Pendinginan Kapal  Kapal KMP Batu Mandi. Foto: Tangkapan layar Metrotv,
Pendinginan Kapal Kapal KMP Batu Mandi. Foto: Tangkapan layar Metrotv,

7 Fakta Kebakaran Kapal KMP Batumandi di Cilegon

Arif Wicaksono • 22 Oktober 2026 09:13
Ringkasnya gini..
  • Kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batu Mandi terjadi di perairan Merak, Cilegon, Banten, pada Selasa, 20 Oktober 2026.
  • Kapal yang melayani rute Bakauheni–Merak tersebut terbakar saat hendak bersandar di Pelabuhan Merak.
Jakarta: Kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi terjadi di perairan Merak, Cilegon, Banten, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kapal yang melayani rute Bakauheni–Merak tersebut terbakar saat hendak bersandar di Pelabuhan Merak.
 
Sebanyak 420 penumpang dilaporkan berhasil dievakuasi. Dilansir dari berbagai sumber berikut sejumlah fakta mengenai insiden kebakaran KMP Batu Mandi.

1. Terbakar Sekitar 700 Meter dari Pelabuhan Merak

KMP Batumandi terbakar di perairan Selat Sunda, sekitar 700 meter dari Dermaga 6 Eksekutif Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. Kebakaran terjadi sesaat sebelum kapal bersandar setelah melayani pelayaran dari Bakauheni menuju Merak.

2. Api Muncul Sekitar Pukul 16.34 WIB

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea menyebutkan, percikan api muncul di sekitar kolam dermaga sekitar pukul 16.34 WIB sebelum api membesar. Namun, penyebab pasti kebakaran belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan yang tersedia.

3. Sebanyak 420 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Kapolda Banten Irjen Hendra Kurniawan menyatakan, berdasarkan manifes kapal, terdapat 420 penumpang yang terdiri atas 393 penumpang di dalam kendaraan dan 27 penumpang pejalan kaki. Seluruh penumpang tersebut berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

4. Kapal Mengangkut 89 Kendaraan

Selain membawa ratusan penumpang, KMP Batumandi juga mengangkut 89 unit kendaraan ketika insiden terjadi. Kendaraan tersebut tercatat dalam manifes kapal bersama dengan jumlah penumpang yang berada di dalamnya.

5. Enam Penumpang Dilaporkan Mengalami Cedera

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea menyampaikan, terdapat sekitar enam penumpang yang mengalami cedera, antara lain luka lecet. Sebagian penumpang juga dilaporkan mengalami kepanikan akibat insiden tersebut.

Para penumpang yang membutuhkan penanganan telah dibawa ke Puskesmas Merak dan RS Krakatau Medika untuk mendapatkan pemeriksaan serta perawatan.

6. Penumpang Dievakuasi ke Dermaga 6 Eksekutif

Setelah proses evakuasi, para penumpang ditempatkan di Dermaga 6 Eksekutif ASDP Merak untuk pendataan dan penanganan lebih lanjut. Petugas gabungan juga berfokus pada upaya pemadaman api dan memastikan keselamatan seluruh penumpang.

7. ASDP Memfasilitasi Perjalanan dan Pengurusan Dokumen

Setelah evakuasi, PT ASDP Indonesia Ferry memfasilitasi transportasi bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan menuju wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Polda Banten juga menyediakan pelayanan penerbitan surat keterangan kehilangan bagi penumpang yang kehilangan dokumen atau surat penting akibat kebakaran tersebut. Layanan ini diharapkan membantu penumpang mengurus kembali dokumen yang hilang.

Hingga keterangan yang disampaikan dalam laporan tersebut, penyebab pasti kebakaran masih belum dirinci. Penanganan pascakejadian mencakup pemeriksaan kesehatan penumpang, pendataan, dan fasilitasi perjalanan lanjutan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>