Sampit: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan membutuhkan penanganan serius dari semua pihak. Pemerintah hingga level desa dan pihak swasta perlu bekerja sama untuk menanggulangi karhutla dan melakukan langkah preventif lanjutan untuk memastikan karhutla tak lagi terjadi.
Program MBA di 29 Desa
Hal itu yang dilakukan Grup Musim Mas di wilayah Kalimantan Tengah. Musim Mas merangkul 29 desa yang tersebar di wilayah Kalimantan Tengah untuk dilatih dalam melakukan pencegahan karhutla lewat cara yang humanis dan tak lupa juga Musim Mas memberikan bantuan berupa alat-alat yang dibutuhkan untuk menangani api jika karthutla tak terhindarkan.
Melalui program Masyarakat Bebas Api (MBA), Musim Mas memberikan penyuluhan ke desa-desa di sekitar wilayah konsesi agar melakukan pencegahan pembakaran hutan lewat cara yang humanis dan persuasif. Untuk memantik semangat masyarakat, Musim Mas juga meneken MoU dengan 29 desa tersebut dengan memberi hadiah sebesar Rp25 juta jika desa-desa tersebut tak mengalami karhutla selama setahun penuh.
Salah satu desa yang berhasil menjaga wilayahnya dari karhutla sejak tahun lalu hingga sekarang adalah desa Simpur. Kepala desa Simpur, Khairil Anwar, yang mendapat pelatihan dari Musim Mas mampu mengajak warganya dengan cara yang humanis untuk tidak lagi membuka lahan dengan melakukan pembakaran.
"Kita mulai program MBA sejak 2015 dan sampai saat ini masih berlanjut sehingga program ini bisa bermanfaat bagi desa-desa untuk memotivasi kepala desa dan masyarakatnya. Salah satu desa yang berhasil menjaga wilayahnya dari karhutla adalah desa Simpur, kita sangat mengapresiasi karena dari pemerintah desa sendiri mampu melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakatnya," ujar Harlim T. Simamora selaku Asisten Kepala Hubungan Masyarakat Musim Mas ketika ditemui di desa Simpur pada Jumat (11/9) sore.
Kades Simpur, Khairil Anwar, juga mengaku terbantu dengan program MBA yang diselenggarakan Musim Mas. Lewat penyuluhan yang diberikan manajemen Musim Mas, ia bisa melakukan pendekatan persuasif dan humanis kepada warganya ketika membuka lahan dan meyakinkan mereka agar tak menggunakan api karena bisa menimbulkan efek buruk bagi desa Simpur.
"Saya sendiri dalam melakukan pendekatan persuasif melakukannya secara langsung ke setiap orang. Kita datang langsung ke lahan, kita berkomunikasi, menyamakan persepsi, agar sama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran karena dampak kebakaran hutan dan lahan ini merugikan untuk masyarakat," tutur Khairil.
Posko Kesehatan Rutin
Selain melakukan tindakan preventif, Musim Mas juga melakukan mitigasi karhutla bagi masyarakat melalui program posko kesehatan. Salah satu desa yang merasakan manfaat langsung dari posko kesehatan Musim Mas adalah desa Bagendang Tengah, kecamatan Mentaya Utara.
Dokter perusahaan sekaligus koordinator posko kesehatan Musim Mas, Yulin Effendi, yang telah mengabdikan 13 tahun bersama Musim Mas, terjun langsung untuk memastikan masyarakat yang terdampak karhutla bisa mendapatkan penanganan langsung. Layanan yang disediakan posko kesehatan Musim Mas, bekerja sama dengan dinas kesehatan, antara lain kesehatan umum, laboratorium sederhana untuk pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol.
Meski tidak semua pasien posko kesehatan mengalami gangguan pernafasan, posko kesehatan yang diadakan Musim Mas tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar karena jarak puskesmas yang cukup jauh dari desa Bagendang Tengah. Posko kesehatan Musim Mas juga memberikan obat-obatan, vitamin, dan pembagian masker.
"Dalam sehari rata-rata ada 100 pasien. Sekitar 30 sampai 40 persen datang dengan keluhan terkait dengan pernafasan, sisanya ada yang mengeluhkan darah tinggi sampai kolesterol," tutup dokter Yulin.
