Jakarta: Kebakaran kecil di rumah, mobil, atau tempat kerja sering kali berujung fatal karena kepanikan saat menghadapinya. Padahal, api masih bisa dipadamkan pada 3 menit pertama atau yang dikenal sebagai golden time. Tentu, asalkan alat pemadam tersedia dan digunakan dengan tepat.
Kebiasaan keliru seperti menyiram air ke sumber api akibat korsleting listrik atau ke wajan berisi minyak panas justru bisa membuat api meledak dan membesar. Karena itu, memiliki APAR Dry Powder (Alat Pemadam Api Ringan) menjadi keharusan, tetapi mengetahui jenis dan cara pakainya yang tepat sama pentingnya untuk keselamatan.
Jangan Asal Semprot! Pahami 3 Kelas Kebakaran
Sebelum bicara soal jenis APAR, penting mengenali dulu kelas kebakaran yang dihadapi karena tidak semua APAR aman dipakai untuk setiap sumber api. Berikut tiga kelas kebakaran yang perlu Anda kenali.
Kelas A: Benda Padat
Kebakaran Kelas A berasal dari benda padat mudah terbakar seperti kayu, kertas, kain, dan plastik. Sisa pembakaran dari kebakaran kelas A umumnya meninggalkan abu, sehingga APAR berbahan dasar air atau busa cukup efektif untuk mendinginkan sekaligus memadamkannya.
Kelas B: Cairan Mudah Terbakar
Kelas B dipicu oleh cairan atau gas mudah terbakar seperti bensin, minyak, dan solvent. Api jenis ini tidak boleh dipadamkan dengan air, karena cairan yang lebih ringan justru akan mengapung di atas air dan menyebarkan api lebih luas.
Kelas C: Elektrikal
Kelas C terjadi pada peralatan yang masih teraliri listrik, seperti panel listrik atau korsleting kabel. Media pemadam yang bersifat konduktif seperti air wajib dihindari pada kelas ini karena berisiko menyebabkan sengatan listrik pada orang yang memadamkannya.
Baca Juga :
Rekomendasi Memilih APAR untuk Mobil
4 Jenis APAR Berdasarkan Isinya, Mana yang Anda Butuhkan?
Setelah mengenali kelas kebakaran, langkah berikutnya adalah memilih jenis APAR yang isinya sesuai dengan sumber api tersebut. Berikut empat jenis APAR yang umum ditemukan di pasaran.
1. APAR Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder)
APAR Dry Powder bekerja dengan melapisi sumber api menggunakan serbuk kimia kering. Lapisan tersebut kemudian memutus suplai oksigen ke titik pembakaran.
Jenis ini tergolong serbaguna. Hal ini karena umumnya APAR Dry Powder bisa dipakai untuk kebakaran Kelas A, B, dan C, menjadikannya pilihan umum untuk rumah maupun kendaraan.
2. APAR Karbon Dioksida (CO2)
APAR CO2 memadamkan api dengan menghilangkan kadar oksigen di sekitar sumber api tanpa meninggalkan residu basah atau serbuk. Karakteristik tanpa residu ini membuatnya lebih cocok dipakai pada kebakaran elektrikal atau di ruangan berisi peralatan sensitif.
3. APAR Busa (Foam/AFFF)
APAR Busa membentuk lapisan penutup di atas permukaan cairan yang terbakar, sehingga efektif untuk kebakaran Kelas A dan B.
4. APAR Air (Water/Liquid)
APAR Air bekerja dengan cara mendinginkan sumber api dan hanya direkomendasikan untuk kebakaran Kelas A. Sifat air yang konduktif terhadap listrik membuatnya tidak cocok dipakai pada cairan mudah terbakar maupun sumber api elektrikal.
Kapan APAR Kedaluwarsa? Ini Cara Mengeceknya
Jenis APAR yang tepat perlu dilengkapi dengan tabung yang masih layak pakai sebab tabung kedaluwarsa justru bisa gagal berfungsi saat dibutuhkan. Tabung APAR punya batas waktu kedaluwarsa yang umumnya berkisar 1 hingga 5 tahun tergantung jenis isi di dalamnya, sehingga pengecekan berkala diperlukan agar tekanan gas pendorong tetap siap pakai saat keadaan darurat terjadi.
Indikator jarum pada pressure gauge menjadi cara termudah untuk mengecek kondisi tabung. Berikut arti posisi jarumnya:
- Jarum di area hijau: tekanan gas masih bagus dan siap pakai.
- Jarum di area merah sisi kiri: tekanan sudah habis atau bocor.
- Jarum di area merah sisi kanan: tekanan berlebih yang berisiko membuat tabung meledak.
Beli APAR Jangan yang "Abal-Abal", Nyawa Taruhannya
Memahami jenis dan kondisi APAR akan sia-sia jika unit yang dibeli ternyata bukan produk asli dengan performa yang bisa diandalkan. Banyak beredar APAR palsu atau hasil refill isi ulang tidak resmi di pasaran daring yang isinya hanya berupa serbuk kapur biasa, dan risiko dari produk semacam ini baru terlihat saat kondisi darurat, yaitu alat macet atau tidak berfungsi ketika dibutuhkan.
Untuk menjamin keamanan rumah, kendaraan, hingga gedung pabrik Anda, pastikan berbelanja di distributor resmi seperti MonotaRO Indonesia, eCommerce B2B yang menyediakan alat K3 (Kesehatan & Keselamatan Kerja) original. Platform ini menyediakan berbagai merek APAR ternama seperti Servvo, Gunnebo, Alpindo, dan Yamato dengan sertifikasi resmi, mulai dari ukuran 1 kg untuk di mobil atau dapur hingga tabung besar beroda untuk kebutuhan pabrik.
