Ilustrasi W.R. Soepratman, pencipta lagu Indonesia Raya yang pertama kali memperdengarkan karyanya dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Foto: Gemini AI
Ilustrasi W.R. Soepratman, pencipta lagu Indonesia Raya yang pertama kali memperdengarkan karyanya dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Foto: Gemini AI

Indonesia Raya Pertama Kali Diperdengarkan saat Sumpah Pemuda, Ini Sejarahnya

Muhammad Syahrul Ramadhan • 27 Oktober 2026 10:52
Ringkasnya gini..
  • Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan W.R. Soepratman menggunakan biola dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928.
  • Lagu Indonesia Raya dimainkan tanpa lirik untuk menghindari perhatian pemerintah kolonial Belanda terhadap pesan kemerdekaan.
  • Indonesia Raya dan Sumpah Pemuda menjadi simbol penting persatuan serta semangat kebangsaan dalam sejarah perjuangan Indonesia.
Jakarta: Lagu Indonesia Raya menjadi salah satu simbol penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Lagu ciptaan Wage Rudolf (W.R.) Soepratman tersebut pertama kali diperdengarkan dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928, bertepatan dengan lahirnya ikrar Sumpah Pemuda.

Momen tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pergerakan nasional. Melalui musik, semangat persatuan dan cita-cita kemerdekaan disampaikan kepada para pemuda yang berkumpul dalam kongres.

W.R. Soepratman memperkenalkan Indonesia Raya di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat, Batavia, yang kini dikenal sebagai Jakarta.

Indonesia Raya Pertama Kali Dimainkan dengan Biola

Saat Kongres Pemuda II berlangsung, W.R. Soepratman memperdengarkan Indonesia Raya secara instrumental menggunakan biola. Lagu tersebut tidak dinyanyikan dengan lirik seperti yang dikenal masyarakat saat ini.

Keputusan untuk membawakan lagu tanpa lirik berkaitan dengan situasi politik pada masa penjajahan Belanda. Syair Indonesia Raya mengandung semangat kebangsaan dan kemerdekaan yang berpotensi menarik perhatian pemerintah kolonial.

Dengan memainkan melodi menggunakan biola, Soepratman tetap dapat memperkenalkan karyanya kepada peserta kongres tanpa menyanyikan lirik yang memuat pesan kemerdekaan secara terbuka.

Menurut catatan Museum Sumpah Pemuda, penampilan Soepratman mendapat sambutan antusias dari para peserta. Lantunan biolanya menjadi salah satu momen berkesan dalam rangkaian Kongres Pemuda II.

Peran W.R. Soepratman di Balik Lagu Indonesia Raya

Wage Rudolf Soepratman dikenal sebagai pencipta lagu Indonesia Raya sekaligus wartawan yang aktif pada masa pergerakan nasional. Ia memanfaatkan musik sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan kebangsaan.

Lagu Indonesia Raya kemudian berkembang menjadi simbol persatuan yang melampaui perbedaan daerah dan kelompok. Kehadirannya dalam Kongres Pemuda II memperkuat suasana kebangsaan di tengah upaya para pemuda menyatukan tekad untuk Indonesia.

Soepratman wafat pada 17 Agustus 1938, tujuh tahun sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Ia tidak sempat menyaksikan Indonesia merdeka dan lagu ciptaannya menjadi lagu kebangsaan negara.

Hubungan Indonesia Raya dengan Sumpah Pemuda

Kongres Pemuda II diselenggarakan pada 27–28 Oktober 1928. Pertemuan tersebut mempertemukan para pemuda dari berbagai organisasi dan latar belakang daerah untuk memperkuat persatuan nasional.

Kongres itu menghasilkan ikrar yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda, yakni pengakuan terhadap satu tanah air, satu bangsa, dan bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Lagu Indonesia Raya menjadi bagian dari momentum bersejarah tersebut. Keduanya memiliki kaitan erat dengan tumbuhnya kesadaran bahwa perjuangan menuju kemerdekaan membutuhkan persatuan di antara masyarakat dari berbagai daerah.

Setelah Indonesia merdeka, Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Republik Indonesia. Ketentuan mengenai lagu kebangsaan tersebut kemudian diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1958.

Hingga kini, Indonesia Raya dinyanyikan dalam berbagai kegiatan resmi kenegaraan dan menjadi pengingat akan perjuangan panjang bangsa Indonesia. Sejarah pertama kali diperdengarkannya lagu tersebut pada Kongres Pemuda II juga menunjukkan bagaimana seni dan musik dapat berperan dalam menumbuhkan semangat persatuan.
(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>