Jakarta: Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) menggelar lomba menyanyi lagu Korea bertajuk K-Song Cover Contest di KOREA 360, Jakarta, pada 10 Oktober 2026. Lomba ini menghadirkan lagu-lagu dari genre trot, folk, hingga pop era 90-an.
Sebanyak 15 peserta berkompetisi dalam dua kategori, yakni Kategori A untuk trot dan folk serta Kategori B untuk pop era 90-an dan OST drama. Dari kompetisi tersebut, Esty Melmambessy meraih juara pertama Kategori A, sedangkan GrinDey menjadi pemenang Kategori B.
Acara dibuka oleh Wakil Duta Besar dan Konsul Jenderal Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia, Chung Hae Kwan. Ia mengaku senang karena lagu-lagu Korea dari era 1990-an turut diperkenalkan melalui kompetisi tersebut.
Baca Juga :
Perkuat Pertukaran Budaya, KCCI Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Metro TV
“Secara pribadi, saya sangat senang mengetahui diangkatnya lagu-lagu Korea dari era 90-an,” ujar Chung.
Ia juga menyoroti kemiripan musik trot Korea dengan dangdut Indonesia. Menurutnya, kedua genre tersebut sama-sama mengangkat berbagai perasaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari cinta dan perpisahan hingga keluarga, kampung halaman, suka, dan duka.
K-Song Cover Contest turut melibatkan Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Ani Nigeriawati, sebagai salah satu juri. Selain itu, ada produser Korea Kim Hee-young dan penynayi Indonesia Tiffani Afifa yang juga berperan sebagai juri.
Baca Juga :
Duo K-pop Flare U Lanjutkan Kisah Cinta di Mini Album LOVEHOOD
Perkenalkan Musik Korea di Luar K-Pop
Penampilan finalis K-Song Cover Contest.
K-Song Cover Contest tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan menyanyi, tetapi juga memperkenalkan genre musik Korea lainnya. Lagu-lagu trot, folk, dan pop era 90-an menjadi alternatif bagi pencinta musik Korea di luar K-Pop yang populer saat ini.
Pemilihan lagu oleh para peserta pun menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap musik tidak hanya muncul dari melodi, tetapi juga dari makna lirik dan cerita yang disampaikan.
Melalui kegiatan ini, KCCI berharap musik dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan masyarakat Korea dan Indonesia. Pengenalan musik dari berbagai genre juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kedua negara melalui pertukaran budaya.
Jakarta:
Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) menggelar lomba menyanyi
lagu Korea bertajuk K-Song Cover Contest di KOREA 360, Jakarta, pada 10 Oktober 2026. Lomba ini menghadirkan lagu-lagu dari genre trot, folk, hingga pop era 90-an.
Sebanyak 15 peserta berkompetisi dalam dua kategori, yakni Kategori A untuk trot dan folk serta Kategori B untuk pop era 90-an dan OST drama. Dari kompetisi tersebut, Esty Melmambessy meraih juara pertama Kategori A, sedangkan GrinDey menjadi pemenang Kategori B.
Acara dibuka oleh Wakil Duta Besar dan Konsul Jenderal Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia, Chung Hae Kwan. Ia mengaku senang karena lagu-lagu Korea dari era 1990-an turut diperkenalkan melalui kompetisi tersebut.
“Secara pribadi, saya sangat senang mengetahui diangkatnya lagu-lagu Korea dari era 90-an,” ujar Chung.
Ia juga menyoroti kemiripan musik trot Korea dengan dangdut Indonesia. Menurutnya, kedua genre tersebut sama-sama mengangkat berbagai perasaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari cinta dan perpisahan hingga keluarga, kampung halaman, suka, dan duka.
K-Song Cover Contest turut melibatkan Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Ani Nigeriawati, sebagai salah satu juri. Selain itu, ada produser Korea Kim Hee-young dan penynayi Indonesia Tiffani Afifa yang juga berperan sebagai juri.
Perkenalkan Musik Korea di Luar K-Pop
Penampilan finalis K-Song Cover Contest.
K-Song Cover Contest tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan menyanyi, tetapi juga memperkenalkan genre musik Korea lainnya. Lagu-lagu trot, folk, dan pop era 90-an menjadi alternatif bagi pencinta musik Korea di luar K-Pop yang populer saat ini.
Pemilihan lagu oleh para peserta pun menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap musik tidak hanya muncul dari melodi, tetapi juga dari makna lirik dan cerita yang disampaikan.
Melalui kegiatan ini, KCCI berharap musik dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan masyarakat Korea dan Indonesia. Pengenalan musik dari berbagai genre juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kedua negara melalui pertukaran budaya.
(PRI)