Jakarta: Kebakaran kecil di rumah, mobil, atau tempat kerja sering kali berujung fatal karena kepanikan saat menghadapinya. Padahal, api masih bisa dipadamkan pada 3 menit pertama atau yang dikenal sebagai golden time. Tentu, asalkan alat pemadam tersedia dan digunakan dengan tepat.
Kebiasaan keliru seperti menyiram air ke sumber api akibat korsleting listrik atau ke wajan berisi minyak panas justru bisa membuat api meledak dan membesar. Karena itu, memiliki
APAR Dry Powder (Alat Pemadam Api Ringan) menjadi keharusan, tetapi mengetahui jenis dan cara pakainya yang tepat sama pentingnya untuk keselamatan.
Jangan Asal Semprot! Pahami 3 Kelas Kebakaran
Sebelum bicara soal jenis APAR, penting mengenali dulu kelas kebakaran yang dihadapi karena tidak semua APAR aman dipakai untuk setiap sumber api. Berikut tiga kelas kebakaran yang perlu Anda kenali.
Kelas A: Benda Padat
Kebakaran Kelas A berasal dari benda padat mudah terbakar seperti kayu, kertas, kain, dan plastik. Sisa pembakaran dari kebakaran kelas A umumnya meninggalkan abu, sehingga APAR berbahan dasar air atau busa cukup efektif untuk mendinginkan sekaligus memadamkannya.
Kelas B: Cairan Mudah Terbakar
Kelas B dipicu oleh cairan atau gas mudah terbakar seperti bensin, minyak, dan solvent. Api jenis ini tidak boleh dipadamkan dengan air, karena cairan yang lebih ringan justru akan mengapung di atas air dan menyebarkan api lebih luas.
Kelas C: Elektrikal
Kelas C terjadi pada peralatan yang masih teraliri listrik, seperti panel listrik atau korsleting kabel. Media pemadam yang bersifat konduktif seperti air wajib dihindari pada kelas ini karena berisiko menyebabkan sengatan listrik pada orang yang memadamkannya.
4 Jenis APAR Berdasarkan Isinya, Mana yang Anda Butuhkan?
Setelah mengenali kelas kebakaran, langkah berikutnya adalah memilih jenis APAR yang isinya sesuai dengan sumber api tersebut. Berikut empat jenis APAR yang umum ditemukan di pasaran.
1. APAR Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder)
APAR Dry Powder bekerja dengan melapisi sumber api menggunakan serbuk kimia kering. Lapisan tersebut kemudian memutus suplai oksigen ke titik pembakaran.
Jenis ini tergolong serbaguna. Hal ini karena umumnya APAR Dry Powder bisa dipakai untuk kebakaran Kelas A, B, dan C, menjadikannya pilihan umum untuk rumah maupun kendaraan.
2. APAR Karbon Dioksida (CO2)
APAR CO2 memadamkan api dengan menghilangkan kadar oksigen di sekitar sumber api tanpa meninggalkan residu basah atau serbuk. Karakteristik tanpa residu ini membuatnya lebih cocok dipakai pada kebakaran elektrikal atau di ruangan berisi peralatan sensitif.
3. APAR Busa (Foam/AFFF)
APAR Busa membentuk lapisan penutup di atas permukaan cairan yang terbakar, sehingga efektif untuk kebakaran Kelas A dan B.
4. APAR Air (Water/Liquid)
APAR Air bekerja dengan cara mendinginkan sumber api dan hanya direkomendasikan untuk kebakaran Kelas A. Sifat air yang konduktif terhadap listrik membuatnya tidak cocok dipakai pada cairan mudah terbakar maupun sumber api elektrikal.
Kapan APAR Kedaluwarsa? Ini Cara Mengeceknya
Jenis APAR yang tepat perlu dilengkapi dengan tabung yang masih layak pakai sebab tabung kedaluwarsa justru bisa gagal berfungsi saat dibutuhkan. Tabung APAR punya batas waktu kedaluwarsa yang umumnya berkisar 1 hingga 5 tahun tergantung jenis isi di dalamnya, sehingga pengecekan berkala diperlukan agar tekanan gas pendorong tetap siap pakai saat keadaan darurat terjadi.
Indikator jarum pada pressure gauge menjadi cara termudah untuk mengecek kondisi tabung. Berikut arti posisi jarumnya:
- Jarum di area hijau: tekanan gas masih bagus dan siap pakai.
- Jarum di area merah sisi kiri: tekanan sudah habis atau bocor.
- Jarum di area merah sisi kanan: tekanan berlebih yang berisiko membuat tabung meledak.
Beli APAR Jangan yang "Abal-Abal", Nyawa Taruhannya
Memahami jenis dan kondisi APAR akan sia-sia jika unit yang dibeli ternyata bukan produk asli dengan performa yang bisa diandalkan. Banyak beredar APAR palsu atau hasil refill isi ulang tidak resmi di pasaran daring yang isinya hanya berupa serbuk kapur biasa, dan risiko dari produk semacam ini baru terlihat saat kondisi darurat, yaitu alat macet atau tidak berfungsi ketika dibutuhkan.
Untuk menjamin keamanan rumah, kendaraan, hingga gedung pabrik Anda, pastikan berbelanja di distributor resmi seperti MonotaRO Indonesia, eCommerce B2B yang menyediakan
alat K3 (Kesehatan & Keselamatan Kerja) original. Platform ini menyediakan berbagai merek APAR ternama seperti Servvo, Gunnebo, Alpindo, dan Yamato dengan sertifikasi resmi, mulai dari ukuran 1 kg untuk di mobil atau dapur hingga tabung besar beroda untuk kebutuhan pabrik.
(PRI)