Jakarta: Ledakan terjadi di salah satu bangunan di kawasan Mulyorejo, Surabaya Timur, Jawa Timur, Selasa pagi, 6 Oktober 2026. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB di kawasan pertokoan San Antonio Pakuwon City.
Warga Cium Bau Gas
Sebelum ledakan terjadi area Ruko San Antonio Pakuwon City, warga sekitar sempat mencium bau gas yang sangat menyengat. Kesaksian itu disampaikan oleh Ahmad berdasarkan keterangan dari istrinya. Menurut ceritanya, istrinya mencium gas setelah melewati sebuah restoran yang menjadi lokasi terjadinya ledakan.
"Memang istri saya tadi sempat beli kopi dulu, beli kopi terus lewat sini, kok bau gas ya, gitu, bau gas. Belum ada limat menit, terus tiba-tiba langsung ada ledakan kencang sekali. Duar! Gitu," kata Ahmad, dalam program Breaking News Metro TV.
Ahmad bersama istrinya langsung menyelamatkan diri. Efek ledakan tersebut membuat bangunan dari restoran itu terpental, bahkan beberapa serpihan bangunannya sampai mengenai mobilnya Ahmad.
"Mobil saya parkir di depan pecel itu, serpihan masih ada. Ada retakan juga di kaca," ungkapnya.
Ahmad menuturkan titik awal titik awal munculnya ledakan merupakan restoran yang menjual Nasi Tempong.
Baca Juga :
Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Kendaraan dan Bangunan Hancur
Ledakan Diduga Akibat Kebocoran Gas LPG 5 Kilo
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menyebutkan bahwa ledakan keras di kawasan pertokoan Ruko Pakuwon City, Surabaya, diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas LPG.
"Sementara yang kita ketahui itu adalah dari gas LPG, tabung gas LPG yang 5 kiloan itu, jadi itu yang penyebab kejadian sehingga ledakan bisa begitu agak lumayan besar," ujar Armuji dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa, 6 Oktober 2026.
Sementara itu petugas gabungan dari tim Inafis Polda Jawa Timur, Gegana, Pemadam Kebakaran Surabaya, dan BPBD terus melakukan identifikasi serta mengumpulkan barang bukti guna memastikan penyebab pasti ledakan di area Ruko San Antonio, Perumahan Pakuwon City, Surabaya.
Proses identifikasi dan pengumpulan alat bukti dipusatkan di sekitar Ruko Nasi Tempong yang diduga menjadi titik awal munculnya ledakan.
Jakarta:
Ledakan terjadi di salah satu bangunan di kawasan Mulyorejo, Surabaya Timur, Jawa Timur, Selasa pagi, 6 Oktober 2026. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB di kawasan pertokoan San Antonio Pakuwon City.
Warga Cium Bau Gas
Sebelum ledakan terjadi area Ruko San Antonio Pakuwon City, warga sekitar sempat mencium
bau gas yang sangat menyengat. Kesaksian itu disampaikan oleh Ahmad berdasarkan keterangan dari istrinya. Menurut ceritanya, istrinya mencium gas setelah melewati sebuah restoran yang menjadi lokasi terjadinya ledakan.
"Memang istri saya tadi sempat beli kopi dulu, beli kopi terus lewat sini, kok bau gas ya, gitu, bau gas. Belum ada limat menit, terus tiba-tiba langsung ada ledakan kencang sekali. Duar! Gitu," kata Ahmad, dalam program Breaking News Metro TV.
Ahmad bersama istrinya langsung menyelamatkan diri. Efek ledakan tersebut membuat bangunan dari restoran itu terpental, bahkan beberapa serpihan bangunannya sampai mengenai mobilnya Ahmad.
"Mobil saya parkir di depan pecel itu, serpihan masih ada. Ada retakan juga di kaca," ungkapnya.
Ahmad menuturkan titik awal titik awal munculnya ledakan merupakan restoran yang menjual Nasi Tempong.
Ledakan Diduga Akibat Kebocoran Gas LPG 5 Kilo
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menyebutkan bahwa ledakan keras di kawasan pertokoan Ruko Pakuwon City, Surabaya, diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas LPG.
"Sementara yang kita ketahui itu adalah dari gas LPG, tabung gas LPG yang 5 kiloan itu, jadi itu yang penyebab kejadian sehingga ledakan bisa begitu agak lumayan besar," ujar Armuji dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa, 6 Oktober 2026.
Sementara itu petugas gabungan dari tim Inafis Polda Jawa Timur, Gegana, Pemadam Kebakaran Surabaya, dan BPBD terus melakukan identifikasi serta mengumpulkan barang bukti guna memastikan penyebab pasti ledakan di area Ruko San Antonio, Perumahan Pakuwon City, Surabaya.
Proses identifikasi dan pengumpulan alat bukti dipusatkan di sekitar Ruko Nasi Tempong yang diduga menjadi titik awal munculnya ledakan.
(RUL)