Jakarta: Buat anak muda Indonesia yang sebentar lagi masuk dunia kerja, persaingan ternyata tidak lagi hanya terjadi dengan sesama pencari kerja di dalam negeri. Presiden Prabowo Subianto melihat peluang yang lebih luas karena sejumlah negara seperti Jepang, Korea, hingga negara-negara Eropa disebut tengah membutuhkan tenaga kerja.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR 2026, Jumat, 14 Agustus 2026. Menurutnya, peluang tersebut perlu disiapkan sejak anak-anak masih berada di bangku sekolah, salah satunya melalui pendidikan yang lebih baik, pemanfaatan teknologi, dan penguasaan bahasa asing.
“Kemampuan berbahasa penting, agar anak-anak kita punya kemampuan bekerja di mancanegara dan bekerja di Indonesia menghadapi warga negara asing. Mengejar kehidupan yang baik, gaji cukup, dapat mengirim devisa dan bantu keluarganya di Indonesia. Banyak negara sekarang sangat kekurangan tenaga kerja. Jepang, Korea, Eropa, membutuhkan tenaga kerja kita,” jelas Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR 2026, Jumat, 14 Agustus 2026.
Pendidikan Jadi Fondasi, Perbaikan Sekolah Digenjot
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemberian makanan bergizi saja belum cukup untuk membentuk generasi masa depan Indonesia. Setelah memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi, pemerintah juga perlu memperkuat pendidikan agar mereka memiliki bekal untuk berkembang dan bersaing.
“Namun memberikan makanan bergizi saja kita sadar tidak cukup. Anak-ank kita harus memperoleh pendidikan yang baik,” ujarnya.
Karena itu, Presiden Prabowo menyebut pemerintah menjalankan program perbaikan sekolah dalam skala besar. Ia mengatakan sebanyak 16.167 sekolah telah diperbaiki pada tahun sebelumnya, sedangkan pada 2026 pemerintah menargetkan perbaikan 71.744 sekolah, termasuk sekolah di Miangas, Sabang, Merauke, dan berbagai wilayah Indonesia lainnya.
Layar Pintar Bakal Masuk ke Ruang Kelas
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan teknologi pembelajaran melalui pembagian layar pintar interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di Indonesia.
Prabowo mengatakan pada tahun sebelumnya setiap sekolah telah mendapatkan satu layar, sementara tahun ini akan ditambahkan tiga layar lagi. Dengan begitu, setiap sekolah nantinya ditargetkan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi layar pintar interaktif untuk mendukung proses pembelajaran.
“Dengan layar-layar ini kita hadirkan guru-guru terbaik, untuk mengajar sains, matematika, teknologi dan juga para native speakers, untuk belajar bahasa asing,” ujar Prabowo.
Bahasa Asing Jadi Bekal Anak Indonesia
Di antara berbagai kemampuan yang ingin diperkuat, Presiden Prabowo secara khusus menyoroti penguasaan bahasa asing. Menurutnya, kemampuan berbahasa penting agar anak-anak Indonesia memiliki kesempatan bekerja baik di dalam negeri maupun ketika berhadapan dengan dunia kerja internasional.
“Anak-anak Indonesia harus menguasai bahasa asing dari kecil,” tegas Prabowo.
Menurut Presiden Prabowo, kemampuan bahasa asing dapat membuka akses yang lebih luas bagi tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di mancanegara.
Jepang, Korea hingga Eropa Disebut Butuh Tenaga Kerja Indonesia
Presiden Prabowo kemudian mengungkap peluang yang menurutnya bisa dimanfaatkan tenaga kerja Indonesia di tengah kebutuhan pekerja di sejumlah negara. Ia menyebut Jepang, Korea, dan negara-negara Eropa sebagai kawasan yang membutuhkan tenaga kerja Indonesia untuk berbagai jenis pekerjaan.
“Banyak negara sekarang sangat kekurangan tenaga kerja. Jepang, Korea, Eropa, membutuhkan tenaga kerja kita,” kata Prabowo.
Ia menyebut sejumlah profesi yang dapat diisi tenaga kerja Indonesia, mulai dari perawat, operator alat-alat, hingga sopir bus. Presiden Prabowo mengatakan pekerja Indonesia berpeluang memperoleh upah belasan bahkan puluhan juta rupiah per bulan, sekaligus mengirim devisa dan membantu perekonomian keluarga di Tanah Air.
