Jakarta: Pemulihan konektivitas masyarakat pascabencana di Provinsi Aceh kembali menunjukkan kemajuan. Salah satunya ditunjukkan dengan beroperasinya Jembatan Armco Garuda Tahap III di Gampong Seureuke, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, yang memperlancar akses warga menuju sekolah, perkebunan, serta pusat kegiatan ekonomi.
Jembatan yang menghubungkan Dusun Manjung dan Dusun Mandiri tersebut diselesaikan dalam waktu 18 hari melalui gotong royong prajurit TNI bersama masyarakat. Infrastruktur ini menjadi solusi konkret atas keterbatasan akses yang selama ini membebani aktivitas sehari-hari warga.
Sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus menempuh jalur memutar sejauh tiga hingga empat kilometer. Perjalanan menuju sekolah maupun kawasan perkebunan dapat memakan waktu hingga dua jam. Setelah jembatan beroperasi, waktu tempuh berkurang menjadi sekitar 30 menit sehingga mobilitas warga menjadi lebih cepat dan efisien.
Keuchik Gampong Seureuke, Yudimuliadi, mengatakan penyelesaian jembatan dalam waktu relatif singkat merupakan hasil sinergi dan kekompakan antara TNI dan masyarakat. “Kini, akses menuju sekolah maupun perkebunan dapat ditempuh hanya sekitar 30 menit sehingga aktivitas masyarakat menjadi jauh lebih efisien,” kata Yudimuliadi.
Tokoh masyarakat Gampong Seureuke, Mariotoh, mengaku terharu melihat semangat kebersamaan yang terbangun selama proses pengerjaan. Menurutnya, jembatan tersebut tidak hanya menghubungkan dua dusun, tetapi juga menjadi investasi bagi pendidikan anak-anak dan masa depan perekonomian masyarakat. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan warga desa.
Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Inf Faisal, menegaskan rampungnya Jembatan Armco Garuda Tahap III menjadi bukti kolaborasi antara TNI dan masyarakat mampu menghadirkan infrastruktur yang menjawab kebutuhan nyata warga.
“Kami berharap jembatan ini dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal agar manfaatnya terus dirasakan dalam mendukung pendidikan, memperlancar roda perekonomian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gampong Seureuke,” ujar Faisal.
Rampungnya Jembatan Armco di Gampong Seureuke menjadi bagian dari upaya besar memulihkan konektivitas di Aceh. Berdasarkan laporan harian Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera per 26 Juli 2026, sebanyak 655 jembatan daerah di Aceh tercatat terdampak bencana dan 380 di antaranya telah kembali fungsional.
Pada saat yang sama, Satgas Jembatan TNI AD menangani pembangunan 301 jembatan di berbagai wilayah Aceh yang terdiri atas jembatan Bailey, Armco, dan Perintis. Dari jumlah tersebut, 181 jembatan telah selesai, sedangkan 120 lainnya masih dalam proses pemasangan.
Secara terperinci, dari 60 jembatan Bailey yang ditangani, sebanyak 43 unit telah selesai dan 17 unit masih dalam proses pemasangan. Untuk jembatan Armco, 106 dari total 136 unit telah selesai dan 30 unit masih dikerjakan. Sementara itu, dari 105 jembatan Perintis, sebanyak 32 unit telah selesai dan 73 unit masih dalam proses pemasangan.
Satgas PRR terus memantau dan mendorong percepatan pemulihan jembatan daerah serta pembangunan akses pengganti di wilayah terdampak. Penanganan diarahkan tidak hanya untuk membuka kembali konektivitas, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menjangkau sekolah, fasilitas pelayanan dasar, kawasan pertanian, dan pusat kegiatan ekonomi secara aman.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan