KRL Dipangkas Selama September, Ini Jadwal yang Batal dan Tips agar Tak Terlambat
Annisa ayu artanti • 08 September 2026 16:00
Ringkasnya gini..
- KAI Commuter mengurangi sejumlah perjalanan KRL pada 7-30 September 2026 karena proses perawatan.
- Kebijakan ini memicu kekhawatiran penumpang soal kepadatan kereta dan stasiun, terutama pada jam sibuk.
- Pengguna KRL disarankan mengecek jadwal terbaru, berangkat lebih awal, dan menyiapkan alternatif perjalanan.
Jakarta: Pengguna KRL Jabodetabek perlu kembali menyesuaikan jadwal perjalanan sepanjang September 2026. Mulai 7-30 September 2026, sejumlah perjalanan commuter line dikurangi karena KAI Commuter melakukan proses perawatan.
KAI Commuter menyebut perawatan tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan layanan sekaligus memastikan aspek keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas. Namun, pengurangan perjalanan ini turut memicu kekhawatiran penumpang karena kereta yang beroperasi berpotensi menjadi lebih padat.
Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun Instagram resmi @commuterline, terdapat 17 perjalanan commuter line yang melakukan pembatalan selama periode pengurangan. 12 perjalanan di antaranya adalah sebagai berikut:
KA 1157, relasi Bogor-Jakarta Kota, berangkat dari Bogor pukul 04.03 WIB.
KA 1007, relasi Bogor-Manggarai, berangkat dari Bogor pukul 05.36 WIB.
KA 1195F, relasi Cilebut-Jakarta Kota, berangkat dari Cilebut pukul 06.22 WIB.
KA 1013A, relasi Bogor-Manggarai, berangkat dari Bogor pukul 07.16 WIB.
KA 1231, relasi Bogor-Jakarta Kota, berangkat dari Bogor pukul 08.13 WIB.
KA 1118, relasi Depok-Bogor, berangkat dari Depok pukul 04.56 WIB.
KA 1124F, relasi Depok-Bogor, berangkat dari Depok pukul 05.33 WIB.
KA 1154, relasi Jakarta Kota-Bogor, berangkat dari Jakarta Kota pukul 05.36 WIB.
KA 1008, relasi Manggarai-Bogor, berangkat dari Manggarai pukul 06.56 WIB.
KA 1192F, relasi Jakarta Kota-Depok, berangkat dari Jakarta Kota pukul 07.48 WIB.
KA 1014, relasi Manggarai-Bogor, berangkat dari Manggarai pukul 08.37 WIB.
KA 1228, relasi Jakarta Kota-Depok, berangkat dari Jakarta Kota pukul 09.48 WIB.
Baca Juga :
KAI Commuter Kurangi 17 Perjalanan KRL Jabodetabek, Ada Perawatan Intensif
Netizen Khawatir KRL Makin Padat
Pengurangan perjalanan tersebut langsung mendapat respons dari masyarakat. Kekhawatiran paling banyak berkaitan dengan kepadatan karena penumpang dari perjalanan yang dibatalkan kemungkinan harus berpindah ke kereta sebelum atau sesudah jadwal mereka.
Komentar netizen di postingan @jktdiemplease menggambarkan kekhawatiran tersebut. “Jadwal full aja masih empet-empetan, apalagi dikurang,” tulis akun @akimndut13, sementara @zamaniman_ berkomentar, “Pasti makin chaos di tiap stasiun efek ini.” Kekhawatiran serupa disampaikan @salmasyya dengan komentar, “Makin pepes ga ya kalo pagi.”
Keluhan-keluhan tersebut membuktikan bahwa pengurangan KRL sangat memangaruhi masyarakat yang biasa menggunakan KRL.
Tips Naik KRL Selama Jadwal Dikurangi
Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan selama pengurangan KRL.
Cek jadwal sebelum berangkat, jangan mengandalkan jadwal yang biasa digunakan. KAI Commuter meminta pengguna menyesuaikan perjalanan dan memantau informasi terbaru melalui stasiun, kereta, aplikasi C-Access, serta media sosial resmi.
Berangkat lebih awal, karena sebagian perjalanan dikurangi, kereta sebelum atau sesudah jadwal yang biasa digunakan berpotensi menjadi lebih ramai. Berangkat lebih awal bisa memberi waktu cadangan jika harus menunggu kereta berikutnya.
Siapkan kereta alternatif. Pengguna lintas Bogor bisa mempertimbangkan perjalanan yang menuju Manggarai atau Jakarta Kota pada jadwal terdekat, sesuai tujuan akhir dan kondisi perjalanan saat itu.
Jangan memaksakan diri masuk gerbong kalau kondisi kereta sudah sangat penuh, lebih baik menunggu perjalanan berikutnya daripada memaksakan masuk. Pengurangan perjalanan memang bisa membuat kepadatan meningkat, tetapi keselamatan tetap harus menjadi prioritas.
Beri waktu lebih untuk perjalanan dan transit. Penumpang yang punya jadwal kerja, kuliah, atau penerbangan sebaiknya menyediakan buffer lebih panjang karena perubahan jadwal bisa memengaruhi waktu tiba dan perjalanan lanjutan. (Wisa Irena Br Sitepu)
Jakarta: Pengguna
KRL Jabodetabek perlu kembali menyesuaikan jadwal perjalanan sepanjang September 2026. Mulai 7-30 September 2026, sejumlah perjalanan commuter line dikurangi karena KAI Commuter melakukan proses perawatan.
KAI Commuter menyebut perawatan tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan layanan sekaligus memastikan aspek keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas. Namun, pengurangan perjalanan ini turut memicu kekhawatiran penumpang karena kereta yang beroperasi berpotensi menjadi lebih padat.
Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun Instagram resmi
@commuterline, terdapat 17 perjalanan commuter line yang melakukan pembatalan selama periode pengurangan. 12 perjalanan di antaranya adalah sebagai berikut:
- KA 1157, relasi Bogor-Jakarta Kota, berangkat dari Bogor pukul 04.03 WIB.
- KA 1007, relasi Bogor-Manggarai, berangkat dari Bogor pukul 05.36 WIB.
- KA 1195F, relasi Cilebut-Jakarta Kota, berangkat dari Cilebut pukul 06.22 WIB.
- KA 1013A, relasi Bogor-Manggarai, berangkat dari Bogor pukul 07.16 WIB.
- KA 1231, relasi Bogor-Jakarta Kota, berangkat dari Bogor pukul 08.13 WIB.
- KA 1118, relasi Depok-Bogor, berangkat dari Depok pukul 04.56 WIB.
- KA 1124F, relasi Depok-Bogor, berangkat dari Depok pukul 05.33 WIB.
- KA 1154, relasi Jakarta Kota-Bogor, berangkat dari Jakarta Kota pukul 05.36 WIB.
- KA 1008, relasi Manggarai-Bogor, berangkat dari Manggarai pukul 06.56 WIB.
- KA 1192F, relasi Jakarta Kota-Depok, berangkat dari Jakarta Kota pukul 07.48 WIB.
- KA 1014, relasi Manggarai-Bogor, berangkat dari Manggarai pukul 08.37 WIB.
- KA 1228, relasi Jakarta Kota-Depok, berangkat dari Jakarta Kota pukul 09.48 WIB.
Netizen Khawatir KRL Makin Padat
Pengurangan perjalanan tersebut langsung mendapat respons dari masyarakat. Kekhawatiran paling banyak berkaitan dengan kepadatan karena penumpang dari perjalanan yang dibatalkan kemungkinan harus berpindah ke kereta sebelum atau sesudah jadwal mereka.
Komentar netizen di postingan
@jktdiemplease menggambarkan kekhawatiran tersebut.
“Jadwal full aja masih empet-empetan, apalagi dikurang,” tulis akun
@akimndut13, sementara
@zamaniman_ berkomentar,
“Pasti makin chaos di tiap stasiun efek ini.” Kekhawatiran serupa disampaikan
@salmasyya dengan komentar,
“Makin pepes ga ya kalo pagi.”
Keluhan-keluhan tersebut membuktikan bahwa pengurangan KRL sangat memangaruhi masyarakat yang biasa menggunakan KRL.
Tips Naik KRL Selama Jadwal Dikurangi
Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan selama pengurangan KRL.
- Cek jadwal sebelum berangkat, jangan mengandalkan jadwal yang biasa digunakan. KAI Commuter meminta pengguna menyesuaikan perjalanan dan memantau informasi terbaru melalui stasiun, kereta, aplikasi C-Access, serta media sosial resmi.
- Berangkat lebih awal, karena sebagian perjalanan dikurangi, kereta sebelum atau sesudah jadwal yang biasa digunakan berpotensi menjadi lebih ramai. Berangkat lebih awal bisa memberi waktu cadangan jika harus menunggu kereta berikutnya.
- Siapkan kereta alternatif. Pengguna lintas Bogor bisa mempertimbangkan perjalanan yang menuju Manggarai atau Jakarta Kota pada jadwal terdekat, sesuai tujuan akhir dan kondisi perjalanan saat itu.
- Jangan memaksakan diri masuk gerbong kalau kondisi kereta sudah sangat penuh, lebih baik menunggu perjalanan berikutnya daripada memaksakan masuk. Pengurangan perjalanan memang bisa membuat kepadatan meningkat, tetapi keselamatan tetap harus menjadi prioritas.
- Beri waktu lebih untuk perjalanan dan transit. Penumpang yang punya jadwal kerja, kuliah, atau penerbangan sebaiknya menyediakan buffer lebih panjang karena perubahan jadwal bisa memengaruhi waktu tiba dan perjalanan lanjutan. (Wisa Irena Br Sitepu)
(ANN)