Jakarta: Partai NasDem secara meluncuran Buku Pintar Rumah Migran dan Care Economy NasDem (RM-CEN), Senin, 26 Oktober 2026. Peluncuran buku ini juga menegaskan komitmen NasDem dalam mengawal isu pekerja migran serta kerja perawatan pada perayaan HUT ke-15.
Peluncuran Buku Pintar ini dikemas dengan kegiatan diskusi sekaligus bedah buku dengan beberapa pembicara bergabung via Zoom.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat sebagai pembicara menyoroti beban pekerjaan domestik dan perawatan yang selama ini mayoritas dipikul oleh perempuan. Namun, kontribusi besar tersebut sering kali berjalan tanpa pengakuan maupun dukungan yang memadai dari pengelola.
“Kenapa hal ini penting? Ekonomi perawatan karena setiap orang yang bekerja menunjukkan seseorang yang memastikan kehidupan di rumah. Ada anak yang harus diurus, orang tua yang harus dijaga, dan anggota keluarga yang memerlukan pertolongan. Sering kali tanggung jawab domestik ini dibebankan dipundak perempuan dan banyak diabaikan oleh pengelola,” kata Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat.
Ia menegaskan pengakuan terhadap care economy sangat krusial untuk membuka ruang kesetaraan di dunia kerja profesional. Rerie mengatakan dengan mengakui serta mendukung kerja perawatan dapat membuka kesempatan kerja aktif bagi perempuan sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
“Rumah Migran dan Care Economy hadir untuk memperjuangkan kaum perempuan desa saat langkah dengan aman, kerja terlindungi, pulang sejahtera,” ujar Rerie.
Baca Juga :
Jejak Pekerja Migran Indonesia: Antara Desakan dan Harapan
Rerie juga berpesan untuk mengajak seluruh pihak berkolaborasi menghadirkan perlindungan nyata bagi para pekerja migran dan keluarganya. “Mari kita wujudkan perlindungan dan kesehatan di rumah migran di seluruh Indonesia,” ungkap Anggota Mejelis Tinggi Partai NasDem itu.
Sebagai panduan seluruh kader NasDem
Hal senada disampaikan oleh Eva K. Sundari, Ketua Bidang Migran DPP Partai NasDem. Eva menyampaikan dalam perjalanan menyusun Buku Pintar RM-CEN, isu migran dengan care economy memang selalu beririsan.
“Hari ini saya dan teman-teman di bidang Migran, kita menulis buku 437 halaman isinya adalah seperti Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) dan Juknis (Petunjuk Teknis), bagaimana melaksanakan perlindungan, pemberdayaan, pengembangan dari dua sektor ini, migran dan care economy,” terang Eva.
“Buku ini adalah buku pintar, A sampai Z isinya teknis operasional yang memampukan teman-teman di DPW atau DPD untuk langsung aksi melakukan 4 pilar yang ada di Rumah Migran. Kita berharap NasDem menjadi akselerasi aspirasi, dan menjadi hub dari berbagai resources yang muaranya mensejahterakan warga di sektor migran dan care economy,” sambung Eva.
Eva menambahkan, dengan kehadiran Buku Pintar ini, seluruh kader NasDem mampu menjadi konduktor untuk membangun ekosistem di daerah-daerah agar dua sektor ini juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menyambut baik peluncuran Buku Pintar Rumah Migran dan Care Economy NasDem (RM-CEN).
“Ini bukti Partai NasDem adalah partai gagasan dan ini sesuai kebutuhan masyaraat, apalagi pekerja migran tidak hanya mereka yang di luar negeri tapi juga pekerja migran yang bermigrasi dari desa ke kota,” ujar Nurhadi.
Nurhadi sepakat bahwa Buku Pintar ini menjadi satu panduan yang komprehensif bagi kader NasDem maupun masyarakat luas. “Buku ini jadi panduan bagi kita untuk mengoptimalkan kantor-kantor DPD menjadi rumah migran dan care economy,” beber Nurhadi.
Apresiasi dari Komnhas HAM
Buku Pintar Rumah Migran dan Care Economy NasDem (RM-CEN) juga mendapat apresiasi dari Komnas HAM. Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah menilai Buku Pintar ini merupakan sebuah kemajuan sebuah partai politik dalam menyebarkan gagasan konkret.
“Biasanya kalau kita diskusi membahas migran seringnya kasus-kasus yang muncul adalah perbudakan, perdangangan manusia. Migran dan care economy itu adalah cermin ketimpangan global. Penting untuk membangun ekosistem migrasi yang berkeadilan. Selama ini pekerja migran kita itu seperti autopilot dan NasDem memikirkan itu sampai kepada titik kesejahteraan,” kata Anis.
Anis sendiri mengaku telah membaca Buku Pintar RM-CEN. Menurutnya, buku tersebut sangat komprehensif.
“Saya pikir buku ini ingin mengajak kita semua untuk merubah paradigma. Migrasi itu bukan artinya orang yang terpaksa pergi, migrasi itu sesungguhnya hak asamsi manusia dan menjadi fenomena global.”
“Di buku ini saya kira bisa memandu kita semua, pemerintah, penggerak di komunitas karena ini berkontribusi pada perlindungan migrasi untuk sampai pada bagaimana kebijakan kualitas hidup yang lebih baik. Ini harus kita dorong dan saya senang teman-teman NasDem concern di bidang ini,” pungkasnya.
