Ilustrasi. (shutterstock)
Ilustrasi. (shutterstock)

Sederet Amalan Rebo Wekasan: Perbanyak Zikir hingga Doa

Adri Prima • 12 Agustus 2026 16:10
Ringkasnya gini..
  • Rabu Wekasan tidak disebut sebagai hari sial dalam Islam dan tidak memiliki ibadah khusus yang disyariatkan.
  • Momentum Rabu Wekasan dapat diisi dengan salat sunah, zikir, istigfar, dan membaca Al-Qur'an.
  • Umat Islam juga dapat memperbanyak sedekah dan doa untuk memohon keberkahan serta perlindungan dari Allah SWT.
Jakarta: Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan yang jatuh pada Rabu terakhir bulan Safar kerap dikaitkan dengan berbagai mitos di tengah masyarakat. Salah satunya anggapan bahwa hari tersebut menjadi waktu turunnya kesialan atau musibah.
 
Rabu Wekasan tahun ini bertepatan dengan Rabu, 12 Agustus 2026. Namun, dalam ajaran Islam, tidak ada waktu tertentu, baik hari maupun bulan, yang secara khusus membawa kesialan.
 
Sejumlah lembaga keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga menegaskan tidak terdapat hadis sahih yang menyebut Rabu terakhir bulan Safar sebagai hari sial.

Karena itu, umat Islam tidak perlu menyikapi Rabu Wekasan dengan rasa takut atau meyakini adanya hari tertentu yang membawa kesialan. Momentum tersebut justru dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah dan melakukan introspeksi diri. Tidak ada ibadah khusus yang disyariatkan untuk Rabu Wekasan. Namun, sejumlah amalan umum tetap dapat dilakukan sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berikut lima amalan yang dapat dilakukan:
 

1. Memperbanyak salat sunah


Umat Islam dapat mengisi Rabu Wekasan dengan melaksanakan salat sunah mutlak maupun salat hajat. Ibadah tersebut dapat menjadi sarana untuk memohon ketenangan dan perlindungan kepada Allah SWT.
 
Namun, salat tersebut tidak perlu dikaitkan sebagai ibadah khusus Rabu Wekasan. Niatnya tetap sebagai salat sunah mutlak atau salat hajat.
 

2. Memperbanyak zikir dan istigfar


Rabu Wekasan juga dapat menjadi momentum untuk melakukan muhasabah. Umat Islam dapat memperbanyak zikir, seperti tasbih, tahmid, dan takbir.
 
Selain itu, memperbanyak istigfar dapat dilakukan untuk memohon ampunan atas kesalahan dan dosa. Amalan tersebut diharapkan dapat membuat hati lebih tenang sekaligus meningkatkan ketakwaan.
 

3. Membaca Al-Qur'an


Membaca dan memahami kandungan Al-Qur'an menjadi amalan lain yang dapat dilakukan. Umat Islam dapat membaca surah apa pun sesuai kemampuan dan kebiasaan masing-masing.
 
Sebagian masyarakat memilih membaca Surah Yasin. Hal tersebut diperbolehkan dan bernilai ibadah selama tidak diyakini sebagai kewajiban atau amalan khusus yang ditetapkan untuk Rabu Wekasan.
 

4. Bersedekah


Bersedekah juga dapat menjadi pilihan untuk mengisi momentum Rabu Wekasan. Berbagi kepada orang yang membutuhkan, membantu tetangga, menyantuni anak yatim, atau memberikan bantuan kepada fakir miskin merupakan bentuk kepedulian sosial.
 
Sedekah juga menjadi salah satu bentuk ikhtiar seorang Muslim dalam memohon keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.
 

5. Memperbanyak doa


Umat Islam dapat memperbanyak doa untuk memohon kesehatan, keselamatan, keberkahan rezeki, serta perlindungan dari berbagai marabahaya.
 
Salah satu doa yang dapat diamalkan ialah: Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaaban naar.
 
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
 
Dengan demikian, Rabu Wekasan tidak perlu dipandang sebagai waktu yang membawa kesialan. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat keimanan melalui ibadah, muhasabah, sedekah, dan doa.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>