Jakarta: Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Timang Gajah. Pembangunan SPAM berkapasitas 20 liter per detik di Desa Lampahan tersebut disiapkan untuk memulihkan pasokan air bagi lebih dari 1.000 warga terdampak bencana hidrometeorologi.
Percepatan ini menjadi penting setelah lima fasilitas SPAM di Timang Gajah mengalami kerusakan berat akibat longsor. Kerusakan tersebut sempat memutus pasokan air bagi masyarakat di sejumlah wilayah Bener Meriah.
Sekretaris Daerah Bener Meriah Riswandika Putra mengatakan pemerintah kabupaten telah menangani sejumlah kerusakan ringan hingga sedang melalui anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT). Sementara kerusakan yang membutuhkan penanganan lebih besar dikerjakan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat.
“SPAM yang ada di sini ada lima, hampir semua terjadi kerusakan total. Rusaknya memang rata-rata rusak berat. Sehingga ketika bencana terjadi, memang terjadi putusnya pasokan air untuk Bener Meriah di beberapa daerah. Jadi memang ada kegiatan-kegiatan yang mandiri di masyarakat terkait SPAM, yaitu pipanisasi dari masyarakat, juga terus kami dorong untuk kami bantu melalui BTT daerah,” kata Riswandika ditemuui di Kantor Bupati Bener Meriah.
Dukungan BTT juga diarahkan untuk membantu kebutuhan mendesak masyarakat melalui pipanisasi yang dibangun secara mandiri. Langkah tersebut ditempuh agar kebutuhan air warga tetap tertangani sembari menunggu pembangunan sistem berkapasitas lebih besar.
Baca Juga :
Jelang Musim Hujan, Aceh Selatan Kejar Serapan TKD untuk Infrastruktur di Atas 50 Persen
Pembangunan SPAM Timang Gajah merupakan bagian dari paket rehabilitasi dan rekonstruksi di Bener Meriah, Pidie Jaya, dan Bireuen. Total alokasi Kementerian PU untuk paket penanganan di tiga daerah tersebut mencapai Rp525 miliar.
Kepala Lapangan Proyek SPAM, Amsal, mengatakan progres fisik pembangunan SPAM Timang Gajah telah mencapai 25 persen. Pekerjaan ditargetkan selesai pada November 2026 agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Kami targetkan November pembangunan SPAM Timang Gajah ini selesai,” kata Amsal saat meninjau lokasi proyek bersama Satgas PRR.
Pekerjaan di Desa Lampahan menghadapi kendala akses jalan yang sempit sehingga alat berat dan material tidak dapat masuk secara leluasa. Untuk menjaga target penyelesaian, pelaksana proyek menyesuaikan pengangkutan material menggunakan armada bertonase kecil serta menambah peralatan dan tenaga kerja.
“Tapi kami sudah melakukan percepatan agar bisa selesai pada November. Dengan menambah alat, pekerja kami tambah,” ujar Amsal.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mendukung pembangunan SPAM Timang Gajah melalui monitoring lapangan dan penguatan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Kementerian PU, serta pelaksana proyek.
Jakarta: Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Timang Gajah. Pembangunan SPAM berkapasitas 20 liter per detik di Desa Lampahan tersebut disiapkan untuk memulihkan pasokan air bagi lebih dari 1.000 warga terdampak bencana hidrometeorologi.
Percepatan ini menjadi penting setelah lima fasilitas SPAM di Timang Gajah mengalami kerusakan berat akibat longsor. Kerusakan tersebut sempat memutus pasokan air bagi masyarakat di sejumlah wilayah Bener Meriah.
Sekretaris Daerah Bener Meriah Riswandika Putra mengatakan pemerintah kabupaten telah menangani sejumlah kerusakan ringan hingga sedang melalui anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT). Sementara kerusakan yang membutuhkan penanganan lebih besar dikerjakan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat.
“SPAM yang ada di sini ada lima, hampir semua terjadi kerusakan total. Rusaknya memang rata-rata rusak berat. Sehingga ketika bencana terjadi, memang terjadi putusnya pasokan air untuk Bener Meriah di beberapa daerah. Jadi memang ada kegiatan-kegiatan yang mandiri di masyarakat terkait SPAM, yaitu pipanisasi dari masyarakat, juga terus kami dorong untuk kami bantu melalui BTT daerah,” kata Riswandika ditemuui di Kantor Bupati Bener Meriah.
Dukungan BTT juga diarahkan untuk membantu kebutuhan mendesak masyarakat melalui pipanisasi yang dibangun secara mandiri. Langkah tersebut ditempuh agar kebutuhan air warga tetap tertangani sembari menunggu pembangunan sistem berkapasitas lebih besar.
Pembangunan SPAM Timang Gajah merupakan bagian dari paket rehabilitasi dan rekonstruksi di Bener Meriah, Pidie Jaya, dan Bireuen. Total alokasi Kementerian PU untuk paket penanganan di tiga daerah tersebut mencapai Rp525 miliar.
Kepala Lapangan Proyek SPAM, Amsal, mengatakan progres fisik pembangunan SPAM Timang Gajah telah mencapai 25 persen. Pekerjaan ditargetkan selesai pada November 2026 agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Kami targetkan November pembangunan SPAM Timang Gajah ini selesai,” kata Amsal saat meninjau lokasi proyek bersama Satgas PRR.
Pekerjaan di Desa Lampahan menghadapi kendala akses jalan yang sempit sehingga alat berat dan material tidak dapat masuk secara leluasa. Untuk menjaga target penyelesaian, pelaksana proyek menyesuaikan pengangkutan material menggunakan armada bertonase kecil serta menambah peralatan dan tenaga kerja.
“Tapi kami sudah melakukan percepatan agar bisa selesai pada November. Dengan menambah alat, pekerja kami tambah,” ujar Amsal.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mendukung pembangunan SPAM Timang Gajah melalui monitoring lapangan dan penguatan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Kementerian PU, serta pelaksana proyek.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(PRI)