Ilustrasi berbagai jenis masker untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara. Foto: Gemini Ai
Ilustrasi berbagai jenis masker untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara. Foto: Gemini Ai

5 Jenis Masker untuk Polusi Udara, Mana yang Paling Cocok?

Muhammad Syahrul Ramadhan • 16 Oktober 2026 18:44
Ringkasnya gini..
  • Kenali lima jenis masker, mulai dari kain hingga KF94, beserta perbedaan kemampuan filtrasi dan kenyamanannya.
  • N95, KN95, dan KF94 dirancang untuk menyaring partikel halus, tetapi perlindungannya bergantung pada kualitas dan kerapatan masker.
  • Pilih masker sesuai kondisi paparan, pastikan menutup wajah dengan rapat, dan kurangi aktivitas luar ruangan saat polusi tinggi.
Jakarta: Masker menjadi salah satu perlengkapan yang dapat membantu melindungi saluran pernapasan dari partikel di udara, termasuk debu dan polusi. Namun, tidak semua masker memberikan tingkat perlindungan yang sama.

Ada beberapa jenis masker yang umum digunakan, mulai dari masker kain hingga respirator dengan kemampuan filtrasi tinggi. Perbedaannya terletak pada bahan, kemampuan menyaring partikel, serta kerapatan masker saat digunakan.

Dilansir dari Halodoc, terdapat lima jenis masker yang perlu diketahui, yaitu masker kain, masker bedah, N95, KN95, dan KF94.

1. Masker Kain

Masker kain mudah ditemukan dan dapat digunakan berulang kali setelah dicuci. Namun, kemampuan penyaringannya sangat bergantung pada jenis bahan, jumlah lapisan, dan kerapatan kain.

Masker ini dapat membantu menahan percikan berukuran besar, tetapi umumnya kurang efektif untuk menyaring partikel halus seperti debu polusi. Karena itu, masker kain bukan pilihan utama ketika menghadapi paparan polusi udara yang tinggi.

2. Masker Bedah

Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang dirancang untuk membantu menahan droplet dan percikan cairan. Masker ini banyak digunakan untuk aktivitas sehari-hari karena relatif ringan dan nyaman.

Meski demikian, masker bedah biasanya tidak menempel serapat respirator. Celah di bagian samping dapat memungkinkan udara masuk tanpa melewati bahan penyaring, sehingga perlindungannya terhadap partikel halus di udara lebih terbatas.

3. Masker N95

N95 merupakan respirator yang dirancang untuk menyaring setidaknya 95 persen partikel uji berukuran sekitar 0,3 mikron dalam kondisi pengujian standar.

Keunggulan N95 tidak hanya terletak pada kemampuan filtrasinya, tetapi juga desain yang memungkinkan masker menempel rapat pada wajah jika digunakan dengan benar. Hal ini membantu mengurangi udara yang masuk melalui celah di sekitar masker.

N95 dapat menjadi pilihan untuk mengurangi paparan partikel halus, termasuk dalam kondisi polusi udara tinggi. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kecocokan ukuran dan kerapatan masker di wajah.

4. Masker KN95

KN95 juga dirancang untuk menyaring sekitar 95 persen partikel berdasarkan standar pengujiannya. Perbedaan utama KN95 dan N95 terletak pada standar sertifikasi serta desain produk yang beredar.

KN95 umumnya menggunakan tali yang dikaitkan ke telinga. Pada sebagian orang, desain ini dapat membuat masker lebih sulit menempel rapat dibandingkan respirator yang menggunakan tali melingkari kepala.

Meski begitu, kemampuan perlindungan tetap dipengaruhi kualitas produk dan kecocokan masker dengan bentuk wajah. Pastikan memilih produk yang memenuhi standar yang relevan dan menggunakannya sesuai petunjuk.

5. Masker KF94

KF94 merupakan masker yang mengikuti standar filtrasi Korea Selatan. Masker ini dirancang untuk menyaring setidaknya 94 persen partikel berdasarkan pengujian standar yang berlaku.

Salah satu ciri KF94 adalah desain tiga dimensi yang memberikan ruang di sekitar hidung dan mulut. Bentuk tersebut dapat membuat sebagian pengguna merasa lebih leluasa saat berbicara atau menggunakannya dalam waktu lama.

KF94 bisa menjadi alternatif untuk mengurangi paparan partikel halus. Namun, seperti jenis masker lainnya, perlindungannya bergantung pada kualitas produk dan seberapa rapat masker menutup wajah.

Apakah Masker Bisa Membuat Napas Terasa Berat?

Masker dengan kemampuan filtrasi tinggi dapat menimbulkan hambatan aliran udara yang lebih terasa. Karena itu, sebagian orang merasakan napas lebih berat ketika memakai respirator seperti N95 dibandingkan masker kain atau masker bedah.

Menurut penjelasan Halodoc, pada orang sehat, penggunaan masker umumnya tidak menyebabkan penurunan oksigen atau penumpukan karbon dioksida hingga tingkat yang berbahaya dalam aktivitas normal. Meski demikian, rasa gerah, tidak nyaman, atau cepat lelah tetap bisa muncul pada sebagian pengguna.

Ketidaknyamanan dapat lebih terasa saat melakukan aktivitas fisik berat atau pada orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Jika mengalami sesak napas yang berat atau tidak biasa, segera hentikan aktivitas dan cari bantuan medis sesuai kebutuhan.

Tips Memilih Masker yang Tepat

Pemilihan masker sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan aktivitas. Untuk penggunaan sehari-hari dengan risiko paparan rendah, masker bedah dapat menjadi pilihan praktis. Sementara itu, ketika menghadapi polusi atau debu halus, respirator seperti N95, KN95, atau KF94 dapat memberikan perlindungan lebih baik jika memenuhi standar dan terpasang dengan benar.

Perhatikan juga beberapa hal berikut:
  1. Pastikan masker rapat: Masker harus menutupi hidung, mulut, dan dagu. Hindari celah besar di bagian samping.
  2. Pilih produk yang sesuai standar: Periksa informasi produsen dan standar filtrasi, terutama untuk respirator.
  3. Utamakan kenyamanan: Masker yang pas dan dapat digunakan secara konsisten lebih bermanfaat daripada masker yang terus-menerus dilepas karena tidak nyaman.
  4. Perhatikan kondisi masker: Ganti masker sekali pakai sesuai petunjuk atau ketika basah, kotor, maupun rusak.
  5. Kurangi paparan polusi: Saat kualitas udara memburuk, batasi aktivitas berat di luar ruangan jika memungkinkan.
Pada akhirnya, tidak ada satu jenis masker yang paling tepat untuk semua situasi. Masker kain lebih mudah digunakan berulang kali, masker bedah praktis untuk kebutuhan tertentu, sedangkan N95, KN95, dan KF94 dirancang untuk memberikan filtrasi partikel yang lebih tinggi.
Memilih masker sesuai kebutuhan, memastikan kerapatannya, dan menggunakannya dengan benar menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi paparan polusi udara.
(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>