Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas menyebabkan jarak pandang berkurang. Foto: AFP/Reina
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas menyebabkan jarak pandang berkurang. Foto: AFP/Reina

Pray for Kalimantan Menggema, Karhutla dan Kabut Asap Jadi Sorotan Netizen

Annisa ayu artanti • 22 Agustus 2026 15:06
Ringkasnya gini..
  • Pray for Kalimantan menggema di media sosial di tengah karhutla dan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan.
  • Ribuan titik panas terdeteksi, sementara kabut asap mulai mengganggu aktivitas warga dan memperburuk kualitas udara.
Jakarta: Seruan Pray for Kalimantan ramai menggema di media sosial di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan.
 
Ratusan hingga ribuan titik panas terdeteksi di berbagai provinsi. Di sejumlah daerah, kualitas udara juga dilaporkan memburuk hingga mengganggu aktivitas warga dan memicu kekhawatiran terhadap dampak kesehatan.
 
Karhutla kembali menjadi perhatian ketika musim kemarau membuat sejumlah kawasan semakin rentan terbakar. Dampaknya pun tidak hanya terlihat dari api yang melahap hutan dan lahan, tetapi juga dari kabut asap yang menyebar hingga ke permukiman warga.

Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

Seperti diketahui, titik panas atau hotspot terpantau di sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan, mulai dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara.

Kemunculan titik panas tersebut menjadi sinyal adanya risiko kebakaran hutan dan lahan yang perlu segera ditangani, terutama di tengah kondisi musim kemarau.
 
Baca juga: Sekolah Terdampak Asap Kebakaran di Kalimantan Boleh Belajar dari Rumah, Ini Syaratnya

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Warga

Dampak karhutla mulai dirasakan masyarakat melalui kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah. Kualitas udara di beberapa daerah, termasuk Palangka Raya dan Banjarbaru, dilaporkan memburuk akibat tingginya kadar partikel PM2.5. Kondisi tersebut tak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga aktivitas sehari-hari warga.
 
Bahkan, sejumlah warga dilaporkan mengalami keluhan seperti mata perih hingga gangguan pernapasan. Situasi ini membuat risiko kesehatan menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok masyarakat yang memiliki kerentanan terhadap polusi udara.
 
Salah satu public figur, Shireen Sungkar pun membagikan unggahan Pray For Kalimantan di Instgramnya. Ia juga memberi caption shireensungkar
 
"pray for Kalimantan Bismillah jumat ini kita sama sama berdoa ya, Bismillah hujan ya Allah," tulis Shireen.

BNPB, BMKG, dan Manggala Agni Lakukan Penanganan

Penanganan kebakaran terus dilakukan oleh satgas gabungan yang melibatkan BNPB, BMKG, dan Manggala Agni.
 
Upaya pemadaman dilakukan di sejumlah titik yang terdampak. Selain itu, operasi modifikasi cuaca juga dilakukan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang mengalami kebakaran.
 
Koordinasi antarlembaga dan pemerintah daerah menjadi penting untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>