Sikka: Bagi masyarakat terdampak gempa di Flores Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagi mereka air bersih bukan sekadar pemenuh kebutuhan fisik, melainkan simbol hadirnya harapan di masa-masa sulit.
Krisis air bersih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat setelah gempa M7,7 mengguncang wilayah Flores. Terlebih bagi mereka yang berada di pengungsian.
Merespons kebutuhan tersebut Kementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat. Ribuan liter air bersih disalurkan saban hari melalui pengoperasian mobil tangki dan penempatan hidran umum di titik-titik krusial.
Ribuan liter air bersih disalurkan saban hari melalui pengoperasian mobil tangki dan penempatan hidran umum di titik-titik krusial. Petugas di lapangan tak hanya memutar keran tangki, tetapi juga memastikan sanitasi di sekitar tenda pengungsian tetap terjaga demi mencegah risiko penyakit.
Kucuran air jernih itu tak sekadar membasuh debu pascagempa, tetapi juga merawat asa masyarakat Sikka untuk kembali bangkit memulihkan kehidupannya. Kehadiran air bersih ini langsung dimanfaatkan pengungsi untuk kebutuhan domestik, seperti mencuci baju, alat makan hingga mandi.
Krisis air bersih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat setelah gempa M7,7 mengguncang wilayah Flores. Terlebih bagi mereka yang berada di pengungsian.
Merespons kebutuhan tersebut Kementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat. Ribuan liter air bersih disalurkan saban hari melalui pengoperasian mobil tangki dan penempatan hidran umum di titik-titik krusial.
Ribuan liter air bersih disalurkan saban hari melalui pengoperasian mobil tangki dan penempatan hidran umum di titik-titik krusial. Petugas di lapangan tak hanya memutar keran tangki, tetapi juga memastikan sanitasi di sekitar tenda pengungsian tetap terjaga demi mencegah risiko penyakit.
Kucuran air jernih itu tak sekadar membasuh debu pascagempa, tetapi juga merawat asa masyarakat Sikka untuk kembali bangkit memulihkan kehidupannya. Kehadiran air bersih ini langsung dimanfaatkan pengungsi untuk kebutuhan domestik, seperti mencuci baju, alat makan hingga mandi.
Kementerian PU Hadirkan Bantuan Air Bersih di Sikka
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa dalam setiap tanggap darurat bencana, air bersih adalah prioritas mutlak yang tak boleh terputus. Saat selang tangki mengalirkan air jernih ke wadah-wadah warga, tampak helaan napas lega dari para ibu dan ukiran senyum tipis di wajah lansia.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus kita pastikan tersedia, terutama bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana dan masih berada di pengungsian. Kementerian PU akan terus mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujar Dody Hanggodo.
.jpg)
(Anak-anak ikut membantu orang tua mengisi air bersih di pengungsian. Foto: Medcom.id)
Dukungan pelayanan air bersih dilakukan di dua lokasi, yakni Desa Baopaat, Kecamatan Lela, serta Gelora Samador yang menjadi salah satu lokasi pengungsian terpusat. tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kondisi pascagempa.
Di Desa Baopaat, Kecamatan Lela, pelayanan air bersih dilakukan di wilayah RT 08/RW 03 dengan cakupan 48 kepala keluarga atau sebanyak 192 jiwa. Untuk lokasi tersebut, Kementerian PU mengirimkan satu Mobil Tangki Air (MTA) dengan kapasitas 6.000 liter.
Sementara itu, pelayanan air bersih juga dilakukan di Gelora Samador sebagai lokasi pengungsian terpusat. Di lokasi ini terdapat sekitar 1.305 jiwa atau 358 kepala keluarga yang membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar selama berada di pengungsian, sebanyak 6.000 liter air bersih telah dikirimkan melalui MTA.
Fasilitas air bersih ini juga menunjang fasilitas darurat yang sudah disiapkan Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yakni toilet darurat. Saat ini terdapat 10 MCK {mandi, cuci, kakus) atau toilet darurat yang bisa dipakai
Selain itu, buat yang hendak mengerjakan ibadah salat tidak perlu bingung mencari air untuk wudhu.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda