. Bupati nanti akan merekap rumah siapa rumahnya rusak ringan, sedang, atau berat," terangnya.
Dalam kesempatan itu Tito juga menyerahkan 2 genset dan 10 velbed ke Posko Relawan Bencana Ronting di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT serta 3 genset dan 15 velbed ke Posko Damer untuk mendukung pelayanan kesehatan. Tidak hanya itu, Mendagri memberikan tali asih Rp15 juta per jiwa yang wafat kepada perwakilan keluarganya serta Rp200 juta kepada dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.
(Mendagri Muhammad Tito Karnavian bersama Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA tinjau dampak gempa dan serahkan bantuan di Manggarai Timur, NTT)
Lebih lanjut, Dirjen Bina Adwil, Safrizal ZA menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk hadirnya negara dalam setiap kejadian bencana. "Percayalah, negara hadir," tegas Safrizal.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya hadir dalam proses penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan koordinasi penanganan bencana hingga tahap pemulihan dapat berjalan efektif di tingkat daerah. Dengan sinergi tersebut, kebutuhan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan disesuaikan dengan langkah penanganan yang diperlukan.
"Pemerintah senantiasa berada di tengah masyarakat untuk memastikan pemulihan berjalan cepat dan kehidupan warga kembali pulih," ungkap Safrizal.
Hasil peninjauan selanjutnya akan dibahas dalam rapat koordinasi bersama kementerian, lembaga, dan BUMN terkait.
"Presiden sudah memerintahkan jajaran kabinet merah putih untuk turun langsung ke lapangan, informasi yang kita dapatkan di lapangan akan langsung jadi bahan masukan untuk segera ditindaklanjuti," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(PRI)