Bentrokan antarkelompok pecah di Jalan Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 26 Juli 2026. (Foto: Metrotvnews.com/Christian)
Bentrokan antarkelompok pecah di Jalan Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 26 Juli 2026. (Foto: Metrotvnews.com/Christian)

Satu Orang Tewas dalam Bentrokan di Menteng, Satu Lainnya Kritis

Adri Prima • 26 Juli 2026 22:43
Ringkasnya gini..
  • Bentrokan di Matraman Dalam menewaskan satu orang, sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan kritis.
  • Polisi mengamankan delapan orang untuk diperiksa terkait bentrokan yang terjadi di kawasan Pegangsaan, Menteng.
  • Bentrokan diduga dipicu keributan di warung nasi uduk yang berujung perusakan dan aksi saling serang antarwarga.
Jakarta: Bentrokan antarkelompok di Jalan Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 26 Juli 2026 memakan korban. Satu orang dikabarkan meninggal dunia dan satu orang lain dalam kondisi kritis.
 
Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, korban sebelumnya dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) bersama seorang korban lain dalam kondisi kritis. Namun, satu korban dinyatakan meninggal dunia.
 
"Informasi terbaru dari dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," ujar Roby kepada awak media di lokasi, Minggu.

Polisi sempat berupaya melerai bentrokan. Namun, jumlah massa yang terlibat membuat situasi sulit dikendalikan.
 

Polisi amankan 8 orang


Selain itu, polisi mengamankan delapan orang untuk dimintai keterangan. Mereka terdiri atas enam orang dari satu kelompok dan dua orang dari kelompok lainnya. "Sedang kami amankan dan ambil keterangannya di Polsek Menteng," kata Roby.
 
Bentrokan ini awalnya dipicu keributan di warung nasi uduk milik warga yang berujung perusakan warung. Pelaku perusakan tidak terima ditegur warga karena motornya menggunakan knalpot bising. 
 
Karena tidak terima ditegur, pemotor tersebut memanggil beberapa rekannya dan kembali ke lokasi warung lalu menyerang dan melakukan perusakan.
"Jadi ada kelompok dari yang diserang ini datang mau beli sarapan, kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan, sehingga menggeber kendaraannya," ujar Roby.
 
Perusakan itu memicu reaksi warga sekitar yang kemudian melakukan serangan balasan ke lokasi kelompok tersebut hingga bentrokan meluas.
 
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti bentrokan serta mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>