Peluncuran Warung Pangan di Pasar Tebet Timur, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026. Foto: Medcom.id
Peluncuran Warung Pangan di Pasar Tebet Timur, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026. Foto: Medcom.id

ID Food Hadirkan Warung Pangan untuk Perkuat Distribusi dan Stabilkan Harga

Fatha Annisa • 20 Juli 2026 11:46
Ringkasnya gini..
  • ID FOOD meluncurkan program Warung Pangan untuk memperkuat distribusi pangan nasional dan memperluas kemitraan dengan pedagang pasar tradisional.
  • Pemerintah menilai program ini dapat menjadi instrumen stabilisasi harga.
  • Warung Pangan juga akan melengkapi peran KDKMP, dengan komitmen mitra menjual bahan pangan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Jakarta: PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD meluncurkan program Warung Pangan sebagai upaya memperkuat ekosistem distribusi pangan nasional sekaligus memperluas kemitraan dengan pedagang di pasar tradisional.
 
Peluncuran Warung Pangan turut dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq. Ia mengatakan Indonesia sebenarnya sudah memiliki jaringan pasar tradisional yang tersebar di 514 kabupaten dan kota. Namun, banyak pedagang yang masih mengalami kesulitan mendapatkan akses pasokan barang secara langsung.
 
Kondisi tersebut, menurut Hanif, membuat rantai distribusi menjadi panjang dan menyebabkan harga di tingkat konsumen meningkat. Ia menilai keberadaan jaringan Warung Pangan menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga tanpa harus mengandalkan operasi pasar berskala besar.
 
ID Food Hadirkan Warung Pangan untuk Perkuat Distribusi dan Stabilkan Harga
Peluncuran Warung Pangan yang dihadiri oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, beserta jajaran dan lembaga terkait di Pasar Tebet Timur, Jakarta. Foto: Medcom.id
 
 
Baca juga: Gandeng Badan Gizi Nasional, ID Food Siap Dukung Program Makan Sehat Bergizi

 
“Jadi dua agenda penting ID FOOD yang dimandatkan kepadanya yaitu menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan pangan, juga sebagai unit usaha di bidang perdagangan pangan,” ujar Hanif dalam acara peluncuran Warung Pangan di Pasar Tebet Timur, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
 
Ia menegaskan bahwa Warung Pangan tidak hanya menyediakan komoditas yang mendapat subsidi pemerintah, tetapi juga berbagai produk komersial yang berpotensi memengaruhi inflasi.
 
Lebih lanjut, Hanif menjelaskan pemerintah ingin memanfaatkan infrastruktur pasar tradisional yang sudah ada dibandingkan terus menggelar pasar murah setiap kali terjadi gejolak harga. Melalui Warung Pangan, intervensi harga dapat dilakukan langsung di tingkat pedagang sehingga lebih efektif menjangkau masyarakat.
 
 
Baca juga: ID FOOD Pamer Inisiatif Digital Bagi Petani dan UMKM Perempuan Sektor Pangan
 

Hadir Sebagai Pelengkap KDMP

ID Food Hadirkan Warung Pangan untuk Perkuat Distribusi dan Stabilkan Harga
Peluncuran program Warung Pangan. Foto: Medcom.id

Pemerintah mencatat terdapat sekitar 27 ribu Warung Pangan yang akan diintervensi sebagai salah satu instrumen stabilisasi harga. Program ini juga dirancang melengkapi keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), bukan menjadi pesaingnya.
 
Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, mengatakan KDKMP akan berfokus pada penyaluran barang-barang subsidi pemerintah, sedangkan ID FOOD mendapat mandat menjaga stabilisasi harga komoditas di luar barang-barang subsidi melalui jaringan Warung Pangan.
 
“Dengan adanya KDKMP kita berkolaborasi, kita bisa juga sebagai agregator untuk ada sumber-sumber di desa-desa tertentu yang sesuai dengan kondisinya sehingga kita bisa olah,” kata Ghimoyo.
 
Baca juga: ID Food Naikkan Konsumsi Protein Hewani ke Masyarakat

 
Ia menegaskan Warung Pangan jadi bagian dari strategi perusahaan untuk menggandeng pedagang sebagai mitra utama dalam menjaga stabilitas harga di pasar. Menurutnya, pedagang yang menjadi mitra Warung Pangan memiliki komitmen untuk menjual produk sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
 
"Karena yang menjadi mitra Warung Pangan itu punya komitmen dengan kita. Kita kasih harga minimum tapi dia harus menjual maksimum di harga HET. Misalnya ada terjadi gejolak tinggi, dia nggak boleh naikin karena dari kita harganya udah cukup murah," tutupnya.
 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>