Satgas PRR menyalurkan bantuan dan mendata kebutuhan pemulihan warga terdampak banjir susulan yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. (Dok. Satgas PRR)
Satgas PRR menyalurkan bantuan dan mendata kebutuhan pemulihan warga terdampak banjir susulan yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. (Dok. Satgas PRR)

Respons Cepat Banjir Aceh Tamiang, Satgas PRR Salurkan Bantuan dan Data Kerusakan

Muhammad Syahrul Ramadhan • 14 Oktober 2026 17:52
Ringkasnya gini..
  • (Satgas PRR) bergerak cepat merespons banjir susulan yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
  • Banjir yang terjadi pada Minggu (11/10/2026) malam ini setidaknya berdampak pada 650 kepala keluarga (KK) di 12 titik lokasi.
  • Pemerintah daerah terus memperbaiki tanggul yang rusak untuk mengurangi dampak luapan Sungai Tamiang.
Jakarta: Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) bergerak cepat merespons banjir susulan yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk menyalurkan bantuan dan mendata kebutuhan pemulihan warga.

Banjir yang terjadi pada Minggu (11/10/2026) malam ini setidaknya berdampak pada 650 kepala keluarga (KK) di 12 titik lokasi. Saat ini, Satgas PRR terus berkoordinasi dengan Pemkab Aceh Tamiang untuk memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi, mendata kerusakan infrastruktur, serta menjaga program rehabilitasi pascabencana tetap berjalan aman.

“Kami ditugaskan Kasatgas untuk memantau situasi pascabanjir susulan, termasuk sektor yang terdampak, korban jiwa, pengungsian, perkiraan kerugian, dan kebutuhan lainnya,” kata Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi khusus Satgas PRR di Aceh Tamiang, Kolonel Lek Dedy Sehabudin di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Selasa (13/10/2026).

Tim juga berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengevaluasi langkah penanganan yang telah dilakukan serta mengidentifikasi damoak banjir susulan. Peninjauan mencakup proyek jalan, jembatan, dan infrastruktur lain yang sedang dikerjakan kementerian dan lembaga dalam rangka pemulihan Aceh Tamiang.

“Kami juga memeriksa apabila terdapat pembangunan jembatan atau jalan yang terkendala maupun kembali terdampak oleh banjir terakhir,” ujar Dedy.

Bersamaan dengan peninjauan tersebut, Kasatgas PRR menyerahkan bantuan senilai Rp80 juta untuk membantu masyarakat terdampak. Bantuan disampaikan secara simbolis oleh Dedy kepada Datuk Penghulu Kampung Marlempang, Kecamatan Bendahara, untuk mendukung penguatan kebutuhan logistik warga.

Satgas PRR juga menyalurkan 650 paket perlengkapan dapur melalui BPBD Aceh Tamiang. Bantuan tersebut diharapkan membantu keluarga terdampak memenuhi kebutuhan dasar dan memulai kembali aktivitas rumah tangga setelah banjir.

“Ini adalah titipan dari Kasatgas untuk membantu meringankan dampak banjir susulan. Bantuan ini menjadi bukti komitmen pemerintah pusat dalam pemulihan bencana, khususnya banjir di Aceh Tamiang,” kata Dedy.
 

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Syuibun Anwar mengatakan pemerintah daerah terus memperbaiki tanggul yang rusak untuk mengurangi dampak luapan Sungai Tamiang. Penanganan tanggul menjadi bagian penting untuk melindungi permukiman sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat menghadapi hujan berikutnya.

“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Satgas PRR yang begitu peduli terhadap Aceh Tamiang. Bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban pemerintah daerah,” ujar Syuibun.

Datuk Penghulu Kampung Marlempang Hanif Pradana turut berharap perbaikan darurat dapat dilanjutkan dengan pembangunan tanggul permanen. Infrastruktur tersebut dibutuhkan agar masyarakat tidak terus menghadapi risiko yang sama setiap kali debit Sungai Tamiang meningkat.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>