Jakarta: Gempa bumi bisa datang tanpa aba-aba dan dalam hitungan detik mengubah situasi menjadi panik. Karena itu, mengetahui apa yang harus dilakukan saat guncangan terjadi bisa menjadi hal penting, terutama ketika kita sedang berada di rumah, gedung, pantai, hingga kawasan pegunungan.
Selain mengetahui cara menyelamatkan diri, kamu juga perlu melakukan persiapan sebelum bencana terjadi. Dilansir dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Selasa, 18 Agustus 2026, berikut sejumlah panduan yang bisa dilakukan ketika gempa terjadi dan perlengkapan dasar dapat disiapkan dalam tas siaga bencana.
Saat Gempa Terjadi di Dalam Bangunan, Jangan Langsung Panik
Jika gempa terjadi ketika berada di dalam rumah, kantor, sekolah, atau bangunan lainnya, BMKG mengimbau masyarakat untuk melindungi kepala dan tubuh dari kemungkinan tertimpa benda maupun reruntuhan. Salah satu caranya adalah berlindung di bawah meja atau mencari area yang dianggap paling aman dari benda-benda yang berpotensi jatuh.
Apabila kondisi memungkinkan dan jalur keluar benar-benar aman, kamu dapat keluar dari bangunan. Namun, jangan memaksakan diri menerobos keluar jika justru berisiko terkena reruntuhan.
Berada di Luar, Pantai, atau Pegunungan? Perhatikan Lingkungan
Jika sedang berada di area terbuka, segera menjauh dari gedung, tiang listrik, pohon, papan reklame, maupun benda lain yang dapat roboh. Kamu juga perlu memperhatikan kondisi tanah karena gempa bisa menyebabkan rekahan atau perubahan pada permukaan tanah.
Sementara itu, orang yang berada di kawasan pantai disarankan segera menjauh dari pantai untuk mengantisipasi kemungkinan tsunami, sedangkan jika kamu berada di daerah pegunungan perlu menghindari lokasi yang berpotensi mengalami longsor. Jadi, lokasi tempat berada saat gempa menentukan langkah penyelamatan yang harus dilakukan.
Siapkan Tas Siaga dengan Kebutuhan Dasar
Persiapan menghadapi gempa sebaiknya tidak baru dilakukan setelah bencana terjadi. Mengutip informasi dari Hellosehat pada Selasa, 18 Agustus 2026, tas siaga dapat diisi dengan persediaan air minum dan makanan yang tidak mudah basi, seperti makanan kaleng atau makanan kering berkalori tinggi, serta perlengkapan makan sederhana.
Tas tersebut juga sebaiknya berisi alat penerangan dan komunikasi seperti senter, baterai cadangan, lampu darurat, radio portabel, serta peluit. Barang-barang kecil ini mungkin terlihat sepele saat keadaan normal, tetapi bisa sangat berguna ketika listrik mati atau akses komunikasi terganggu.
Perlengkapan kesehatan juga perlu menjadi bagian dari tas siaga, mulai dari kotak P3K, obat-obatan, obat resep bagi yang membutuhkannya, hingga masker antidebu. Perlengkapan kebersihan seperti sabun, sampo, sikat gigi, pasta gigi, tisu, handuk kecil, hand sanitizer, pembalut, serta kantong sampah juga dapat disiapkan sesuai kebutuhan.
Dokumen penting seperti fotocopy kartu keluarga, tanda pengenal (KTP, SIM, Passport), polis asuransi, buku tabungan, surat/sertifikat berharga,dan ijazah masukan kedalam plastik kedap air (plastik klip/ziplock).
Pada akhirnya, kesiapsiagaan bukan soal berharap bencana terjadi, tetapi memastikan kita tidak kebingungan ketika situasi darurat benar-benar datang. (Wisa Irena Br Sitepu)
Jakarta:
Gempa bumi bisa datang tanpa aba-aba dan dalam hitungan detik mengubah situasi menjadi panik. Karena itu, mengetahui apa yang harus dilakukan saat guncangan terjadi bisa menjadi hal penting, terutama ketika kita sedang berada di rumah, gedung, pantai, hingga kawasan pegunungan.
Selain mengetahui cara menyelamatkan diri, kamu juga perlu melakukan persiapan sebelum bencana terjadi. Dilansir dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Selasa, 18 Agustus 2026, berikut sejumlah panduan yang bisa dilakukan ketika gempa terjadi dan perlengkapan dasar dapat disiapkan dalam tas siaga bencana.
Saat Gempa Terjadi di Dalam Bangunan, Jangan Langsung Panik
Jika gempa terjadi ketika berada di dalam rumah, kantor, sekolah, atau bangunan lainnya, BMKG mengimbau masyarakat untuk melindungi kepala dan tubuh dari kemungkinan tertimpa benda maupun reruntuhan. Salah satu caranya adalah berlindung di bawah meja atau mencari area yang dianggap paling aman dari benda-benda yang berpotensi jatuh.
Apabila kondisi memungkinkan dan jalur keluar benar-benar aman, kamu dapat keluar dari bangunan. Namun, jangan memaksakan diri menerobos keluar jika justru berisiko terkena reruntuhan.
Berada di Luar, Pantai, atau Pegunungan? Perhatikan Lingkungan
Jika sedang berada di area terbuka, segera menjauh dari gedung, tiang listrik, pohon, papan reklame, maupun benda lain yang dapat roboh. Kamu juga perlu memperhatikan kondisi tanah karena gempa bisa menyebabkan rekahan atau perubahan pada permukaan tanah.
Sementara itu, orang yang berada di kawasan pantai disarankan segera menjauh dari pantai untuk mengantisipasi kemungkinan tsunami, sedangkan jika kamu berada di daerah pegunungan perlu menghindari lokasi yang berpotensi mengalami longsor. Jadi, lokasi tempat berada saat gempa menentukan langkah penyelamatan yang harus dilakukan.
Siapkan Tas Siaga dengan Kebutuhan Dasar
Persiapan menghadapi gempa sebaiknya tidak baru dilakukan setelah bencana terjadi. Mengutip informasi dari Hellosehat pada Selasa, 18 Agustus 2026, tas siaga dapat diisi dengan persediaan air minum dan makanan yang tidak mudah basi, seperti makanan kaleng atau makanan kering berkalori tinggi, serta perlengkapan makan sederhana.
Tas tersebut juga sebaiknya berisi alat penerangan dan komunikasi seperti senter, baterai cadangan, lampu darurat, radio portabel, serta peluit. Barang-barang kecil ini mungkin terlihat sepele saat keadaan normal, tetapi bisa sangat berguna ketika listrik mati atau akses komunikasi terganggu.
Perlengkapan kesehatan juga perlu menjadi bagian dari tas siaga, mulai dari kotak P3K, obat-obatan, obat resep bagi yang membutuhkannya, hingga masker antidebu. Perlengkapan kebersihan seperti sabun, sampo, sikat gigi, pasta gigi, tisu, handuk kecil, hand sanitizer, pembalut, serta kantong sampah juga dapat disiapkan sesuai kebutuhan.
Dokumen penting seperti
fotocopy kartu keluarga, tanda pengenal (KTP, SIM, Passport), polis asuransi, buku tabungan, surat/sertifikat berharga,dan ijazah masukan kedalam plastik kedap air (plastik klip/
ziplock).
Pada akhirnya, kesiapsiagaan bukan soal berharap bencana terjadi, tetapi memastikan kita tidak kebingungan ketika situasi darurat benar-benar datang.
(Wisa Irena Br Sitepu)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(ANN)