Jakarta:
Partai NasDem secara meluncuran Buku Pintar Rumah Migran dan
Care Economy NasDem (RM-CEN), Senin, 26 Oktober 2026. Peluncuran buku ini juga menegaskan komitmen NasDem dalam mengawal isu pekerja
migran serta kerja perawatan pada perayaan HUT ke-15.
Peluncuran Buku Pintar ini dikemas dengan kegiatan diskusi sekaligus bedah buku dengan beberapa pembicara bergabung via Zoom.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat sebagai pembicara menyoroti beban pekerjaan domestik dan perawatan yang selama ini mayoritas dipikul oleh perempuan. Namun, kontribusi besar tersebut sering kali berjalan tanpa pengakuan maupun dukungan yang memadai dari pengelola.
“Kenapa hal ini penting? Ekonomi perawatan karena setiap orang yang bekerja menunjukkan seseorang yang memastikan kehidupan di rumah. Ada anak yang harus diurus, orang tua yang harus dijaga, dan anggota keluarga yang memerlukan pertolongan. Sering kali tanggung jawab domestik ini dibebankan dipundak perempuan dan banyak diabaikan oleh pengelola,” kata Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat.
Ia menegaskan pengakuan terhadap
care economy sangat krusial untuk membuka ruang kesetaraan di dunia kerja profesional. Rerie mengatakan dengan mengakui serta mendukung kerja perawatan dapat membuka kesempatan kerja aktif bagi perempuan sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
“Rumah Migran dan
Care Economy hadir untuk memperjuangkan kaum perempuan desa saat langkah dengan aman, kerja terlindungi, pulang sejahtera,” ujar Rerie.
Rerie juga berpesan untuk mengajak seluruh pihak berkolaborasi menghadirkan perlindungan nyata bagi para pekerja migran dan keluarganya. “Mari kita wujudkan perlindungan dan kesehatan di rumah migran di seluruh Indonesia,” ungkap Anggota Mejelis Tinggi Partai NasDem itu.
Sebagai panduan seluruh kader NasDem
Hal senada disampaikan oleh Eva K. Sundari, Ketua Bidang Migran DPP Partai NasDem. Eva menyampaikan dalam perjalanan menyusun Buku Pintar RM-CEN, isu migran dengan
care economy memang selalu beririsan.
“Hari ini saya dan teman-teman di bidang Migran, kita menulis buku 437 halaman isinya adalah seperti Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) dan Juknis (Petunjuk Teknis), bagaimana melaksanakan perlindungan, pemberdayaan, pengembangan dari dua sektor ini, migran dan
care economy,” terang Eva.
“Buku ini adalah buku pintar, A sampai Z isinya teknis operasional yang memampukan teman-teman di DPW atau DPD untuk langsung aksi melakukan 4 pilar yang ada di Rumah Migran. Kita berharap NasDem menjadi akselerasi aspirasi, dan menjadi hub dari berbagai
resources yang muaranya mensejahterakan warga di sektor migran dan
care economy,” sambung Eva.
Eva menambahkan, dengan kehadiran Buku Pintar ini, seluruh kader NasDem mampu menjadi konduktor untuk membangun ekosistem di daerah-daerah agar dua sektor ini juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menyambut baik peluncuran Buku Pintar Rumah Migran dan Care Economy NasDem (RM-CEN).
“Ini bukti Partai NasDem adalah partai gagasan dan ini sesuai kebutuhan masyaraat, apalagi pekerja migran tidak hanya mereka yang di luar negeri tapi juga pekerja migran yang bermigrasi dari desa ke kota,” ujar Nurhadi.
Nurhadi sepakat bahwa Buku Pintar ini menjadi satu panduan yang komprehensif bagi kader NasDem maupun masyarakat luas. “Buku ini jadi panduan bagi kita untuk mengoptimalkan kantor-kantor DPD menjadi rumah migran dan
care economy,” beber Nurhadi.
Apresiasi dari Komnhas HAM
Buku Pintar Rumah Migran dan Care Economy NasDem (RM-CEN) juga mendapat apresiasi dari Komnas HAM. Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah menilai Buku Pintar ini merupakan sebuah kemajuan sebuah partai politik dalam menyebarkan gagasan konkret.
“Biasanya kalau kita diskusi membahas migran seringnya kasus-kasus yang muncul adalah perbudakan, perdangangan manusia. Migran dan
care economy itu adalah cermin ketimpangan global. Penting untuk membangun ekosistem migrasi yang berkeadilan. Selama ini pekerja migran kita itu seperti autopilot dan NasDem memikirkan itu sampai kepada titik kesejahteraan,” kata Anis.
Anis sendiri mengaku telah membaca Buku Pintar RM-CEN. Menurutnya, buku tersebut sangat komprehensif.
“Saya pikir buku ini ingin mengajak kita semua untuk merubah paradigma. Migrasi itu bukan artinya orang yang terpaksa pergi, migrasi itu sesungguhnya hak asamsi manusia dan menjadi fenomena global.”
“Di buku ini saya kira bisa memandu kita semua, pemerintah, penggerak di komunitas karena ini berkontribusi pada perlindungan migrasi untuk sampai pada bagaimana kebijakan kualitas hidup yang lebih baik. Ini harus kita dorong dan saya senang teman-teman NasDem
concern di bidang ini,” pungkasnya.
(PRI)