Pernyataan tersebut membuat arah pendidikan yang disampaikan Prabowo menjadi lebih luas. Sekolah tidak hanya dituntut mencetak anak dengan nilai akademik yang baik, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang bisa digunakan dalam persaingan kerja lintas negara. (Wisa Irena Br Sitepu)
Jakarta: Buat anak muda Indonesia yang sebentar lagi masuk dunia kerja, persaingan ternyata tidak lagi hanya terjadi dengan sesama pencari kerja di dalam negeri. Presiden Prabowo Subianto melihat peluang yang lebih luas karena sejumlah negara seperti Jepang, Korea, hingga negara-negara Eropa disebut tengah membutuhkan tenaga kerja.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada
Sidang Tahunan MPR 2026, Jumat, 14 Agustus 2026. Menurutnya, peluang tersebut perlu disiapkan sejak anak-anak masih berada di bangku sekolah, salah satunya melalui pendidikan yang lebih baik, pemanfaatan teknologi, dan penguasaan bahasa asing.
“Kemampuan berbahasa penting, agar anak-anak kita punya kemampuan bekerja di mancanegara dan bekerja di Indonesia menghadapi warga negara asing. Mengejar kehidupan yang baik, gaji cukup, dapat mengirim devisa dan bantu keluarganya di Indonesia. Banyak negara sekarang sangat kekurangan tenaga kerja. Jepang, Korea, Eropa, membutuhkan tenaga kerja kita,” jelas Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR 2026, Jumat, 14 Agustus 2026.
Pendidikan Jadi Fondasi, Perbaikan Sekolah Digenjot
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemberian makanan bergizi saja belum cukup untuk membentuk generasi masa depan Indonesia. Setelah memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi, pemerintah juga perlu memperkuat pendidikan agar mereka memiliki bekal untuk berkembang dan bersaing.
“Namun memberikan makanan bergizi saja kita sadar tidak cukup. Anak-ank kita harus memperoleh pendidikan yang baik,” ujarnya.
Karena itu, Presiden Prabowo menyebut pemerintah menjalankan program perbaikan sekolah dalam skala besar. Ia mengatakan sebanyak 16.167 sekolah telah diperbaiki pada tahun sebelumnya, sedangkan pada 2026 pemerintah menargetkan perbaikan 71.744 sekolah, termasuk sekolah di Miangas, Sabang, Merauke, dan berbagai wilayah Indonesia lainnya.
Layar Pintar Bakal Masuk ke Ruang Kelas
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan teknologi pembelajaran melalui pembagian layar pintar interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di Indonesia.
Prabowo mengatakan pada tahun sebelumnya setiap sekolah telah mendapatkan satu layar, sementara tahun ini akan ditambahkan tiga layar lagi. Dengan begitu, setiap sekolah nantinya ditargetkan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi layar pintar interaktif untuk mendukung proses pembelajaran.
“Dengan layar-layar ini kita hadirkan guru-guru terbaik, untuk mengajar sains, matematika, teknologi dan juga para native speakers, untuk belajar bahasa asing,” ujar Prabowo.
Bahasa Asing Jadi Bekal Anak Indonesia
Di antara berbagai kemampuan yang ingin diperkuat, Presiden Prabowo secara khusus menyoroti penguasaan bahasa asing. Menurutnya, kemampuan berbahasa penting agar anak-anak Indonesia memiliki kesempatan bekerja baik di dalam negeri maupun ketika berhadapan dengan dunia kerja internasional.
“Anak-anak Indonesia harus menguasai bahasa asing dari kecil,” tegas Prabowo.
Menurut Presiden Prabowo, kemampuan bahasa asing dapat membuka akses yang lebih luas bagi tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di mancanegara.
Jepang, Korea hingga Eropa Disebut Butuh Tenaga Kerja Indonesia
Presiden Prabowo kemudian mengungkap peluang yang menurutnya bisa dimanfaatkan tenaga kerja Indonesia di tengah kebutuhan pekerja di sejumlah negara. Ia menyebut Jepang, Korea, dan negara-negara Eropa sebagai kawasan yang membutuhkan tenaga kerja Indonesia untuk berbagai jenis pekerjaan.
“Banyak negara sekarang sangat kekurangan tenaga kerja. Jepang, Korea, Eropa, membutuhkan tenaga kerja kita,” kata Prabowo.
Ia menyebut sejumlah profesi yang dapat diisi tenaga kerja Indonesia, mulai dari perawat, operator alat-alat, hingga sopir bus. Presiden Prabowo mengatakan pekerja Indonesia berpeluang memperoleh upah belasan bahkan puluhan juta rupiah per bulan, sekaligus mengirim devisa dan membantu perekonomian keluarga di Tanah Air.
Pernyataan tersebut membuat arah pendidikan yang disampaikan Prabowo menjadi lebih luas. Sekolah tidak hanya dituntut mencetak anak dengan nilai akademik yang baik, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang bisa digunakan dalam persaingan kerja lintas negara.
(Wisa Irena Br Sitepu) Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(ANN)