Ilustrasi Pendaki menggunakan pakaian berlapis untuk membantu menjaga kehangatan dan melindungi tubuh saat menghadapi perubahan cuaca di gunung. Foto: Gemini Ai
Ilustrasi Pendaki menggunakan pakaian berlapis untuk membantu menjaga kehangatan dan melindungi tubuh saat menghadapi perubahan cuaca di gunung. Foto: Gemini Ai

Mengenal Sistem Layering Pakaian Saat Mendaki untuk Pemula

Muhammad Syahrul Ramadhan • 13 Oktober 2026 20:18
Ringkasnya gini..
  • Sistem layering pakaian saat mendaki terdiri dari base layer, mid layer, dan outer layer dengan fungsi berbeda.
  • Base layer mengelola keringat, mid layer menjaga kehangatan, sedangkan outer layer membantu melindungi tubuh dari angin dan hujan.
  • Pendaki pemula perlu menyesuaikan pakaian berlapis dengan cuaca, intensitas aktivitas, dan kondisi jalur pendakian.
Jakarta: Mendaki gunung bukan hanya soal menyiapkan sepatu, tas, dan perlengkapan navigasi. Pakaian yang digunakan juga perlu diperhatikan karena suhu udara dan kondisi cuaca di jalur pendakian bisa berubah sewaktu-waktu.

Salah satu teknik berpakaian yang perlu diketahui pendaki pemula adalah layering system. Teknik ini menggunakan beberapa lapisan pakaian dengan fungsi berbeda untuk membantu tubuh mengelola keringat, mempertahankan kehangatan, dan menghadapi angin maupun hujan.

Dengan memahami sistem layering, pendaki tidak harus selalu mengandalkan satu jaket tebal. Pakaian dapat ditambah atau dilepas sesuai suhu, intensitas aktivitas, dan kondisi lingkungan.

Sistem layering pada umumnya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu base layer, mid layer, dan outer layer. Berikut penjelasannya.

Apa Itu Sistem Layering Pakaian?

Sistem layering merupakan teknik menggunakan pakaian secara berlapis dengan fungsi yang saling melengkapi. Tujuannya bukan sekadar membuat tubuh terasa hangat, tetapi juga menjaga kelembapan dan memberikan perlindungan ketika cuaca berubah.

Ketika berjalan menanjak, tubuh biasanya menghasilkan lebih banyak panas dan keringat. Namun, saat berhenti beristirahat atau menghadapi angin kencang, tubuh dapat kehilangan panas lebih cepat.

Dengan pakaian berlapis, pendaki bisa menyesuaikan perlindungan berdasarkan situasi tersebut. Setiap lapisan memiliki tugas tersendiri sehingga pemilihannya perlu mempertimbangkan bahan, kenyamanan, serta kondisi gunung yang akan didaki.

1. Base Layer, Lapisan yang Bersentuhan dengan Kulit

Base layer merupakan pakaian paling dalam yang langsung bersentuhan dengan kulit. Fungsi utamanya membantu mengalirkan keringat dari permukaan kulit agar tubuh tidak terlalu lama berada dalam kondisi lembap.

Untuk lapisan ini, pendaki dapat memilih pakaian berbahan sintetis seperti poliester atau wol merino. Bahan tersebut umumnya lebih sesuai untuk aktivitas luar ruang karena dapat membantu mengelola kelembapan dan relatif cepat kering.

Sebaliknya, pakaian berbahan katun sebaiknya tidak menjadi pilihan utama sebagai lapisan dasar untuk pendakian yang berpotensi membuat tubuh banyak berkeringat. Katun dapat menahan kelembapan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering.

Pilih juga pakaian dengan ukuran nyaman agar tidak menghambat gerakan saat berjalan membawa tas.

2. Mid Layer, Lapisan untuk Menjaga Kehangatan

Lapisan berikutnya adalah mid layer, yang bertugas membantu mempertahankan panas tubuh. Lapisan ini digunakan di atas base layer, terutama ketika suhu mulai turun, saat beristirahat, atau ketika berada di area terbuka yang berangin.

Beberapa pilihan yang dapat digunakan antara lain jaket fleece, jaket berinsulasi sintetis, dan jaket berbahan bulu angsa atau down.

Pemilihan bahan dan ketebalannya perlu disesuaikan dengan kondisi pendakian. Untuk jalur yang relatif hangat atau perjalanan dengan aktivitas fisik tinggi, lapisan yang lebih ringan mungkin sudah cukup. Sementara itu, kondisi dingin membutuhkan insulasi yang lebih memadai.

Pendaki juga perlu mengatur pemakaiannya. Jika tubuh mulai terlalu panas dan berkeringat saat menanjak, mid layer dapat dilepas sementara dan dikenakan kembali ketika diperlukan.

3. Outer Layer, Pelindung dari Angin dan Hujan

Outer layer merupakan lapisan terluar yang membantu melindungi tubuh dari faktor cuaca, terutama angin dan hujan. Lapisan ini penting karena pakaian yang basah dan terpaan angin dapat membuat tubuh kehilangan panas.

Contoh outer layer adalah jaket windbreaker untuk membantu mengurangi terpaan angin serta jaket hujan atau hardshell yang dirancang untuk menghadapi hujan dan kondisi cuaca yang lebih berat.

Perlu diingat, tidak semua jaket yang terlihat tebal otomatis tahan air. Periksa spesifikasi produk, termasuk kemampuan menahan air dan sirkulasi udara, sebelum memilihnya untuk mendaki.

Pendaki pemula sebaiknya tetap membawa perlindungan hujan meskipun cuaca terlihat cerah saat berangkat. Kondisi di pegunungan dapat berubah sehingga perlengkapan perlu disiapkan berdasarkan kemungkinan cuaca di sepanjang perjalanan.

Tips Menerapkan Layering Saat Mendaki

Setelah memahami fungsi ketiga lapisan tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sistem layering bekerja dengan baik.

Pertama, periksa perkiraan cuaca dan karakteristik jalur sebelum mendaki. Kebutuhan pakaian untuk perjalanan singkat di gunung yang relatif hangat tentu berbeda dengan pendakian yang menghadapi suhu rendah dan angin kencang.

Kedua, jangan langsung memakai seluruh lapisan jika tubuh sudah terasa panas saat berjalan. Atur pakaian agar keringat tidak menumpuk, kemudian tambahkan lapisan penghangat ketika berhenti atau suhu menurun.

Ketiga, siapkan pakaian pengganti yang tetap kering, terutama untuk kondisi ketika pakaian utama basah oleh keringat atau hujan. Simpan perlengkapan tersebut dalam kantong kedap air di dalam tas.

Terakhir, jangan menganggap layering sebagai jaminan tubuh akan selalu aman dari dingin. Perlengkapan harus tetap disesuaikan dengan kondisi medan, suhu, dan durasi pendakian. Jika muncul tanda kedinginan berat seperti menggigil hebat, kebingungan, atau koordinasi tubuh menurun, segera cari perlindungan dan minta bantuan.

Memahami sistem layering membantu pendaki pemula memilih pakaian secara lebih terencana. Dengan kombinasi lapisan yang tepat, perjalanan dapat terasa lebih nyaman sekaligus membantu mengurangi risiko akibat pakaian basah dan paparan cuaca dingin.
(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>