Jakarta: Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, turun langsung memantau proses penyelesaian sengketa antara konsumen perumahan dengan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh kewajiban pengembalian dana (refund) kepada konsumen proyek LRT City bisa tuntas pada Desember 2026.
Andre menyebut kunjungannya ini untuk mengawal arahan pimpinan DPR RI yaitu Sufmi Dasco Ahmad. Sebab tanggal 8 Oktober dari DPR, Danantara, Konsumen, dan pihak ADCP bersepakat kasus ini harus cepat diselesaikan.
"Kami datang sebagai wakil ketua Komisi VI DPR RI untuk mengawal arahan pimpinan DPR ke Pak Dasco, ada kesepakatan di mana tanggal 8 Oktober antara Komisi VI, Danantara dan konsumen serta Adikarya maupun ADCP bahwa hal ini harus segera diselesaikan secepat-cepatnya," kata Andre, Jumat (6/11/2026).
Andre menyebut sebelumnya telah dibentuk posko bersama yang sudah berlangsung sejak 16 Oktober hingga hari ini. Sejumlah konsumen pun telah menyampaikan sejumlah permintannya.
"Untuk itu saat ini ya akan ada berapa hal yang akan dilaksanakan oleh Adikarya dan ADCP. Yang pertama mereka akan segera melaporkan hasil pembukaan posko bersama ini kepada Danantara," ucapnya.
Kemudian akan diminta legal opinion ke Jamdatun untuk melakukan pengembalian uang. Direncanakan tanggal 16 November akan ada pertemuan lanjutan membahas pengembalian uang.
"Insyaallah tanggal 16 November nanti akan ada pertemuan lanjutan di mana yang refund akan diundang untuk melakukan negosiasi kesepakatan berapa angka yang akan dibayarkan," ucap dia.
Andre menegaskan bahwa DPR meminta penyelesaian kasus ini berlangsung cepat. Pihak ADCP juga diminta cepat memproses kesepakatan dengan konsumen.
"Tentu harapannya ADCP bisa segera berkoordinasi dengan Jamdatun dan Danantara untuk melaporkan hasil verifikasi dan kesepakatan dengan konsumen," tuturnya.
"Sekali lagi kami di DPR eh sesuai arahan Pak Dasco akan mengawal dan memastikan bahwa kesepakatan 8 Oktober bahwa ADCP dan Adikarya akan menyelesaikan di bulan Desember akan kami kawal dan kami pastikan itu bisa terlaksana," tambahnya.
Diketahui, pembangunan apartemen LRT City tengah didera masalah besar akibat mangkraknya proyek fisik serta penundaan serah terima yang merugikan lebih dari 2.400 konsumen di lokasi Ciracas, Tebet, dan Cibubur. Selain itu, proyek LRT City Bekasi Eastern Green menghadapi hambatan pemecahan sertifikat akibat krisis likuiditas pengembang yang baru ditargetkan selesai pada 2034.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan