Ilustrasi pendaki (Foto: Freepik)
Ilustrasi pendaki (Foto: Freepik)

Pendaki Catat! 9 Taman Nasional Ini Tutup Jalur Pendakian Sementara

Muhammad Syahrul Ramadhan • 03 September 2026 18:44
Ringkasnya gini..
  • Sembilan taman nasional di Indonesia menutup sementara wisata pendakian karena tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan.
  • Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pendaki sekaligus membantu pemerintah memaksimalkan penanganan karhutla.
  • Sembilan taman nasional yang ditutup meliputi TN Bromo Tengger Semeru Tambora, Bukit Baka Bukit Raya, Gunung Gede Pangrango hingga Lorentz.
Jakarta: Buat kamu yang sedang merencanakan pendakian, ada sejumlah kawasan yang perlu masuk daftar pantauan. Pendakian di sembilan taman nasional ditutup sementara karena kawasan tersebut memiliki tingkat kerentanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tinggi.

Kebijakan tersebut diumumkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada 31 Agustus 2026. Penutupan dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi risiko keselamatan pendaki sekaligus membantu penanganan karhutla di sejumlah wilayah prioritas.

Lantas, taman nasional mana saja yang masuk dalam daftar?

9 Taman Nasional yang Ditutup

Berikut sembilan taman nasional yang untuk sementara menutup aktivitas pendakian:

1. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
2. Taman Nasional Kerinci Seblat
3. Taman Nasional Gunung Ciremai
4. Taman Nasional Tambora
5. Taman Nasional Manusela
6. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya
7. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
8. Taman Nasional Gunung Leuser
9. Taman Nasional Lorentz
Penutupan berlaku pada jalur pendakian di wilayah Ilaga, Tsinga, Sugapa, dan Ugimba.

Kenapa Pendakian Ditutup?

Menurut Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, penutupan dilakukan karena kebakaran di sejumlah taman nasional membuat penanganan karhutla menjadi lebih sulit.

Sejumlah helikopter water bombing yang semestinya dapat dimaksimalkan untuk menangani kebakaran di enam provinsi prioritas harus dikerahkan ke taman nasional yang mengalami kebakaran. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk membatasi aktivitas pendakian.

Selain membantu proses penanganan kebakaran, pembatasan juga dilakukan untuk menjaga keselamatan pendaki. Risiko kebakaran di kawasan hutan dapat membahayakan pengunjung yang berada di jalur pendakian.

Raja Juli menegaskan kebijakan tersebut bukan bertujuan membatasi keinginan masyarakat untuk mendaki. Langkah ini diambil karena kondisi di sejumlah kawasan memiliki risiko yang cukup tinggi.

Salah satu kejadian yang menjadi perhatian adalah kebakaran di kawasan Bromo Tengger Semeru yang sebelumnya membuat sekitar 170 pendaki terjebak.

Ada Taman Nasional yang Masih Dibuka Terbatas

Tidak semua kawasan pendakian ditutup sepenuhnya. Pemerintah masih memberlakukan pembukaan terbatas di beberapa kawasan dengan pengawasan lebih ketat dan pembatasan pada zona yang dianggap aman.

Kawasan tersebut meliputi Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasional Gunung Merbabu, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang (Argopuro), dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Bagi pendaki yang sudah memiliki rencana perjalanan, penting untuk mengecek informasi terbaru dari pengelola kawasan sebelum berangkat. Kondisi jalur dan status pembukaan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi karhutla.

Jadi, sebelum packing carrier dan perlengkapan mendaki, pastikan dulu kawasan tujuan masih menerima pendaki. Jangan sampai sudah tiba di lokasi, tetapi jalur ternyata sedang ditutup demi keselamatan.
(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>