​Petani NasDem Gelar Rakernas di ABN Partai NasDem pada Kamis (22/10) (Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)
​Petani NasDem Gelar Rakernas di ABN Partai NasDem pada Kamis (22/10) (Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)

Petani NasDem Gelar Rakernas, Siapkan Program Berdampak bagi Petani dan Nelayan

Muhammad Syahrul Ramadhan • 22 Oktober 2026 16:33
Ringkasnya gini..
  • Organisasi sayap Partai NasDem, Petani NasDem mulai menyusun program strategis organisasi untuk periode 2026–2029 melalui Rakernas.
  • Ketua Umum Petani NasDem Arif Rahman ada tiga program kerja yang siap diimplementasikan.
  • Rakernas tidak hanya membahas program, tetapi juga menggali potensi daerah agar dapat dikembangkan menjadi usaha.
Jakarta: Organisasi sayap Partai NasDem, Petani NasDem mulai menyusun program strategis organisasi untuk periode 2026–2029 melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Akademi Bela Negara (ABN), Kamis, 22 Oktober 2026. Agenda ini sekaligus menjadi momentum inagurasi pengurus DPP Petani NasDem yang resmi dilantik hari ini.

Rakernas menjadi forum bagi pengurus baru untuk menyelaraskan visi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan program kerja prioritas yang dapat diterapkan di tingkat pusat maupun daerah.

Tiga Program Petani NasDem


Ketua Umum Petani NasDem Arif Rahman ada tiga program kerja yang siap diimplementasikan. Pertama demplot 2 hektar di 35 provinsi. Demplot ini menjadi laboratorium untuk membuat pertanian terintegrasi.

“Memaksimalkan pertanian terintegrasi. Supaya para petani juga bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Karena petani di Indonesia ini harus diberdayakan an harus bagaimana juga dicarikan pasarnya. Nah itu yang kita lakukan dengan program Kebun NasDem,” jelasnya.

Program kedua terkait dengan nelayan, yakni Kampung Nelayan Merah Putih. Arif menyebut program ini sekaligus mengawal program pemerintah.

“Mengawal program pemerintah. Termasuk program di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Di sana ada program Kampung Nelayan Merah Putih, ada Budidaya Air Tawar, Nila dan Lele,” jelasnya.
 
Program ketiga adalah terkait hutan dengan memanfaatkan program dari Kementerian Kehutanan, yaitu Perhutanan Sosial dan  kawasan hutan dengan pengelolaan khusus (KHDPK).

“Perhutanan sosial itu nanti setiap petani dapat 2 hektare. 2 hektare itu mengajukan. Jadi kalau kita nanti mau memberdayakan potensi aren misalnya seperti kami di Banten itu sedang memberdayakan 50 hektare kelompok petani untuk penanaman aren. Jadi nanti masyarakat per orang dapat 2 hektare,” bebernya.

Menggali Potensi Masing-masing Daerah


Rakernas tidak hanya membahas program, tetapi juga menggali potensi daerah agar dapat dikembangkan menjadi usaha yang memberikan dampak ekonomi bagi petani dan nelayan.

“Makanya kami perlu pemetaan potensi daerah baik apa yang cocok ditanam dan apa hasil selama ini yang menjadi unggulan ini yang nantinya kita akan membentuk ekosistem bisnis dari hulu sampai hilir tentang bisnis di masing-masing daerah,” jelasnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>