Jakarta: Keberhasilan memberdayakan potensi masyarakat lokal membawa PT Pertamina EP menyabet tiga penghargaan bergengsi dalam ajang CSR & PDB Awards 2026.
Apresiasi ini membuktikan bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan mampu melampaui sekadar bantuan operasional, dan sukses bertransformasi menjadi kekuatan yang menciptakan kemandirian ekonomi warga secara berkelanjutan.
Penghargaan tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Indonesia Social Sustainability Forum (ISSF) yang berkolaborasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Perusahaan dalam mengembangkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Di Jatibarang Field, Jari Tangan (Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan) dikembangkan melalui pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian dan pangan. Program ini mendorong pengembangan budidaya hortikultura berkelanjutan sekaligus pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna.
Pendekatan tersebut dilakukan dengan melibatkan kelompok masyarakat sehingga manfaat program tidak hanya berasal dari hasil produksi, tetapi juga dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan.
Sementara itu, Purnama Subang (Purna Pekerja Migran Indonesia Berdaya Menjaga Lingkungan Bersama) yang dijalankan Subang Field berfokus pada pemberdayaan purna pekerja migran Indonesia (PMI) dan kelompok rentan. Program dikembangkan melalui penguatan usaha masyarakat, pertanian terpadu, pengelolaan limbah, serta kegiatan edukasi bagi masyarakat dan lingkungan sekolah.
Dengan pendekatan tersebut, Purnama Subang mendorong terbentuknya peluang ekonomi sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Di Tambun Field, Rangkul Raga Bumi dikembangkan melalui edukasi lingkungan dan literasi energi bagi generasi muda. Program ini antara lain diwujudkan melalui kegiatan eco-school yang mengajak pelajar memahami pengelolaan lingkungan sekaligus mengenal peran strategis industri hulu migas dalam mendukung ketahanan energi.
Pertamina EP menerima penghargaan pada ajang CSR PDB Awards 2026 di Gedung Utama Kementerian Desa dan PDT.
Baca Juga :
Eksplorasi Segar Keberlanjutan Fashion Lewat Plesir
Pinto Budi Bowo Laksono, Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa, mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat. “Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi Pertamina EP untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin setiap program tidak berhenti pada kegiatan, tetapi mampu membangun kapasitas, kemandirian, dan keberlanjutan sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari penghargaan yang diterima, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan manfaat yang telah dibangun bersama.
Melalui berbagai program tersebut, Pertamina EP terus mendorong pemberdayaan yang berbasis pada potensi lokal dan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi bersama kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk memastikan program dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan di sekitar wilayah operasi.
Jakarta: Keberhasilan memberdayakan potensi masyarakat lokal membawa PT Pertamina EP menyabet tiga penghargaan bergengsi dalam ajang CSR & PDB Awards 2026.
Apresiasi ini membuktikan bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan mampu melampaui sekadar bantuan operasional, dan sukses bertransformasi menjadi kekuatan yang menciptakan kemandirian
ekonomi warga secara berkelanjutan.
Penghargaan tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Indonesia Social Sustainability Forum (ISSF) yang berkolaborasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Perusahaan dalam mengembangkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Di Jatibarang Field, Jari Tangan (Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan) dikembangkan melalui pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian dan pangan. Program ini mendorong pengembangan budidaya hortikultura berkelanjutan sekaligus pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna.
Pendekatan tersebut dilakukan dengan melibatkan kelompok masyarakat sehingga manfaat program tidak hanya berasal dari hasil produksi, tetapi juga dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan.
Sementara itu, Purnama Subang (Purna Pekerja Migran Indonesia Berdaya Menjaga Lingkungan Bersama) yang dijalankan Subang Field berfokus pada pemberdayaan purna pekerja migran Indonesia (PMI) dan kelompok rentan. Program dikembangkan melalui penguatan usaha masyarakat, pertanian terpadu, pengelolaan limbah, serta kegiatan edukasi bagi masyarakat dan lingkungan sekolah.
Dengan pendekatan tersebut, Purnama Subang mendorong terbentuknya peluang ekonomi sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Di Tambun Field, Rangkul Raga Bumi dikembangkan melalui edukasi lingkungan dan literasi energi bagi generasi muda. Program ini antara lain diwujudkan melalui kegiatan eco-school yang mengajak pelajar memahami pengelolaan lingkungan sekaligus mengenal peran strategis industri hulu migas dalam mendukung ketahanan energi.
Pertamina EP menerima penghargaan pada ajang CSR PDB Awards 2026 di Gedung Utama Kementerian Desa dan PDT.
Pinto Budi Bowo Laksono, Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa, mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat. “Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi Pertamina EP untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin setiap program tidak berhenti pada kegiatan, tetapi mampu membangun kapasitas, kemandirian, dan keberlanjutan sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari penghargaan yang diterima, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan manfaat yang telah dibangun bersama.
Melalui berbagai program tersebut, Pertamina EP terus mendorong pemberdayaan yang berbasis pada potensi lokal dan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi bersama kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk memastikan program dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan di sekitar wilayah operasi.
(RUL)