medcom.id, Jakarta: Jenazah mantan Kapolri Jenderal Purnawirawan Widodo Budidarmo dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian memimpin langsung upacara prosesi pemakamannya.
Mewakili institusi kepolisian, Tito menyampaikan rasa bela sungkawa atas kepergian Jenderal Budidarmo. Tito mengatakan seniornya itu telah banyak memberikan sumbangsihnya kepada negara juga Korps Bhayangkara.
"Mari kita berdoa bersama agar segenap amal bakti almarhum diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan," kata Tito saat memimpin upacara di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu 6 Mei 2017.
Upacara pemakaman Budidarmo dimulai pukul 14.00 WIB. Segenap keluarga besar almarhum mengiringi jenazah hingga ke liang lahat.
Hadir Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Wakapolri Komjen Syafruddin. Mantan Kapolri Jenderal Purnawirawan Timur Pradopo, Jenderal Nanan Sukarna, hingga Mantan Panglima Tri Sutrisno juga turut hadir.
Budidarmo lahir di Surabaya, Jawa Timur, 1 September 1927. Ia sempat mengenyam pendidikan umum di Hollandsch-Inlandsche School pada 1934-1941, lalu melanjutkan pendidikannya ke sekolah teknik pada 1942-1946. Semasa pendidikan sekolah menengahnya itu, Budidarmo sudah aktif angkat senjata untuk ikut dalam perang kemerdekaan di Jawa Timur.
Pernah menjadi anggota MPR RI
Karier kepolisiannya dimulai saat ia belajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian dan lulus pada 1955. Usai lulus, ia langsung menjabat sebagai kepala bagian Organisasi Polisi di Purwakarta selama tiga tahun, 1956-1959. Selama masa itu pula dia ikut dalam operasi penumpasan pemberontakan DI/TII di Jawa Barat.
Sekitar awal 1960, Budidarmo pergi ke Amerika Serikat untuk memperdalam ilmu militer di US Coast Guard Officers Candidate School. Sepulang pelatihan di AS, ia langsung menjabat sebagai kepala Bagian Operasi Polisi Jakarta Raya (1960).
Baca: Mantan Kapolri Widodo Budidarmo Tutup Usia
Setelah itu berbagai jabatan disandangnya. Dia berturut-turut menjadi panglima Korps Perairan dan Udara (1964), panglima daerah Kepolisian II Sumatera Utara (1967), dan kadapol VII Metro Jaya periode 1970-1974. Kadapol Widodo bertanggung jawab atas operasi pengamanan langsung pemilihan umum 1971 di Jakarta yang saat itu tensinya agak panas.
Setelah pemilu, dia juga harus mengamankan sidang umum MPR-RI yang berlangsung di Jakarta. Budidarmo juga diangkat menjadi anggota MPR RI.
Selepas menjabat kadapol Metro Jaya, pada 25 Juni 1974, Widodo dilantik oleh Presiden Soeharto untuk menjadi kapolri. Dia memangku jabatan kapolri selama periode 1974-1978. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Widodo dilaksanakan pada 26 Juni 1974 di Istana Negara oleh Presiden Soeharto. Pelantikannya bersamaan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya R.S. Subijakto.
Di Korps Bhayangkara, Widodo juga menorehkan berbagai prestasi, salah satunya mendirikan kantor bersama tiga instansi (Samsat) di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Ketiga instansi itu yakni Polri, Pemprov DKI Jakarta, dan Perum AK Jasa Raharja.
Program bersama ini dioperasikan dalam rangka pengurusan surat-surat kendaraan bermotor, seperti STNK, BPKB dan lain-lain. Saat menjabat kapolri, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 9 tentang Narkotika tertanggal 26 Juli 1976.
Selain itu, pada kepemimpinannya di Koprs Bhayangkara itu, diterbitkan Surat Keputusan Kapolri mengenai Satama Satwa sebagai langkah menunjang langkah-langkah operasional Polri (1977).
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan