Program Recycle for Good diperluas ke sejumlah wilayah di Indonesia untuk memperkuat pemilahan dan daur ulang sampah. ist
Program Recycle for Good diperluas ke sejumlah wilayah di Indonesia untuk memperkuat pemilahan dan daur ulang sampah. ist

Program Recycle for Good Perkuat Ekosistem Daur Ulang Sampah

Adri Prima • 22 September 2026 17:03
Ringkasnya gini..
  • Program Recycle for Good diperluas ke Surabaya, Malang, NTB, dan Bali untuk memperkuat pengelolaan sampah.
  • Program telah berjalan di 389 lokasi dengan fokus pada pemilahan, pengumpulan, dan penguatan infrastruktur daur ulang.
  • Proyek regional menargetkan pencegahan 10.000 ton limbah kemasan masuk ke laut dan melibatkan 100.000 rumah tangga.
Jakarta: SIG bersama para mitra yaitu Plastic Bank, Wuppertal Institute for Climate, Environment and Energy, serta Decision Context, memperluas program “Recycle for Good” di Indonesia. Sebelumnya, program ini sudah digelar di Jakarta dan sekitarnya.

Kali ini, perluasan mencakup sejumlah lokasi baru, termasuk Surabaya dan Malang di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, serta Bali. 

Perluasan program bertujuan memperkuat upaya pemilahan, pengumpulan, dan daur ulang sampah, sekaligus mendorong partisipasi yang lebih luas dari masyarakat dan para pemangku kepentingan sekaligus mendukung investasi pada infrastruktur daur ulang di Indonesia. 

Sebagai bagian dari upaya ini, SIG menggandeng Eco-Paper untuk meningkatkan peralatan pulping di fasilitas daur ulangnya, sehingga memperkuat kapasitas memproses karton minuman bekas pakai dan membantu menciptakan alur pemulihan yang lebih efektif bagi kemasan yang terkumpul. 

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, kesejahteraan lingkungan sangat terkait dengan kesehatan sungai, garis pantai, dan lautnya. Karena itu, mencegah limbah kemasan masuk ke laut perlu sistem yang lebih kuat di hulu dan hilir. Melalui program ini, SIG dan para mitra proyeknya berupaya membuat daur ulang lebih mudah diakses dan lebih praktis. Hingga saat ini, proyek telah dilaksanakan di 389 lokasi, didukung oleh jaringan beragam mitra peserta, dan seluruh lintas sektor. 

Commercial Director Asia Pacific South, Japan and Korea di SIG, Noer Wellington mengatakan masalah sampah laut tidak dapat diatasi hanya melalui peningkatan kesadaran. Namun, diperlukan pula pemilahan yang lebih baik, jaringan pengumpulan yang lebih kuat, infrastruktur daur ulang yang mumpuni, serta partisipasi berkelanjutan seluruh pihak. 

“Bersama para mitra, SIG berupaya memastikan lebih banyak kemasan bekas masuk ke alur pemulihan dan daur ulang yang tepat, sekaligus mendorong kebiasaan dau rulang yang dapat memberikan manfaat lingkungan dan sosial secara berkelanjutan,” ujar Noer Wellington.
 

Mendukung arah ekonomi sirkular Indonesia


Proyek ini sejalan dengan arah kebijakan Indonesia dalam mendorong pengurangan sampah, mencegah pencemaran laut, memperkuat penerapan Extended Producer Responsibility/EPR, serta mengembangkan ekonomi sirkular. 

Dengan mencakup berbagai tahapan pengelolaan sampah, mulai dari perubahan perilaku dan pemilahan di sumber, pengumpulan, penguatan infrastruktur daur ulang, hingga kolaborasi antar pemangku kepentingan.
 

Aksi regional


Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara tempat pelaksanaan proyek “Recycle forGood – Prevent Marine Litter”, bersama Thailand dan Filipina. Di ketiga negara tersebut, proyek ini akan berlangsung hingga Desember 2028.
 
Secara regional, proyek ini menargetkan pencegahan sedikitnya 10.000 ton limbah kemasan agar tidak masuk ke laut, sekaligus melibatkan sedikitnya 100.000 rumah tangga di tiga negara peserta. Pendekatan lintas negara ini memungkinkan Indonesia, Thailand, dan Filipina untuk saling berbagi pengalaman, data, metodologi, serta praktik implementasi yang efektif. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>