Sampit: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah Kalimantan telah memasuki bulan kedua. Berbagai cara dilakukan pemerintah dan pihak swasta untuk memadamkan api yang berkobar.
Musim Mas Kerahkan 16 Damkar ke 13 Desa
Salah satu pihak swasta yang paling gencar dalam melakukan pemadaman karhutla di area Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat adalah Grup Musim Mas. Sebagai bentuk komitmen mereka, pihak Musim Mas telah menerjunkan seribu personil damkar dan 16 mobil damkar untuk memadamkan api.
"Musim Mas memiliki komitmen untuk melakukan pencegahan dan penanganan karhutla. Saat ini kami sedang melakukan upaya penanganan karhutla di wilayah Kalimantan," ujar Manajer Survey sekaligus Koordinator Lapangan Penanganan Karhutla Musim Mas, Bangun Hapsoro ketika ditemui Medcom.id.
Manajer Survey sekaligus Koordinator Lapangan Penanganan Karhutla Musim Mas, Bangun Hapsoro (Medcom.id/Lino)
Bangun juga memaparkan bahwa pihak Musim Mas telah menerjunkan seribu personil damkar dan 16 mobil damkar untuk membantu menangani karhutla di 13 desa di Kalimantan Tengah. Selain desa Kenyala, Musim Mas juga membantu penanganan karhutla di desa Sebabi, Tanah Putih, Hanjalipan, Tangar, Baampah, Penyang, Camba, Soren, Bagendang Tengah, Natai Baru, Palangan, dan Kandan.
"Saat ini kami memiliki tim yang tersebar di beberapa daerah di Kalimantan untuk memadamkan api yang sangat masif dan juga melakukan water bombing. Kita menggunakan helikopter untuk menyiram dan memutus penyebaran api," jelasnya.
2 Bulan Penuh Bertempur dengan Karhutla
Selain melakukan water bombing, pihak Musim Mas juga menggunakan metode sekat bakar. Eskavator yang disediakan Musim Mas akan menggali lubang untuk memisahkan area yang terbakar agar api tidak menjalar.
Meski telah berusaha maksimal, Bangun mengakui banyak kendala dalam penanganan karhutla. Di antaranya adalah lokasi yang terpencil, sumber air yang jauh, hingga pembagian tim damkar lantaran titik api yang bisa muncul di dua tempat berbeda secara langsung.
Salah satu personil Musim Mas yang terjun langsung memadamkan karhutla di deda Kenyala adalah Suparman. Asisten Kepala Training Center Musim Mas sekaligus anggota regu pemadam kebakaran Musim Mas itu sudah dua bulan tanpa henti memadamkan api.
Asisten Kepala Training Center dan anggota regu pemadam kebakaran Musim Mas, Suparman (Medcom.id/Lino)
Bagi Suparman, libur bukan hal terpenting di tengah karhutla yang melahap sebagian Kalomantan, baginya yang terpenting adalah memadamkan api secepat mungkin agar dirinya dan warga sekitar bisa kembali menghirup udara segar. Meski ada beberapa kendala yang menghalangi, baginya itu tak menjadi soal.
"Ada sekitar 40-50 orang personil untuk memadamkan api di desa Kenyala. Kita terjunkan damkar dan water bombing, serta menyiapkan ember untuk di sekitar memadamkan api kecil, tapi kendala kita adalah air untuk memadamkan api tidak banyak untuk memadamkan api di sini," jelas Suparman.
Kemudian ada pula pilot helikopter yang melakukan water bombing di Kalimantan, Kapten Samsul Sabirin. Kapten Sam, begitu biasa ia dipanggil, telah menghabiskan dua bulan di area konsesi Musim Mas demi memadamkan karhutla.
Mantan anggota Angkatan Udara itu mengaku meninggalkan kediamannya di Medan demi fokus mengerjakan tugasnya memadamkan karhutla. Ini juga bukan pertama kalinya Kapten Sam menangani karhutla, ia telah berperan aktif menangani karhutla bersama Musim Mas sejak 2019.
"Untuk bisa mengangkut bambi bucket, kami harus mengorbankan bahan bakar sehingga kami tidak bisa terbang lama. Yang menjadi kendala adalah jauhnya sumber air sehingga waktu tempuh menjadi lama," ungkap Kapten Sam.
Apresiasi BPBD untuk Musim Mas
Plh BPBD Kotawaringin Timur, Rihel Magat, turut mengapresiasi bantuan dari Musim Mas. Selain memberi alat pemadam kebarakan untuk desa-desa di sekitar konsesi, Musim Mas juga menyediakan unit damkar, tangki air, serta selang yang dibutuhkan untuk menghadapi karhutla.
"Teman-teman Musim Mas bergerak aktif memberi bantuan kepada masyarakat. Peralatan pemadam yang dibantu Musim Mas kepada desa-desa membuat penanganan di luar kota terbantu," tutur Rihel.
Pemadaman Karhutla di Desa Kenyala, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Medcom.id/Lino)
"BPBD pun mendapat lima alat pemadam dari Musim Mas. Kami juga meminta selang karena kekurangan dan Musim Mas juga membantu itu," urainya.
"Musim Mas banyak berperan di desa-desa termasuk mendirikan posko kesehatan. Kami berterima kasih sekali sama teman-teman di Musim Mas ini," ulasnya.
