Jakarta: Manajemen Solo Safari buka suara terkait dugaan larangan penggunaan jilbab dalam proses rekrutmen.
Sebelumnya, muncul laporan warga mengenai dugaan larangan penggunaan jilbab dalam proses seleksi calon peserta program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) di Solo Safari.
Saat proses wawancara, warga tersebut mendapat informasi bahwa karyawati di Solo Safari tidak diperkenankan mengenakan hijab. Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian dan sudah dikonfirmasi oleh pihak terkait.
General Manager Solo Safari, Miyana Harikna mengatakan pihaknya saat ini melakukan verifikasi internal terkait laporan mengenai ketentuan atribut keagamaan dan komunikasi yang disampaikan kepada calon karyawan dalam proses seleksi.
"Terkait laporan mengenai ketentuan atribut keagamaan dan komunikasi yang disampaikan
kepada calon karyawan dalam proses seleksi, pengelola Solo Safari saat ini sedang melakukan verifikasi internal untuk memastikan kronologi serta memahami konteks komunikasi yang terjadi,” jelas Miyana dalam keterangan tertulis dikutip Selasa, 21 September 2026.
Tidak Ada Larangan Penggunaan Hijab
Solo Safari menegaskan bahwa tidak terdapat ketentuan tertulis perusahaan yang melarang penggunaan atribut keagamaan, termasuk hijab dalam proses rekrutmen. Miyana menyebutkan sebagai lembaga konservasi dan edukasi Solo Safari menjunjung tinggi nilai Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi [Diversity, Equity & Inclusion/DEI], serta menghormati kebebasan beragama setiap individu dalam lingkungan kerja.
Lebih lanjut Miyana mengatakan, pihaknya memahami bahwa penyampaian informasi yang kurang tepat atau tidak sesuai konteks dapat menimbulkan kesalahpahaman, dan menyampaikan permohonan maaf apabila komunikasi yang terjadi menimbulkan persepsi atau pemahaman yang keliru.
Buka Ruang Komunikasi
Terkait adanya laporan tersebut, Solo Safari menghargai perhatian dan masukan yang disampaikan serta terbuka untuk berkomunikasi dengan pihak yang bersangkutan guna memastikan persoalan ini dapat diselesaikan secara konstruktif.
Solo Safari berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan memperkuat penerapan prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi di seluruh lingkungan kerja, termasuk memastikan komunikasi dalam proses rekrutmen disampaikan secara jelas, tepat, dan konsisten dengan kebijakan perusahaan.
Jakarta: Manajemen
Solo Safari buka suara terkait dugaan larangan penggunaan jilbab dalam proses rekrutmen.
Sebelumnya, muncul laporan warga mengenai dugaan larangan penggunaan jilbab dalam proses seleksi calon peserta program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) di Solo Safari.
Saat proses wawancara, warga tersebut mendapat informasi bahwa karyawati di Solo Safari tidak diperkenankan mengenakan hijab. Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian dan sudah dikonfirmasi oleh pihak terkait.
General Manager Solo Safari, Miyana Harikna mengatakan pihaknya saat ini melakukan
verifikasi internal terkait laporan mengenai ketentuan atribut keagamaan dan komunikasi yang disampaikan kepada calon karyawan dalam proses seleksi.
"Terkait laporan mengenai ketentuan atribut keagamaan dan komunikasi yang disampaikan
kepada calon karyawan dalam proses seleksi, pengelola Solo Safari saat ini sedang melakukan verifikasi internal untuk memastikan kronologi serta memahami konteks komunikasi yang terjadi,” jelas Miyana dalam keterangan tertulis dikutip Selasa, 21 September 2026.
Tidak Ada Larangan Penggunaan Hijab
Solo Safari menegaskan bahwa tidak terdapat ketentuan tertulis perusahaan yang melarang penggunaan atribut keagamaan, termasuk hijab dalam proses rekrutmen. Miyana menyebutkan sebagai lembaga konservasi dan edukasi Solo Safari menjunjung tinggi nilai Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi [Diversity, Equity & Inclusion/DEI], serta menghormati kebebasan beragama setiap individu dalam lingkungan kerja.
Lebih lanjut Miyana mengatakan, pihaknya memahami bahwa penyampaian informasi yang kurang tepat atau tidak sesuai konteks dapat menimbulkan kesalahpahaman, dan menyampaikan permohonan maaf apabila komunikasi yang terjadi menimbulkan persepsi atau pemahaman yang keliru.
Buka Ruang Komunikasi
Terkait adanya laporan tersebut, Solo Safari menghargai perhatian dan masukan yang disampaikan serta terbuka untuk berkomunikasi dengan pihak yang bersangkutan guna memastikan persoalan ini dapat diselesaikan secara konstruktif.
Solo Safari berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan memperkuat penerapan prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi di seluruh lingkungan kerja, termasuk memastikan komunikasi dalam proses rekrutmen disampaikan secara jelas, tepat, dan konsisten dengan kebijakan perusahaan.
(RUL)