Jakarta: Gempa megathrust menjadi salah satu ancaman gempa bumi yang perlu diwaspadai Indonesia karena berada di kawasan pertemuan sejumlah lempeng tektonik aktif.
Gempa megathrust sendiri merujuk pada gempa besar yang dapat terjadi di zona subduksi, ketika satu lempeng bumi menunjam ke bawah lempeng lainnya. Meski waktu terjadinya tidak dapat diprediksi, potensi gempa di zona tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana.
Berdasarkan data Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 yang dilansir pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) memetakan sejumlah sumber gempa, termasuk 14 segmen megathrust dalam pemodelannya.
Dari 14 segmen megathrust tersebut, 11 segmen megathrust berada di Indonesia dan tiga segmen lainnya ada di Filipina.
Baca Juga :
Antisipasi Gempa Megathrust, Warga Pandeglang Gelar Simulasi Bencana
14 Segmen Megathrust yang Dipetakan
Dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, segmen megathrust yang masuk pemodelan terdiri dari:
Aceh-Andaman dengan potensi magnitudo maksimum M9,2.
Nias-Simeulue dengan potensi magnitudo maksimum M8,7.
Batu dengan potensi magnitudo maksimum M7,8.
Mentawai-Siberut dengan potensi magnitudo maksimum M8,9
Mentawai-Pagai dengan potensi magnitudo maksimum M8,9.
Enggano dengan potensi magnitudo maksimum M8,9.
Jawa dengan potensi magnitudo maksimum M9,1.
Jawa Barat dengan potensi magnitudo maksimum M8,9.
Jawa Timur dengan potensi magnitudo maksimum M8,9.
Sumba dengan potensi magnitudo maksimum M8,9.
Sulawesi Utara dengan potensi magnitudo maksimum M8,5.
Palung Cotabato dengan potensi magnitudo maksimum M8,3.
Filipina Selatan dengan potensi magnitudo maksimum M8,2.
Filipina Tengah dengan potensi magnitudo maksimum M8,1.
Namun perlu diketahui bahwa keberadaan segmen megathrust bukan berarti gempa besar akan segera terjadi. Peta tersebut tidak digunakan untuk memprediksi kapan gempa terjadi, melainkan menjadi salah satu dasar untuk memahami potensi bahaya dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat maupun pembangunan infrastruktur.
Baca Juga :
BMKG Klarifikasi Penyataan Gempa Megathrust 'Tinggal Tunggu Waktu' Guncang Indonesia
Siap Emergency Bag Sebelum Gempa Megathrust
Gempa megathrust memang tidak bisa diprediksi, tapi kesiapan menghadapi bencana tersebut bisa direncanakan sekarang. Langkah awal perlindungan keluarga dimulai dari rumah, pastikan satu Tas Siaga Bencana (TSB) atau emergency bag selalu siap di area yang mudah dijangkau agar bisa langsung dibawa saat darurat.
Berikut kebutuhan yang wajib ada di emergency bag:
Air minum dan makanan tahan lama
Obat-obatan pribadi dan kotak P3K
Senter dan baterai cadangan
Power bank
Peluit untuk meminta pertolongan
Masker
Pakaian ganti dan selimut ringan
Dokumen penting yang sudah dilindungi dalam wadah kedap air
Uang tunai secukupnya
Perlengkapan kebersihan
Kebutuhan khusus bayi, lansia, atau anggota keluarga lainnya jika diperlukan
(Wisa Irena Br Sitepu)
Jakarta:
Gempa megathrust menjadi salah satu ancaman gempa bumi yang perlu diwaspadai Indonesia karena berada di kawasan pertemuan sejumlah lempeng tektonik aktif.
Gempa megathrust sendiri merujuk pada gempa besar yang dapat terjadi di zona subduksi, ketika satu lempeng bumi menunjam ke bawah lempeng lainnya. Meski waktu terjadinya tidak dapat diprediksi, potensi gempa di zona tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana.
Berdasarkan data
Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 yang dilansir pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) memetakan sejumlah sumber gempa, termasuk 14 segmen megathrust dalam pemodelannya.
Dari 14 segmen megathrust tersebut, 11 segmen megathrust berada di Indonesia dan tiga segmen lainnya ada di Filipina.
14 Segmen Megathrust yang Dipetakan
Dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, segmen megathrust yang masuk pemodelan terdiri dari:
Aceh-Andaman dengan potensi magnitudo maksimum M9,2.
Nias-Simeulue dengan potensi magnitudo maksimum M8,7.
Batu dengan potensi magnitudo maksimum M7,8.
Mentawai-Siberut dengan potensi magnitudo maksimum M8,9
Mentawai-Pagai dengan potensi magnitudo maksimum M8,9.
Enggano dengan potensi magnitudo maksimum M8,9.
Jawa dengan potensi magnitudo maksimum M9,1.
Jawa Barat dengan potensi magnitudo maksimum M8,9.
Jawa Timur dengan potensi magnitudo maksimum M8,9.
Sumba dengan potensi magnitudo maksimum M8,9.
Sulawesi Utara dengan potensi magnitudo maksimum M8,5.
Palung Cotabato dengan potensi magnitudo maksimum M8,3.
Filipina Selatan dengan potensi magnitudo maksimum M8,2.
Filipina Tengah dengan potensi magnitudo maksimum M8,1.
Namun perlu diketahui bahwa keberadaan segmen megathrust bukan berarti gempa besar akan segera terjadi. Peta tersebut tidak digunakan untuk memprediksi kapan gempa terjadi, melainkan menjadi salah satu dasar untuk memahami potensi bahaya dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat maupun pembangunan infrastruktur.
Siap Emergency Bag Sebelum Gempa Megathrust
Gempa megathrust memang tidak bisa diprediksi, tapi kesiapan menghadapi bencana tersebut bisa direncanakan sekarang. Langkah awal perlindungan keluarga dimulai dari rumah, pastikan satu Tas Siaga Bencana (TSB) atau emergency bag selalu siap di area yang mudah dijangkau agar bisa langsung dibawa saat darurat.
Berikut kebutuhan yang wajib ada di emergency bag:
- Air minum dan makanan tahan lama
- Obat-obatan pribadi dan kotak P3K
- Senter dan baterai cadangan
- Power bank
- Peluit untuk meminta pertolongan
- Masker
- Pakaian ganti dan selimut ringan
- Dokumen penting yang sudah dilindungi dalam wadah kedap air
- Uang tunai secukupnya
- Perlengkapan kebersihan
- Kebutuhan khusus bayi, lansia, atau anggota keluarga lainnya jika diperlukan
(Wisa Irena Br Sitepu)
(ANN)