Inovasi Pelayanan di Rumah Sakit Sejalan dengan Revolusi Mental

M Studio 03 November 2018 17:39 WIB
berita kemenko pmk
Inovasi Pelayanan di Rumah Sakit Sejalan dengan Revolusi Mental
(Foto:Dok.Kemenko PMK)
Jakarta: Rumah sakit merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL). Dalam pelaksanaannya, rumah sakit diupayakan mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang bermutu, responsif, dan tidak diskriminatif kepada masyarakat.

Hal tersebut mendorong menejemen rumah sakit untuk berinovasi terkait penyelenggaraan pelayanan fasilitas kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Andi Rahmadi, Asisten Deputi Bidang Pelayanan Kesehatan di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dalam Pelatihan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) di Rumah Sakit yang diselenggarakan selama tiga hari.


"Dengan internalisasi Revolusi Mental, peserta akan membawa perubahan yang lebih baik terkait pelaksanaan etika rumah sakit, pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien sejalan dengan inovasi-inovasi yang sudah ada di rumah sakit, tinggal nanti perlu dijalankan sistem monitoring dan evaluasinya,” ucap Andi.

Adi Fraditha, salah satu peserta dari RSUD Doris Sylvanus Provinsi Kalimantan Tengah, mengatakan perubahan dan komitmen pada nilai integritas, etos kerja, dan gotong-royong harus dijalankan sebagai inovasi dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan, sehingga tercapai pelayanan prima, yang berarti cepat, tepat dan bersahabat.

Seusai pelatihan, para peserta yang mewakili provinsi-provinsi berbeda itu menyempatkan berdiskusi terkait inovasi-inovasi yang sudah dijalankan. Ikhwan Hamzah sebagai perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Jawa Tengah dalam pelatihan itu menjelaskan, di tempatnya sudah ada bentuk pelayanan yang sesuai dengan Revolusi Mental.

Seperti pelayan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang cepat tanpa diskrimantif dan pelayanan antrian operasi elektif yang bisa menunggu di rumah. Juga keberadaan jalur cepat (fast track) bagi pasien disabilitas, anak-anak, ibu hamil, dan orang tua.

“Sebenarnya dalam kegiatan pelayan kami di rumah sakit sudah banyak yang sesuai dengan revolusi mental,” tutur Ikhwan.

Hal senada diungkapkan pula oleh Ni Ketut Sri Handayani, berasal dari RSUD Tabanan, Bali. Di tempatnya bekerja terdapat program berupa pengantaran obat gratis dengan jangkauan radius 35 Kilometer. "Program ini merupakan inisiatif memangkas padatnya antrian di depan loket dan sebagai jawaban atas keluhan masyarakat terkait lamanya peracikan obat," katanya.

Inovasi lain terkait pelayanan kesehatan di RSUD Tabanan ialah sistem pendaftaran online, pengelolaan sampah medis dengan transporter, informasi kamar, dan antrean kamar secara online, pelayanan geriatri hingga one stop registration.

Pada kesempatan yang sama, Farida, Perwakilan RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan mengatakan, keberadaan inovasi pelayanan yang sukses akan menjadi teladan yang baik.

“Sebagai percontohan, Sistem Rujukan Terpadu (SISRUTE) merupakan terobosan nasional yang pada awalnya dikembangkan oleh RSUD Dr Wahidin Sudirohusodo di Sulawesi Selatan,” kata Farida.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id