Sampit: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah Kalimantan telah memasuki bulan kedua. Berbagai cara dilakukan pemerintah dan pihak swasta untuk memadamkan api yang berkobar.
Musim Mas Kerahkan 16 Damkar ke 13 Desa
Salah satu pihak swasta yang paling gencar dalam melakukan pemadaman karhutla di area Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat adalah Grup Musim Mas. Sebagai bentuk komitmen mereka, pihak Musim Mas telah menerjunkan seribu personil damkar dan 16 mobil damkar untuk memadamkan api.
"Musim Mas memiliki komitmen untuk melakukan pencegahan dan penanganan karhutla. Saat ini kami sedang melakukan upaya penanganan karhutla di wilayah Kalimantan," ujar Manajer Survey sekaligus Koordinator Lapangan Penanganan Karhutla Musim Mas, Bangun Hapsoro ketika ditemui
Medcom.id.
Manajer Survey sekaligus Koordinator Lapangan Penanganan Karhutla Musim Mas, Bangun Hapsoro (Medcom.id/Lino)
Bangun juga memaparkan bahwa pihak Musim Mas telah menerjunkan seribu personil damkar dan 16 mobil damkar untuk membantu menangani karhutla di 13 desa di Kalimantan Tengah. Selain desa Kenyala, Musim Mas juga membantu penanganan karhutla di desa Sebabi, Tanah Putih, Hanjalipan, Tangar, Baampah, Penyang, Camba, Soren, Bagendang Tengah, Natai Baru, Palangan, dan Kandan.
"Saat ini kami memiliki tim yang tersebar di beberapa daerah di Kalimantan untuk memadamkan api yang sangat masif dan juga melakukan water bombing. Kita menggunakan helikopter untuk menyiram dan memutus penyebaran api," jelasnya.
2 Bulan Penuh Bertempur dengan Karhutla
Selain melakukan water bombing, pihak Musim Mas juga menggunakan metode sekat bakar. Eskavator yang disediakan Musim Mas akan menggali lubang untuk memisahkan area yang terbakar agar api tidak menjalar.
Meski telah berusaha maksimal, Bangun mengakui banyak kendala dalam penanganan karhutla. Di antaranya adalah lokasi yang terpencil, sumber air yang jauh, hingga pembagian tim damkar lantaran titik api yang bisa muncul di dua tempat berbeda secara langsung.
Salah satu personil Musim Mas yang terjun langsung memadamkan karhutla di deda Kenyala adalah Suparman. Asisten Kepala Training Center Musim Mas sekaligus anggota regu pemadam kebakaran Musim Mas itu sudah dua bulan tanpa henti memadamkan api.
Asisten Kepala Training Center dan anggota regu pemadam kebakaran Musim Mas, Suparman (Medcom.id/Lino)
Bagi Suparman, libur bukan hal terpenting di tengah karhutla yang melahap sebagian Kalomantan, baginya yang terpenting adalah memadamkan api secepat mungkin agar dirinya dan warga sekitar bisa kembali menghirup udara segar. Meski ada beberapa kendala yang menghalangi, baginya itu tak menjadi soal.
"Ada sekitar 40-50 orang personil untuk memadamkan api di desa Kenyala. Kita terjunkan damkar dan water bombing, serta menyiapkan ember untuk di sekitar memadamkan api kecil, tapi kendala kita adalah air untuk memadamkan api tidak banyak untuk memadamkan api di sini," jelas Suparman.
Kemudian ada pula pilot helikopter yang melakukan water bombing di Kalimantan, Kapten Samsul Sabirin. Kapten Sam, begitu biasa ia dipanggil, telah menghabiskan dua bulan di area konsesi Musim Mas demi memadamkan karhutla.
Mantan anggota Angkatan Udara itu mengaku meninggalkan kediamannya di Medan demi fokus mengerjakan tugasnya memadamkan karhutla. Ini juga bukan pertama kalinya Kapten Sam menangani karhutla, ia telah berperan aktif menangani karhutla bersama Musim Mas sejak 2019.
"Untuk bisa mengangkut bambi bucket, kami harus mengorbankan bahan bakar sehingga kami tidak bisa terbang lama. Yang menjadi kendala adalah jauhnya sumber air sehingga waktu tempuh menjadi lama," ungkap Kapten Sam.
Apresiasi BPBD untuk Musim Mas
Plh BPBD Kotawaringin Timur, Rihel Magat, turut mengapresiasi bantuan dari Musim Mas. Selain memberi alat pemadam kebarakan untuk desa-desa di sekitar konsesi, Musim Mas juga menyediakan unit damkar, tangki air, serta selang yang dibutuhkan untuk menghadapi karhutla.
"Teman-teman Musim Mas bergerak aktif memberi bantuan kepada masyarakat. Peralatan pemadam yang dibantu Musim Mas kepada desa-desa membuat penanganan di luar kota terbantu," tutur Rihel.
Pemadaman Karhutla di Desa Kenyala, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Medcom.id/Lino)
"BPBD pun mendapat lima alat pemadam dari Musim Mas. Kami juga meminta selang karena kekurangan dan Musim Mas juga membantu itu," urainya.
"Musim Mas banyak berperan di desa-desa termasuk mendirikan posko kesehatan. Kami berterima kasih sekali sama teman-teman di Musim Mas ini," ulasnya.
(ASM)