Sampit: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan membutuhkan penanganan serius dari semua pihak. Pemerintah hingga level desa dan pihak swasta perlu bekerja sama untuk menanggulangi karhutla dan melakukan langkah preventif lanjutan untuk memastikan karhutla tak lagi terjadi.
Program MBA di 29 Desa
Hal itu yang dilakukan Grup Musim Mas di wilayah Kalimantan Tengah. Musim Mas merangkul 29 desa yang tersebar di wilayah Kalimantan Tengah untuk dilatih dalam melakukan pencegahan karhutla lewat cara yang humanis dan tak lupa juga Musim Mas memberikan bantuan berupa alat-alat yang dibutuhkan untuk menangani api jika karthutla tak terhindarkan.
Melalui program Masyarakat Bebas Api (MBA), Musim Mas memberikan penyuluhan ke desa-desa di sekitar wilayah konsesi agar melakukan pencegahan pembakaran hutan lewat cara yang humanis dan persuasif. Untuk memantik semangat masyarakat, Musim Mas juga meneken MoU dengan 29 desa tersebut dengan memberi hadiah sebesar Rp25 juta jika desa-desa tersebut tak mengalami karhutla selama setahun penuh.
Salah satu desa yang berhasil menjaga wilayahnya dari karhutla sejak tahun lalu hingga sekarang adalah desa Simpur. Kepala desa Simpur, Khairil Anwar, yang mendapat pelatihan dari Musim Mas mampu mengajak warganya dengan cara yang humanis untuk tidak lagi membuka lahan dengan melakukan pembakaran.
"Kita mulai program MBA sejak 2015 dan sampai saat ini masih berlanjut sehingga program ini bisa bermanfaat bagi desa-desa untuk memotivasi kepala desa dan masyarakatnya. Salah satu desa yang berhasil menjaga wilayahnya dari karhutla adalah desa Simpur, kita sangat mengapresiasi karena dari pemerintah desa sendiri mampu melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakatnya," ujar Harlim T. Simamora selaku Asisten Kepala Hubungan Masyarakat Musim Mas ketika ditemui di desa Simpur pada Jumat (11/9) sore.
Kades Simpur, Khairil Anwar, juga mengaku terbantu dengan program MBA yang diselenggarakan Musim Mas. Lewat penyuluhan yang diberikan manajemen Musim Mas, ia bisa melakukan pendekatan persuasif dan humanis kepada warganya ketika membuka lahan dan meyakinkan mereka agar tak menggunakan api karena bisa menimbulkan efek buruk bagi desa Simpur.
"Saya sendiri dalam melakukan pendekatan persuasif melakukannya secara langsung ke setiap orang. Kita datang langsung ke lahan, kita berkomunikasi, menyamakan persepsi, agar sama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran karena dampak kebakaran hutan dan lahan ini merugikan untuk masyarakat," tutur Khairil.
Posko Kesehatan Rutin
Selain melakukan tindakan preventif, Musim Mas juga melakukan mitigasi karhutla bagi masyarakat melalui program posko kesehatan. Salah satu desa yang merasakan manfaat langsung dari posko kesehatan Musim Mas adalah desa Bagendang Tengah, kecamatan Mentaya Utara.
Dokter perusahaan sekaligus koordinator posko kesehatan Musim Mas, Yulin Effendi, yang telah mengabdikan 13 tahun bersama Musim Mas, terjun langsung untuk memastikan masyarakat yang terdampak karhutla bisa mendapatkan penanganan langsung. Layanan yang disediakan posko kesehatan Musim Mas, bekerja sama dengan dinas kesehatan, antara lain kesehatan umum, laboratorium sederhana untuk pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol.
Meski tidak semua pasien posko kesehatan mengalami gangguan pernafasan, posko kesehatan yang diadakan Musim Mas tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar karena jarak puskesmas yang cukup jauh dari desa Bagendang Tengah. Posko kesehatan Musim Mas juga memberikan obat-obatan, vitamin, dan pembagian masker.
"Dalam sehari rata-rata ada 100 pasien. Sekitar 30 sampai 40 persen datang dengan keluhan terkait dengan pernafasan, sisanya ada yang mengeluhkan darah tinggi sampai kolesterol," tutup dokter Yulin.
(ASM)