Aksi anak-anak terdampak gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur yang mengungsi di samping gereja membantu membawa bantuan (Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)
Aksi anak-anak terdampak gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur yang mengungsi di samping gereja membantu membawa bantuan (Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)

Bahu-Membahu di Samping Gereja: Tawa Anak-Anak Sambut Bantuan Tanggap Darurat

Muhammad Syahrul Ramadhan • 26 Agustus 2026 09:11
Ringkasnya gini..
  • Tanpa diminta, dengan wajah berbinar mereka bergotong royong mengangkat kerdus-kerdus air mineral dari atas bak kendaraan.
  • Selain air mineral yang diturunkan penuh keceriaan oleh anak-anak, bantuan pangan berupa beras dan biskuit bernutrisi turut disiagakan.
Sikka: Suasana di pengungsian mandiri Wolomarang yang berdiri tepat di samping bangunan gereja Stasi Santo Paulu mendadak riuh oleh tawa anak-anak pengungsi. Saat armada logistik perlahan berhenti di depan tenda mereka langsung berebut mendekat.
 
Tanpa diminta, dengan wajah berbinar mereka bergotong royong mengangkat kerdus-kerdus air mineral dari atas bak kendaraan. Rasa lelah akibat mengungsi seolah menguap, berganti keriangan sederhana saat anak-anak itu bahu-membahu menata bantuan ke dalam posko.
 
Kedatangan pasokan bantuan pada Selasa, 25 Agustus 2026 itu menjadi penawar dahaga sekaligus penopang stamina bagi warga terdampak gempa M7,7 yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain air mineral yang diturunkan penuh keceriaan oleh anak-anak, bantuan pangan berupa beras dan biskuit bernutrisi turut disiagakan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari gerakan kepedulian BUMN di bawah naungan BP Danantara, di mana Bank Tabungan Negara (BTN) hadir di garda depan untuk merespons cepat kebutuhan darurat di lapangan.
 
Kehadiran dukungan logistik tersebut disambut hangat oleh pemerintah setempat. Lurah Wolomarang, Lusia Marice, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang mengalir bagi warganya.
 
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan beras, biskuit, dan air mineral ini. Kehadirannya amat krusial bagi warga kami saat ini," tutur Lurah Wolomarang. 

Lusia juga memastikan bahwa distribusi logistik akan dilakukan secara merata tanpa terkecuali. "Bantuan ini akan segera kami salurkan, tidak hanya untuk warga yang bertahan di posko utama samping gereja ini, tetapi juga menyasar mereka yang mengungsi secara mandiri di rumah-rumah kerabat."
 
Bahu-Membahu di Samping Gereja: Tawa Anak-Anak Sambut Bantuan Tanggap Darurat
(Kondisi tenda pengungsian yang berada di samping Gereja Stasi Santo Paulu Wolomarang. Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)
 
Salah satu warga terdampak Husna merasa bersyukur mendapatkan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari di pengungsian. Pasalnya akibat gempa ia dan suami tidak mendapatkan pemasukan.
 
"Alhamdulillah, terima kasih bantuannya," ucapnya.
 
Langkah penyaluran hingga ke titik-titik pengungsian mandiri memastikan setiap keluarga terdampak tetap tersapa bantuan. Di balik kerdus-kerdus air yang diangkat dengan penuh tawa oleh anak-anak di samping gereja, tersirat pesan kuat bahwa dalam kondisi tersulit sekalipun, solidaritas dan kebersamaan akan selalu menemukan cara untuk merawat harapan.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>