Jakarta: Seruan Pray for Kalimantan ramai menggema di media sosial di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan.
Ratusan hingga ribuan titik panas terdeteksi di berbagai provinsi. Di sejumlah daerah, kualitas udara juga dilaporkan memburuk hingga mengganggu aktivitas warga dan memicu kekhawatiran terhadap dampak kesehatan.
Karhutla kembali menjadi perhatian ketika musim kemarau membuat sejumlah kawasan semakin rentan terbakar. Dampaknya pun tidak hanya terlihat dari api yang melahap hutan dan lahan, tetapi juga dari kabut asap yang menyebar hingga ke permukiman warga.
Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan
Seperti diketahui, titik panas atau hotspot terpantau di sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan, mulai dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara.
Kemunculan titik panas tersebut menjadi sinyal adanya risiko kebakaran hutan dan lahan yang perlu segera ditangani, terutama di tengah kondisi musim kemarau.
Kabut Asap Ganggu Aktivitas Warga
Dampak karhutla mulai dirasakan masyarakat melalui kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah. Kualitas udara di beberapa daerah, termasuk Palangka Raya dan Banjarbaru, dilaporkan memburuk akibat tingginya kadar partikel PM2.5. Kondisi tersebut tak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga aktivitas sehari-hari warga.
Bahkan, sejumlah warga dilaporkan mengalami keluhan seperti mata perih hingga gangguan pernapasan. Situasi ini membuat risiko kesehatan menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok masyarakat yang memiliki kerentanan terhadap polusi udara.
Salah satu public figur, Shireen Sungkar pun membagikan unggahan Pray For Kalimantan di Instgramnya. Ia juga memberi caption shireensungkar
"pray for Kalimantan Bismillah jumat ini kita sama sama berdoa ya, Bismillah hujan ya Allah," tulis Shireen.
BNPB, BMKG, dan Manggala Agni Lakukan Penanganan
Penanganan kebakaran terus dilakukan oleh satgas gabungan yang melibatkan BNPB, BMKG, dan Manggala Agni.
Upaya pemadaman dilakukan di sejumlah titik yang terdampak. Selain itu, operasi modifikasi cuaca juga dilakukan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang mengalami kebakaran.
Koordinasi antarlembaga dan pemerintah daerah menjadi penting untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.
Jakarta: Seruan Pray for Kalimantan ramai menggema di media sosial di tengah
kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan.
Ratusan hingga ribuan titik panas terdeteksi di berbagai provinsi. Di sejumlah daerah, kualitas udara juga dilaporkan memburuk hingga mengganggu aktivitas warga dan memicu kekhawatiran terhadap dampak kesehatan.
Karhutla kembali menjadi perhatian ketika musim kemarau membuat sejumlah kawasan semakin rentan terbakar. Dampaknya pun tidak hanya terlihat dari api yang melahap hutan dan lahan, tetapi juga dari kabut asap yang menyebar hingga ke permukiman warga.
Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan
Seperti diketahui, titik panas atau hotspot terpantau di sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan, mulai dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara.
Kemunculan titik panas tersebut menjadi sinyal adanya risiko kebakaran hutan dan lahan yang perlu segera ditangani, terutama di tengah kondisi musim kemarau.
Kabut Asap Ganggu Aktivitas Warga
Dampak karhutla mulai dirasakan masyarakat melalui kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah. Kualitas udara di beberapa daerah, termasuk Palangka Raya dan Banjarbaru, dilaporkan memburuk akibat tingginya kadar partikel PM2.5. Kondisi tersebut tak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga aktivitas sehari-hari warga.
Bahkan, sejumlah warga dilaporkan mengalami keluhan seperti mata perih hingga gangguan pernapasan. Situasi ini membuat risiko kesehatan menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok masyarakat yang memiliki kerentanan terhadap polusi udara.
Salah satu public figur, Shireen Sungkar pun membagikan unggahan Pray For Kalimantan di Instgramnya. Ia juga memberi caption shireensungkar
"pray for Kalimantan Bismillah jumat ini kita sama sama berdoa ya, Bismillah hujan ya Allah," tulis Shireen.
BNPB, BMKG, dan Manggala Agni Lakukan Penanganan
Penanganan kebakaran terus dilakukan oleh satgas gabungan yang melibatkan BNPB, BMKG, dan Manggala Agni.
Upaya pemadaman dilakukan di sejumlah titik yang terdampak. Selain itu, operasi modifikasi cuaca juga dilakukan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang mengalami kebakaran.
Koordinasi antarlembaga dan pemerintah daerah menjadi penting untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(ANN)